Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Visi Masa Depan Institut Teknologi Bandung [ITB]

Visi Masa Depan Institut Teknologi Bandung [ITB]_

Visi Masa Depan Institut Teknologi Bandung [ITB] - Visi adalah bayangan atau prognosa untuk melihat ke depan berdasarkan pada kondisi waktu dan ruang di mana bangsa Indonesia, termasuk masyarakat akademis ITB, sekarang berada. Visi menggambarkan cita-cita yang tinggi sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki, serta keterbatasan dan kenyataan yang ada. Kontekstualitas visi akan mengarahkan rencana dan strategi, serta mewarnai misi dan norma yang dianut, untuk menghadapi tantangan masa depan secara realistis.

Perumusan Visi dan Misi ITB 2000-2010 berangkat dari gambaran realitas masa kini yang dapat diuraikan sebagai berikut.

Krisis nasional yang telah berlangsung lebih dari dua tahun telah memberikan dampak yang besar kepada perkembangan bangsa Indonesia. Set back yang terjadi, membuat kita sadar bahwa perkembangan yang dicapai di masa lalu, ternyata berdiri di atas dasar yang tidak kokoh, yang kemudian roboh dan memperlihatkan segala kekurangan dan kelemahan yang ada. Kita menyadari bahwa krisis yang dihadapi bukan sebatas krisis moneter, ekonomi, hukum dan politik tetapi lebih jauh lagi yaitu krisis moral dan akhlak. Krisis moral di samping mengandung makna punahnya kemampuan untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah, mana yang tepat dan mana yang tidak tepat, juga punahnya norma atau standar, kaidah dan kriteria yang dipakai untuk menentukan nilai itu sendiri.

Situasi tersebut secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi Perguruan Tinggi dalam menjalankan misinya. Masyarakat akademis seolah-olah tidak dapat menghindar, meskipun sadar akan adanya code of conduct, etika profesional dan berbagai nilai-nilai yang diturunkan dari kebenaran ilmiah. Perguruan Tinggi yang semestinya menjadi pusat inovasi dan guardian of values tidak lagi mampu mengaktualisasi dirinya, karena dalam pengambilan keputusannya berlaku standar ganda, dan sepak terjangnya penuh dengan kompromi. Pertumbuhan di lingkungan Perguruan tinggi memang terjadi, meskipun begitu sumbangannya pada masyarakat belum mampu merubah mentalitas oportunis menjadi mentalitas produktif berwawasan jangka panjang. Riset dan inovasinya masih terlalu berorientasi pada kepentingan promosi pribadi, belum memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Sumbangan pengembangannya pada sumber produksi strategis agraris dan pusat-pusat sumber daya ketrampilan lokal (local genius), kalaupun ada, masih sangat kecil. Ini dapat terlihat jelas pada awal masa krisis, di mana Perguruan Tinggi seolah-olah tak berdaya untuk ikut memecahkan masalah nyata, padahal secara implisit pengabdian ilmu kepada masyarakat merupakan misi utamanya.

Reformasi total menuju masyarakat terbuka menghendaki perubahan yang menyeluruh, demikian diikrarkan oleh Senat ITB tanggal 2 Agustus 1998. Tuntutan perubahan tersebut pada intinya: tidak menyukai segala bentuk korupsi, kolusi dan nepotisme, meninggalkan bentuk monolitik dan bergerak ke arah pluralistik, mengubah dari kebiasaan feodalistik ke arah egalitarianistik, mengetengahkan kepekaan sosial yang lebih besar dan menghilangkan rasa takut untuk menyatakan diri. Reformasi total harus pula mengakomodasi nilai-nilai baru yang dipacu oleh arus globalisasi yang terasa mulai menderas akhir-akhir ini. Masyarakat baru yang dituju oleh reformasi total adalah masyarakat terbuka yang berdaya memperbaiki apa yang salah melalui proses perbaikan terus menerus, dan mampu menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh globalisasi dengan segala implikasinya.

Visi dan Misi ITB 2000-2010 selanjutnya dikembangkan mengikuti pola pikir berikut ini.

I. Gambaran Masa Depan

1. Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi akan mengantarkan masyarakat dunia di awal abad ke-21 ke dalam tatanan kehidupan yang kompleks, sarat perubahan dan diwarnai oleh keterbukaan. Dasawarsa mendatang merupakan masa transisi menuju masyarakat informasi berteknologi maju yang dicirikan oleh penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi secara intensif, keterkaitan global, infrastruktur yang terintegrasi, dan sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif.

2. Abad ke 21 akan merupakan era partisipasi, di mana individu dan komunitas memberikan kontribusi keunikan dan keunggulannya masing-masing untuk tujuan bersama, yakni peningkatan kesejahteraan umat manusia. Menghadapi perubahan yang cepat dan interaksi yang kompleks, setiap individu dan komunitas perlu mempertahankan identitas dan jati dirinya, agar keanekaragaman tetap terjaga dan kontribusinya pada peningkatan kualitas kehidupan dapat terus ditingkatkan.

3. Dasawarsa mendatang akan ditandai oleh makin terfragmentasinya permintaan, makin kompleksnya keinginan konsumen dan makin meningkatnya tuntutan atas jaminan kualitas yang mengakibatkan dibutuhkannya sistem produksi yang lebih fleksibel, responsif dan andal. Dengan demikian ilmu pengetahuan dan teknologi akan menjadi salah satu komoditas yang sangat penting.

Peningkatan efisiensi untuk menghasilkan barang dan jasa yang kompetitif dan bernilai tambah tinggi harus dapat dicapai melalui kompetisi yang produktif, sarat dengan kreatifitas dan inovasi. Karenanya perbedaan kemampuan serta potensi antar individu dan kelompok dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemilikan modal, potensi sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusia, serta kecenderungan manusiawi untuk lebih mengutamakan kepentingan diri dan kelompok, merupakan tantangan yang perlu diatasi.

4. Masa depan akan diwarnai oleh terbentuknya tatanan dunia baru yang lebih mencerminkan realitas geo-politik, yang mendorong diperlukannya suatu tata kerjasama internasional yang dapat mengendalikan kompetisi agar berlangsung terbuka, seimbang dan produktif, sehingga peningkatan kualitas alam dan kesejahteraan umat manusia dapat terlaksana secara berkelanjutan. Jaminan hak azasi manusia, demokratisasi kehidupan, peningkatan peran wanita, penciptaan peluang kepada kelompok masyarakat berkemampuan terbatas dan upaya pelestarian lingkungan akibat terbatasnya daya dukung ekosistem, merupakan aspek strategis yang perlu dicermati secara komprehensif.

II. Persyaratan Untuk Tumbuh di Masa Depan
1. Dinamika yang terjadi pada tataran global akan menimbulkan tekanan internal secara simultan pada setiap tingkat komunitas melalui perubahan harapan atau kesadaran untuk menjadi lebih baik, sebagai konsekuensi dari peningkatan wawasan dan kecerdasan. Setiap komunitas harus dapat menjadikan gejolak lokal tersebut sebagai kekuatan atau dorongan untuk suatu kemajuan baru, bukan kendala yang dapat merusak keutuhan ataupun menghilangkan jati diri kelompok. Interaksi yang terjadi pada setiap tingkat atau antar komunitas harus dapat berlangsung dengan berlandaskan pada etika dan moral yang mungkin berubah, tetapi tetap bersumber pada nilai-nilai dasar keagamaan.

2. Masyarakat masa depan adalah masyarakat berkesadaran, yang didukung oleh individu yang berdaya, percaya diri, mampu mengenal dan mengembangkan potensinya dalam komunitas, mempunyai kepekaan sosial dan komitmen yang tinggi kepada lembaga tempatnya bernaung. Upaya untuk memberdayakan individu dan penataan kembali institusi harus dilaksanakan sehingga interaksi sosial yang bersifat plural dan egaliter dapat diwujudkan.

3. Masyarakat masa depan akan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi secara intensif untuk memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pendidikan menjadi sangat penting. Kemampuan mengembangkan kerjasama akan menjadi kunci keberhasilan. Landasan komunikasi perlu dibentuk sehingga partisipasi dari bawah dan sinergi pemikiran multi-disiplin antar komunitas dapat dibina dan pemanfaatan bersama sumberdaya secara efisien dimungkinkan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat mengharuskan masyarakat untuk terus mengaktualisasi diri dan belajar sepanjang hayat. Lingkungan belajar perlu diciptakan agar masyarakat tetap kritis dan kreatif menghasilkan pemikiran baru.

4. Masyarakat masa depan memerlukan pola pikir fleksibel dan sikap terbuka terhadap perubahan dan perbaikan, mempunyai daya antisipasi, adaptasi dan kemampuan koreksi diri yang tinggi serta tanggap terhadap pemikiran kritis dan kreatif dari seluruh pihak. Kompetisi perlu dijamin berlangsung seimbang agar keanekaragaman tetap terjaga, partisipasi tetap tinggi dan potensi inovasi dapat terus dikembangkan, yang keseluruhannya diabdikan bagi kepentingan penyempurnaan berkelanjutan kehidupan masyarakat.

5. Di dalam masyarakat yang saling terkait, untuk dapat memaksimumkan partisipasi dan meningkatkan ketahanan, kemampuan beradaptasi dan memposisikan diri menjadi penting. Krisis nasional yang dialami menguatkan keyakinan bahwa setiap komunitas harus dapat mengandalkan pemenuhan kebutuhan dasarnya pada kekuatan sendiri, dan mengembangkan kemampuan strategisnya pada bidang-bidang yang dapat diunggulkan. Upaya untuk berperan global ini hanya dimungkinkan, jika sinergi dari seluruh potensi komunitas dapat diciptakan, dan kerjasama eksternal dengan mitra strategis dapat digalang.

III. Peran ITB di Masa Depan

1. ITB, lembaga pendidikan tinggi pertama dalam bidang sains, teknologi dan seni di Indonesia, semenjak didirikan pada tahun 1920 telah menghasilkan kurang lebih 35.000 sarjana. Lulusan ITB bukan saja telah mewarnai sejarah pendirian dan perkembangan bangsa, tetapi juga berperan aktif dalam mempelopori kegiatan pembangunan pasca kemerdekaan. Selain berperan di pasar tenaga kerja internasional, sebagian besar dari mereka bahkan menduduki posisi pimpinan atau posisi kunci yang sangat menentukan pengembangan institusi pemerintahan atau swasta tempat mereka bekerja.

Sebagai institusi pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia, dan termasuk yang terbaik di Asia saat ini, ITB telah memberikan kontribusi sangat luas dalam pengembangan pendidikan, pengembangan sains, teknologi dan seni, dan pengembangan industri nasional melalui karya-karya penelitian dan pengabdian masyarakatnya yang sebagian sudah bertaraf internasional.

ITB sebagai institusi, ataupun stafnya sebagai individu, sering diminta untuk memberikan saran dan masukan bagi kebijakan pengembangan infrastruktur, pendidikan dan industri nasional. Staf pengajar ITB sering diminta untuk menduduki jabatan penting di pemerintahan, sebagai Menteri, Direktur Jenderal, Direktur, pimpinan di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan juga pimpinan lembaga tinggi negara lainnya. Beberapa dari mereka juga diminta untuk membantu pemerintah daerah dalam perencanaan dan pengembangan regional.

2. Sebagai institusi pendidikan tinggi dan pusat pengembangan sains, teknologi dan seni terkemuka bangsa, ITB harus selalu dapat mengantisipasi kecenderungan masa depan. Selain mengikuti perkembangan dan berperan dalam kemajuan dunia, ITB terutama perlu mempunyai kemampuan mengembangkan dan menyebarkan sains, teknologi dan seni yang diperlukan untuk mempercepat proses pencerdasan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya dengan menggali secara intensif seluruh potensi dan keunikan lokal untuk mewujudkan jati diri bangsa yang tangguh.

Untuk memantapkan pertumbuhan bidang keilmuannya, ITB perlu turut mendalami ilmu sosial dan kemanusiaan. Selain itu, teknologi informasi perlu dikuasai dengan baik, diterapkan dan dimanfaatkan seluas-luasnya untuk memperkuat peran pembinaan serta mendukung pengembangan pendidikan dan pembangunan nasional.

ITB harus menjadi organisasi yang terpadu, otonom, fleksibel, terbuka, mempunyai sinergi antar disiplin yang baik dan sistem yang tidak dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu, kewenangan yang terdesentralisasi, dan berorientasi kepada kepentingan masyarakat.

3. Menghadapi arus perubahan berdimensi global, ITB perlu menegakkan dan secara berkelanjutan mengembangkan tradisinya, baik yang menyangkut moral dan etika maupun tata nilai dan kebiasaan baik yang senantiasa diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat akademik. Dari kampus ITB harus dapat dipancarkan kearifan, kebijakan dan pandangan-pandangan yang dapat menjadi rujukan bagi kegiatan dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

4. Sesuai dengan perannya dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang andal dan unggul dan kompetensinya dalam pengembangan sains, teknologi dan seni, ITB harus dapat menjadi kekuatan pembangunan nasional yang mempelopori proses transformasi budaya menuju masyarakat Indonesia modern yang berdasarkan pada nilai luhur bangsa, terbuka dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai penggerak utama kemajuannya.

Menyongsong perkembangan yang mungkin terjadi di awal abad ke-21 seperti diuraikan di atas, ITB merumuskan visinya sebagai berikut: 
 
VISI MASA DEPAN ITB 

ITB MENJADI LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI DAN PUSAT PENGEMBANGAN SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI YANG UNGGUL, HANDAL DAN BERMARTABAT DI DUNIA, YANG BERSAMA DENGAN LEMBAGA TERKEMUKA BANGSA MENGHANTARKAN MASYARAKAT INDONESIA MENJADI BANGSA YANG BERSATU, BERDAULAT DAN SEJAHTERA


Memperhatikan Visi ITB seperti diuraikan terdahulu dan mandat yang diembannya untuk melaksanakan tri darma perguruan tinggi, ITB merumuskan misinya sebagai berikut:

MISI ITB 2000-2010 

MEMANDU PERKEMBANGAN DAN PERUBAHAN YANG DILAKUKAN MASYARAKAT
MELALUI KEGIATAN TRI DARMA PERGURUAN TINGGI YANG INOVATIF, BERMUTU DAN TANGGAP TERHADAP PERKEMBANGAN GLOBAL DAN TANTANGAN LOKAL

Pelaksanaan misi demi terwujudnya visi seperti diuraikan di atas memerlukan Rencana Strategis yang disusun melalui proses evaluasi diri, identifikasi pokok-pokok permasalahan utama (isu strategis), tahapan dari tujuan yang ingin dicapai, dan program utama yang akan dilaksanakan, termasuk agenda dan sumber dayanya. Pengembangan institusi untuk mewujudkan organisasi ITB yang berdaya dan otonom merupakan langkah awal yang harus ditempuh.

Strategi pelaksanaan misi ITB secara garis besar diuraikan berikut ini:

I. Pendidikan dan pengajaran

Melaksanakan program pendidikan dan pengajaran yang dapat mengantisipasi kemajuan dan perkembangan sains, teknologi dan seni yang sangat cepat, berdasarkan pada konsepsi:

1. penghargaan yang tinggi terhadap martabat manusia,
2. pemacuan kreatifitas dan inovasi melalui kebebasan akademik dan pembinaan semangat untuk maju,
3. pembelajaran sepanjang hayat,
4. pembentukan lingkungan belajar terbuka yang tidak dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu, serta peran tenaga pengajar sebagai mitra dan fasilitator yang kompeten, konsisten dan memiliki komitmen yang tinggi,
5. pengembangan pengetahuan generik dan pengkajian inter-disiplin yang berorientasi pada pemecahan masalah nyata serta dilandasi oleh penegakan moral dan etika akademik.

Pendidikan ditujukan untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai:

1. ahlak tinggi, berkarakter luhur, mempunyai jiwa kepemimpinan, mampu dan mau membangun negara dan menjaga keutuhan bangsa,
2. kemampuan intelektualitas, penguasaan keilmuan dan keahlian yang tinggi, berwawasan global, peka terhadap kondisi lokal, dan mempunyai potensi untuk berkembang,
3. daya kreatifitas tinggi dan inovatif,
4. kematangan emosional bercirikan kepercayaan diri yang tinggi, mandiri, mampu bekerjasama, dapat berkomunikasi dan menyampaikan pendapatnya dengan baik, menghargai perbedaan pendapat, mempunyai kepekaan sosial dan dapat dipercaya, serta
5. fisik yang sehat dan kuat.

Kurikulum perlu disusun dan dikaji secara periodik dengan memperhatikan:

1. landasan keilmuan yang kokoh,
2. fleksibilitas untuk mengakomodasi variasi minat dan memperkaya keanekaragaman,
3. penggalian potensi lokal dan keunikannya,
4. kemampuan integrasi bidang keilmuan dengan manusia, alam dan lingkungannya untuk memaksimalkan peran ilmu pengetahuan dan teknologi bagi peningkatan kualitas ekosistem dan kesejahteraan umat manusia,
5. wawasan kewirausahaan untuk dapat menerapkan sains, teknologi dan seni yang dikembangkan, serta
6. kesetaraan internasional dan jaminan kualitas agar dapat berpartisipasi secara global.


II. Penelitian

Melaksanakan penelitian berkualitas dan bertaraf internasional untuk mendukung pengembangan sains, teknologi dan seni, membangun keilmuan baru, melayani kebutuhan pembangunan nasional dan masyarakat luas, dengan memperhatikan moral dan etika akademik serta hak atas kekayaan intelektual.

Penelitian dan pengembangan sains, teknologi dan seni akan menjadi kegiatan utama ITB dan menjadi landasan serta sumber penggerak pelaksanaan misi pendidikan dan misi pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan dan kerjasama penelitian dalam lingkup nasional dan internasional perlu ditunjang oleh sistem pendukung yang terpadu, sehingga pemanfaatan sumber daya dapat optimal dan sinergi keilmuan antar disiplin dapat diwujudkan.

Untuk mengefektifkan upaya pengembangan kegiatan penelitian, program penelitian perlu difokuskan kepada bidang pengetahuan yang berdampak luas dan dapat memacu pengembangan sains, teknologi dan seni, kegiatan perekonomian dan pembangunan nasional.


III. Pengabdian kepada masyarakat

Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat untuk memberdayakan masyarakat secara luas melalui program pendidikan berkelanjutan, pelatihan dan proses alih ilmu pengetahuan dan teknologi secara proaktif, sehingga mendorong pengembangan kompetensi keilmuan yang dimiliki, menumbuhkan komitmen dan semangat pengabdian, profesionalisme dan kewirausahaan.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan sarana untuk membentuk sikap profesional, sehingga dapat memantapkan pelaksanaan misi pendidikan dan pengajaran serta misi penelitian.

Agar kebutuhan masyarakat akan sains, teknologi dan seni dapat diamati dan diformulasikan, dan seluruh sains, teknologi dan seni yang dikembangkan dapat dimanfaatkan secara maksimal, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat harus diwadahi dalam keterpaduan organisasi.

ITB bersama dengan alumni, mitra industri, institusi pemerintah terkait dan perguruan tinggi terkemuka lainnya harus mengupayakan terbentuknya jaringan kerja sama pelayanan masyarakat dalam bidang sains, teknologi dan seni, untuk mendukung seluruh kegiatan pembangunan nasional.

IV. Pengembangan institusi dan pembinaan staf pengajar, teknisi dan administrasi 
 
Melaksanakan pemberdayaan dan pengembangan organisasi untuk mewujudkan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya masyarakat akademik global yang terhormat. Pengembangan karir dan pembinaan staf pengajar, teknisi dan administrasi dilakukan secara sistematis dan terencana, dengan cara yang bijaksana, kolegial dan partisipatif, untuk meningkatkan kompetensi staf dan kinerja organisasi, mengembangkan budaya, moral dan etika kerja, sehingga mampu menghadapi tantangan masa depan.

Agar pengembangan institusi dapat dilaksanakan berkelanjutan, perlu dikembangkan dan dibina wadah kegiatan yang dapat mengintegrasikan pelaksanaan misi ITB dengan upaya kewirausahaan. Kepeloporan, keterpaduan dan kesinambungan kegiatan wirausaha tersebut ditujukan untuk mendukung wawasan usaha swadana dalam rangka otonomi dan kemandirian perguruan tinggi, untuk meningkatkan prestasi sivitas akademika dan mengakomodasikan minat dan potensi individual.

Kegiatan tri darma ITB harus dapat menjadi panutan dan model bagi kegiatan masyarakat dalam berbagai skala. Dengan demikian selain memberikan kebijakan dan pandangan dalam bidang pendidikan dan pengembangan sains, teknologi dan seni yang bermanfaat bagi pembangunan nasional, ITB melalui seluruh misinya, secara terus menerus harus memancarkan kearifan, nilai moral dan etika yang dapat dijadikan rujukan bagi kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Posting Komentar untuk "Visi Masa Depan Institut Teknologi Bandung [ITB]"