Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Definisi, Karakteristik, dan Psikologi Kepemimpinan

Definisi, Karakteristik, dan Psikologi KepemimpinanKali ini, Blog Psikologi akan membahas artikel tentang definisi kepemimpinan, psikologi kepemimpinan, perbedaan antara kepemimpinan dengan manajemen, dan level konseptualisasi kepemimpinan,, karakteristik pemimpin, pengikut, dan situasi, serta pendekatan dalam penelitian kepemimpinan.

Literatur mengenai kepemimpinan memaparkan cukup banyak definisi kepemimpinan. Berikut ini diuraikan beberapa definisi kepemimpinan menurut pandangan para ahli.
  1. Leadership is the process of influencing others to understand and agree about what needs to be done and how to do it, and the process of facilitating individual and colletive efforts to accomplish shared objectives.” (Yuk, 2010l) – Kepemimpinan adalah proses untuk memengaruhi orang lain untuk memahami dan setuju dengan apa yang perlu dilakukan dan bagaimana tugas itu dilakukan secara efektif, serta proses untuk memfasilitasi upaya individu dan kolektif untuk mencapai tujuan bersama.
  2. “Leadership is the behavior of an individual ... directing the activities of a group toward a shared goal.” (Hemphill & Coons, 1957, pg.7) – Kepemimpinan adalah perilaku individu... yang mengarahkan aktivitas kelompok untuk mencapai sasaran bersama.
  3. “Leadership is “the influential increment over and above mechanical compliance with the routine directives of the organization. “ (Katz & Kahn, 1978, pp. 528) – Kepemimpinan adalah “pengaruh tambahan yang melebihi dan berada di atas kebutuhan mekanis dalam mengarahkan organisasi secara rutin.
  4. “Leadership is exercised when persons... mobilize... institutional, political, psychological, and other resources so as to arouse, engage, and satisfy the motives of followers.” (Burns, 1978 pp 18) – Kepemimpinan dilaksanakan ketika seseorang... memobilisasi... sumber daya institusional, politis, psikologis, dan sumber-sumber lainnya untuk membangkitkan, melibatkan dan memenuhi motivasi pengikutnya.
  5. “Leadership is realized in the process whereby one or more individuals succeed in attempting to frame and define the reality of others.” (Smircich & Morgan, 1982, pp 258).
  6. Leadership is ‘the process of influencing the activities of an organized group toward goal achievement.” (Rauch & Behling, 1984, pp 46) – Kepemimpinan adalah proses memengaruhi aktivitas kelompok yang terorganisir untuk mencapai sasaran.
  7. “Leadership is about articulating visions, embodying values, and creating the environment within which things can be accomplished.” (Richards & Engle, 1986, pp 206) – Kepemimpinan adalah cara mengartikulasikan visi, mewujudkan nilai, dan menciptakan lingkungan guna mencapai sesuatu.
  8. “Leadership is a aprocess of giving purpose (meaningful direction) to collective effort, and causing willing effort to be expended to acheve purpose.” (Jacobs & Jaques, 1990, pg 281) Kepemimpinan adalah proses memberikan tujuan (arahan yang berarti) ke usaha kolektif, yang menyebabkan adanya usaha untuk mencapai tujuan. 
  9. “Leadership is the ability to step outside the culture... to start evolutionary change processes that are more adaptive.” (Schein, 1992, pg 2) Kepemimpinan adalah kemampuan untuk bertindak di luar budaya... untuk memulai proses perubahan evolusi agar menjadi lebih adaptif. 
  10. “Leadership is the process of making sense of what people are doing together so that people will understand and be ommitted.” (Drath & Palus, 1994, pp.4) – Kepemimpinan adalah proses untuk membuat orang memahami manfaat bekerja bersama orang lain, sehingga mereka paham dan mau melakukannya. 
  11. Leadership is “the ability of and individual to influence, motivate, and enable others to contribute toward the effectiveness and success of the organization...” (House et al., 1999, pp 184) – Kepemimpinan adalah kemampuan individu untuk mempengaruhi, memotivasi, dan membuat orang lain mampu memberikan kontribusinya demi efektivitas dan keberhasilan organisasi.

Kepemimpinan, jika kita lihat berbagai definisi di atas, bukanlah sekedar membuat orang-orang melakukan sesuatu, namun membuat mereka ingin bahkan harus melakukan sesuatu. Kepemimpinan lebih kepada pembentukan suatu bentuk kepercayaan, hasrat, dan prioritas. Kepemimpinan dibedakan dengan managemen, pengambilan keputusan, dan otoritas. Hal-hal ini adalah penting dan merupakan implikasi dari proses kepemimpinan. Namun kepemimpinan yang akan kita pelajari bukan ditentukan oleh managemen yang kompeten, pengambilan keputusan yang terampil, atau otoritas yang diakui, karena hal-hal tersebut tidak harus melibatkan ‘memenangkan hati dan pikiran orang lain atau pemanfaatan energi dan hasrat’ mereka.
Definisi, Karakteristik, dan Psikologi Kepemimpinan_
image source: bentleymasterminds.com

Kepemimpinan merupakan sebuah terminology yang terus popular dan mendapatkan tempat dalam berbagai kesempatan, baik dalam kalangan akademis, maupun kalangan praktisi dan birokrat. Diketahui bahwa ada ratusan bahkan ribuan penulis dan peneliti menguraikan tentang definisi kepemimpinan. Dari keseluruhan definisi mengenai kepemimpinan, dapat ditarik ‘benang merah’ dan esensi dari kepemimpinan, yaitu:
  1. Adanya kemampuan memengaruhi tingkah laku orang lain, apakah bawahan, klien/konsumen, rekan sekerja, atau atasan
  2. Adanya pengikut yang dapat dipengaruhi baik oleh ajakan, bujukan, persuasi, sugesti, perintah/instruksi, saran, dan lainnya. 
  3. Adanya tujuan atau sasaran yang ingin dicapai

Esensi kepemimpinan ditegaskan oleh Robbins (2006) sebagai proses mengelola makna dimana para pemimpin dipandang sebagai individu-individu yang menetapkan realitas organisasi melalui artikulasi visi.

A. PSIKOLOGI KEPEMIMPINAN

Jika kepemimpinan terfokus pada proses memengaruhi, maka untuk memahami hal tersebut, setiap individu perlu berfokus juga pada kondisi mental (mental state) dan proses yang mengarahkan orang-orang untuk mendengarkan pemimpinnya, mengindahkan apa yang dikatakan, dan memiliki visi seperti yang dimiliki sang pemimpin. Kepemimpinan bukanlah seluruhnya bersifat fenomenologi psikologi yang hanya dapat dijelaskan oleh Blog Psikologi saja, hal tersebut dapat dipelajari dari berbagai disiplin ilmu.

Dalam psikologi, proses kepemimpinan selalu dilihat dalam konteks sosial, artinya individu dalam hubungan dengan orang lain harus memberi perhatian pada hakikat kehidupan masyarakat dimana individu berada. Dalam hal ini psikologi membantu mengidentifikasi fitur mana dari masyarakat yang berdampak paling kuat akan apa yang dipikirkan dan dilakukan individu, dengan menelaah proses kognitif individu maupun kolektif terhadap suatu kepemimpinan.

Tantangan yang paling penting dalam kepemimpinan adalah membangun sebuah citra, gaya hidup, dan gaya kerja, dimana pemimpin mengendalikan para pengikut dan situasi (peristiwa), bukan sebaliknya. Pemimpin memberi inspirasi, bersikap proaktif, bukan reaktif. Dengan memainkan sifat dasar dan alur tugas, pemimpin menciptakan lingkungan sedemikian rupa.

Pemimpin yang efektif secara psikologis ditentukan oleh kepribadian dan tindakan-tindakannya, bukan dengan kata-kata dan kebijakan-kebijakan organisasi. Oleh karenanya, konsep diri membentuk citra diri, merupakan hal utama untuk meradiasi pengaruh positif bagi individu dan oraganisasi.

Pemahaman mengenai psikologi kepemimpinan dapat dilihat dari kepemimpinan motivasional yang dimiliki oleh setiap individu. Pemimpin motivasional memiliki peran yang unik. Tantangan-tantangan yang dihadapi cukup besar; mampu memengaruhi dan mengendalikan bawahan, memperhatikan karir dan kehidupan yang lebih baik dari bawahannya. (Snair, 2008).

Pertanyaan klasik yang perlu dilontarkan: mengapa kepemimpinan motivasional merupakan serangkaian keterampilan yang perlu dipelajari dan dipraktikkan, bukan sebuah rangkaian sifat sederhana yang dimiliki seseorang sejak lahir.

Mempelajari kepemimpinan motivasional berarti memahami konsep akademis dalam konteks praktis, seperti sifat dan perilaku pemimpin, tipe situasi apa saja yang dialami pemimpin, jenis dan sumber kewenangan yang berbeda, dan bagaimana pemimpin membantu individu lain belajar tentang diri mereka. Itu artinya memahami perilaku manusia pada saat individu berinteraksi dalam sebuah kelompok dan terutama bagaimana individu membutuhkan arahan komunikasi yang jelas. Hal ini juga terkait dengan psikologi manusia dan kekurangan intrinsik manusia.

Kepemimpinan motivasional mencakup pemahaman tentang bagaimana sebuah kekuasaan beroperasi, bagaimana kekuasaan mesti diterapkan dengan baik, dan bagaimana politik organisasi membantu memudahkan pelaksanaan kekuasaan, juga mencakup cara memoles citra dan cara menciptakan visi yang bisa menyatukan kelompok (Snair, 2008).

Kepemimpinan motivasional sebagai terminologi dari psikologi kepemimpinan berkaitan dengan fenomena yang bisa diamati dalam dunia nyata, bukan sekadar dunia akademis yang hipotetis atau dunia simulasi. Situasi kepemimpinan tidaklah steril atau statis,melainkan dinamis dan sedikit tidak beraturan. Kepemimpinan motivasional dikaji dalam konteks organisasi dengan mempertimbangkan artipenting tolok ukur yang terbaik bagimasing-masing individu yang ada dalam sebuah organisasi.

Hal yang dapat dipengaruhi oleh seorang pemimpin motivasional:
  1. Interpretasi individu (bawahan) terhadap suatu kejadian eksternal
  2. Pilihan akan tujuan dan strategi yang dicapai
  3. Motivasi individu untuk meraih tujuan
  4. Kepercayaan timbal balik dan kerjasama individu
  5. Pengalokasian sumber daya
  6. Pengembangan keahlian dan kepercayaan diri bawahan
  7. Pembelajaran dan pertukaran pengetahuan baru dari bawahan
  8. Kepercayaan dan nilai dari bawahan
  9. Perancangan struktur, program, dan sistem.

B. KEPEMIMPINAN VS MANAJEMEN

Kepemimpinan dan manajemen merupakan dua terminologi yang berbeda secara prinsip. Bennis dan Nanus (dalam Munandar 2005) melihat perbedaan yang mendasar antara kepemimpinan dan manajemen. Leading adalah influencing, guiding in direction, course, action, dan opinion; sedangkan to manage berarti to bring abaout, to accomplish, to have charge of or responsibility for, to conduct. Kepemimpinan lebih berhubungan dengan efektivitas, sedangkan manajemen lebih berhubungan dengan efisiensi.

Managers are people who do things right, and leaders are people who do the right thing.” (Bennis and Nanus, 1985 p.21) -- “manajer adalah orang yang melakukan segala sesuatunya dengan baik dan pemimpin adalah orang yang melakukan hal yang benar”.

Rost (1992): Management is an authority relationship that exist between a manager and subordinates to produce and sell goods and service. Leadership is a multidirectional influence relationship between a leader and followers influence each other as they interact in noncoercive ways to decide what changes they want to make. – Manajement sebagai hubungan wewenang yang ada antara manager dengan bawahannya untuk memproduksi dan menjual barang serta jasa. Kepemimpinan sebagai hubungan pengaruh ke berbagai arah (interaksi tanpa unsur pemaksaan) antara pemimpin dan bawahannya yang mempunyai tujuan yang sama dalam mencapai perubahan yang sebenarnya.

Berikut ini diuraikan perbedaan antara pemimpin dan manajer:

Seorang pemimpin:
  • Menghargai fleksibilitas, inovasi, dan adaptasi
  • Memperhatikan apa yang menjadi makna penting bagi banyak orang dan berusaha untuk mencari kesepakatan akan hal-hal penting yang perlu dilakukan.

Seorang manajer:
  • Menghargai stabilitas, keteraturan dan efisiensi
  • Memperhatikan bagaimana sesuatu diselesaikan dan berusaha membuat orang dapat melakukannya dengan lebih baik.

Tabel 1. Perbedaan manajemen dan kepemimpinan menurut Kotter

Manajemen Kepemimpinan
Menetapkan sasaran operasional, membuat rencana tindakan berdasarkan jadwal, dan mengalokasikan sumber daya Menyusun visi masa depan dan strategi untuk membuat perubahan yang dibutuhkan.
Mengorganisasi dan menugaskan (menentukan struktur, menugaskan orang ke berbagai pekerjaan) Mengkomunikasikan dan menjelaskan visi
Memantau hasil dan menyelesaikan masalah Memotivasi dan memberi inspirasi kepada orang lain untuk mencapai visi itu

Pada hakikatnya kepemimpinan dan manajemen saling melengkapi dan menyempurnakan. Kepemimpinan merupakan sesuatu yang penting bagi manajer. Para manajer sebagai pimpinan bagi para bawahannya seyogyanya adalah pemimpin, sehingga tujuan dan sasaran kerja mencapai efektivitas dan efisiensi optimal. Demikian sebaliknya, pemimpin yang memiliki kemampuan bekerja seperti manajer akan mampu membawa roda kehidupan pribadi dan organisasi yang dipimpinnya bisa mencapai batas optimal.

Teori-teori kepemimpinan dengan demikian dapat diterapkan dalam manajemen. Dalam hal ini manajemen dapat dianggap sebagai kepemimpinan dalam organisasi. Munandar (2005) menjelaskan bahwa kepemimpinan merupakan pengertian yang meliputi segala macam situasi yang dinamis berikut: (a) seorang manajer sebagai pemimpin yang mempunyai wewenang untuk memimpin, (b) bawahan yang dipimpin membantu manajer sesuai dengan tugas masing-masing, dan (c) tujuan atau sasaran yang harus dicapai oleh manajer bersama-sama bawahannya.

C. PROSES DAN DOMAIN KEPEMIMPINAN

1. Proses Kepemimpinan

Proses kepemimpinan diuraikan dengan gambar berikut.

Definisi, Karakteristik, dan Psikologi Kepemimpinan 2_
Gambar 1 : Proses Kepemimpinan

2. Domain Kepemimpinan

Gambar berikut ini menguraikan domain kepemimpinan (hubungan pemimpin – pengikut dalam sebuah organisasi).

Definisi, Karakteristik, dan Psikologi Kepemimpinan 3_
Gambar 2 : Domain Kepemimpinan

E. LEVEL KONSEPTUALISASI PROSES KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan dapat dikonseptualisasikan sebagai:
  1. Proses intra individu
  2. Proses ‘dyadic’
  3. Proses kelompok
  4. Proses organisatoris

Definisi, Karakteristik, dan Psikologi Kepemimpinan 4_
Gambar 3: Level Konseptualisasi Proses Kepemimpinan (Yulk, 2010)

Keempat level dimaksud diraikan berikut ini :

1. Proses Intra Individual

Teori yang terkait:
  • Teori proses keputusan kognitif
  • Teori ciri dan keterampilan yang terkait dengan motivasi
  • Teori manajemen diri – melibatkan pengidentifikasian tujuan dan prioritas pribadi, yang mengatur waktu seseorang secara lebih efisien, memonitor setiap perilaku dan konsekuensinya, serta berusaha untuk belajar menjadi lebih efektif dalam mencapai tujuan pribadi.

2. Proses ‘Dyadic’

Fokus pada hubungan antara seorang pemimpin dan individu lain yang biasanya merupakan seorang pengikut. Bahwa efektivitas kepemimpinan tidak dapat dipahami tanpa menguji bagaimana pemimpin dan pengikut saling mempengaruhi di setiap interaksinya.

3. Proses Kelompok

Fokus:
  • Sifat peran kepemimpinan dalam tugas kelompok
  • Teori efektivitas kelompok – tentang proses kepemimpinan dan kriteria yang relevan untuk mengevaluasi efektivitas kepemimpinan.

4. Proses Organisasi

Menjelaskan kepemimpinan sebagai proses yang terjadi dalam ‘sistem terbuka’ yang lebih besar dimana kelompok merupakan subsistemnya.

Fungsi esensial kepemimpinan dalam level organisatoris:
  • Membantu organisasi untuk beradaptasi dengan lingkungan dan mendapatkan sumber-sumber yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.
  • Kelangsungan hidup dan kemakmuran organisasi bergantung pada efektivitas adaptasinya terhadap lingkungan, yang berarti berhasil memasarkan hasil, memperoleh sumber daya yang dibutuhkan, dan menghadapi ancaman eksternal.
  • Adaptasi yang baik termasuk mengantisipasi kebutuhan dan keinginan pelanggan, selalu meninjau tindakan dan rencana kompetitor, selalu mengevaluasi kemungkinan kendala dan ancaman, dan mengidentifikasi produk dan jasa yang dapat dipasarkan dimana organisasi mempunyai kemampuan unik untuk memenuhinya.

Tanggung jawab kepemimpinan dalam level organisatoris:
  1. Mendesain struktur organisasi yang tepat,
  2. Menentukan hubungan kewenangan
  3. Mengkoordinasikan operasi antar spesialisasi sub unit dalam organisasi.

Pertanyaan Penelitian pada Tingkat Konseptualisasi

1. Intra-Individual theories
  • Bagaimana traits dan nilai memengaruhi perilaku pemimpin
  • Bagaimana keahlian berhubungan dengan perilaku pemimpin
  • Bagaimana pemimpin membuat keputusan
  • Bagaimana pemimpin mengatur waktu
  • Bagaimana pemimpin dipengaruhi oleh ekspektasi peran dan kendala
  • Bagaimana pemimpin merespon umpan balik dan belajar dari pengalaman
  • Bagaimana pemimpin mampu menggunakan teknik self-management
  • Bagaimana pemimpin mampu menggunakan teknik self-development
2. Dyadic theories
  • Bagaimana pemimpin mempengaruhi motivasi bawahan dan komitmen terhadap tugas
  • Bagaimana pemimpin memfasilitasi pekerjaan bawahan
  • Bagaimana pemimpin menginterpretasikan informasi mengenai bawahan
  • Bagaimana pemimpin mengembangkan keahlian dan kepercayaan diri bawahan
  • Bagaimana pemimpin memengaruhi loyalitas dan kepercayaan bawahan
  • Bagaimana pemimpin menggunakan taktik memengaruhi bawahan, rekan, atau atasan
  • Bagaimana pemimpin mengembangkan hubungan kerjasama yang kooperatif dengan bawahan
3. Group-level theories
  • Bagaimana perbedaan pemimpin-anggota memengaruhi hubungan mereka dan performa kelompok
  • Bagaimana kepemimpinan dibagi/disebarkan dalam kelompok/tim
  • Bagaimana pemimpin mengorganisir dan mengkoordinasi aktivitas anggota kelompok
  • Bagaimana pemimpin memengaruhi kerjasama dan menyelesaikan ketidaksepakatan dalam kelompok
  • Bagaimana pemimpin memengaruhi collective-efficacy dan optimisme kelompok
  • Bagaimana mempengaruhi belajar kolektif dan inovasi dalam kelompok
  • Bagaimana pemimpin memengaruhi identifikasi kolektif dari anggota kelompok
  • Bagaimana pemimpin unit mendapatkan sumber daya dan dukungan dari organisasi dan unit lain.
4. Organizational-level theories
  • Bagaimana top eksekutif memengaruhi anggota dengan level yang lebih rendah
  • Bagaimana pemimpin diseleksi di setiap levelnya (dan implikasi dari proses perusahaan)
  • Bagaimana pemimpin memengaruhi budaya organisasi
  • Bagaimana pemimpin memengaruhi efisiensi dan biaya dari operasional internal
  • Bagaimana pemimpin memengaruhi human relations dan human capital dalam organisasi
  • Bagaimana pemimpin membuat keputusan mengenai strategi kompetitif dan inisiatif eksternal
  • Bagaimana konflik di antara pemimpin-pemimpin diselesaikan dalam organisasi
  • Bagaimana pemimpin memengaruhi inovasi dan perubahan mayor dalam organisasi.

F. KARAKTERISTIK PEMIMPIN, PENGIKUT, DAN SITUASI

1. Karakteristik Pemimpin
  • Percaya Diri dan Optimis
  • Keterampilan Konseptual, dan Hubungan Manusia
  • Integritas
  • Inovatif (Pembaharu)
  • Stategik (Orientasi ke Masa Depan)
  • Taktik Memengaruhi
  • Atribusi pada Pengikut
2. Karakteristik Pengikut (Bawahan)
  • Disiplin
  • Percaya pada Pemimpin
  • Komitmen pada Tugas
  • Motivasi Ekstrinsik > Motivasi Intrinsik
  • Kepuasan pada Pekerjaaan
  • Keterampilan Teknis > Keterampilan Konseptual dan Hubungan Manusia
  • Atribusi pada Atasan
3. Karakteristik Pengikut (Bawahan)
  • Tipe Unit Organisasi
  • Ukuran Unit Kerja
  • Posisi, Kekuasaan, dan Otoritas
  • Struktur Tugas dan Kompleksitas
  • Budaya Organisasi/Nilai Budaya Nasional
  • Saling ketergantungan Tugas
  • Turbulensi Lingkungan

Secara ringkas dan sederhana karakteristik mengenai pemimpin, pengikut, dan situasi diuraikan dalam gambar berikut.

Definisi, Karakteristik, dan Psikologi Kepemimpinan 5_
Gambar 4 : Dampak dari Tipe Perilaku Pemimpin

Definisi, Karakteristik, dan Psikologi Kepemimpinan 6_
Gambar 5 : Hubungan Kausalitas antara Tipe-tipe dalam Proses Kepemimpinan

G. PENDEKATAN DALAM PENELITIAN KEPEMIMPINAN

Definisi, Karakteristik, dan Psikologi Kepemimpinan 7_
Gambar 6 : Perkembangan Penelitian Kepemimpinan

Keterangan :
  1. Trait Theory – “Leaders are born”
  2. Behavior – “Leadership potential can be trained”
  3. Power – influence
  4. Situational/kontingensi
  5. Integrative (Karismatik, Transformasional)

Bolden (2003) melakukan telaah studi mengenai kepemimpinan yang didasarkan pada kompetensi, menunjukkan bahwa awal studi kepemimpinan hamper semua berpusat pada karakteristik dan perilaku pemimpin yang sukses. Kehadiran teori kepemimpinan situasional ditanai dengan kontribusi Hersey dan Blanchard, Fiedler dan Vroom Yetton, diikuti studi kepemimpinan yang dihubungkan dengan situasi dan perilaku bawahan yang dipimpinnya (followership).

Kajian studi Bolden (2003) dalam Bangun dan Anggoro, 2012) dapat ditelaah lebih mendalam dengan melihat level analisis individu sampai level organisasi yang dipertegas oleh telaah Antonakis (dalam Bangun dan Anggoro, 2012) seperti terlihat dalam tabel berikut.

Tabel 2. Telaah Studi mengenai Kepemimpinan dari Masa ke Masa (Kajian Antonakis, dalam Bangun dan Anggoro, 2012)

Teori Kepemimpinan Keunikan Level Analisis
Teori “Great Man” Pemimpin dilahirkan dengan kehebatan sendiri Analisa individu
‘”Trait Theories” Pemimpin yang sukses memiliki keterampilan dan kekhususan sendiri Analisa individu
“Behavioral Theory” Pemimpin sukses dengan perilaku yang dapat dikembangkan Analisa individu dan kelompok
“Situational Theory” Pemimpin dapat dikembangkan dengan memperhatikan kecocokan gaya pemimpin sesuai dengan situasi Analisa individu dan kelompok
“Contingent Theory” Pemimpin dapat dikembangkan dan ditingkatkan efektifasnya sesuai dengan factor- Analisa individu, kelompok, dam organisasi
“Transactional Theory” Pemimpin dikembangkan dengan pola penerapan “exchange theory” Analisa individu, kelompok, dan organisasi
“Transformational Theory” Pemimpin dengan ciri khusus dapat dikembangkan Analisa individu, kelompok, dan organisasi
“Beyond Transactional and Transformational” Pemimpin dapat dikembangkan sesuai dengan tahapan situasi organisasi Analisa individu, kelompok, organisasi, dan “social capital”

H. PERSPEKTIF PSIKODINAMIKA

Essay dari Freud mengenai Group Psychology and the Analysis of the Ego, yang banyak dipengaruhi oleh buku ‘The Crowd’’ oleh Gustave LeBon (1895). Meskipun teori Freud ini tidak sepenuhnya diintegerasikan dengan baik, namun ia meyentuh elemen-elemen yang penting akan kepemimpinan. Dan teorinya ini menjadi dasar dari banyak teori kepemimpinan presiden modern. Freud sendiri lebih dikenal dengan teorinya yang bersifat individualisme, namun karyanya kali ini justru mereduksi sisi individualisme. Diinspirasi oleh karya dari Gustave LeBon, Freud menghasilkan teori yang penting mengenai kepemimpinan.

Teori kepemimpinan dari Freud ini mencakup:
  1. Pemikiran mengenai afektif yang kuat yang menjadi ikatan antara pemimpin dan pengikut, dan indentifikasi pengikut yang kuat dengan pemimpinnya.
  2. Pentingnya prototipe pemimpin dan kapasitas pemimpin untuk mempengaruhi kepercayaan, emosi, dan perilaku dalam skala yang luas yang diungkapkan melalui kata-kata yang jelas.
  3. Pentingnya perlakuan yang adil dan setara dari seorang pemimpin.

Banyak penelitian diadakan untuk melihat pengaruh kepemimpinan terhadap kelompok. Freud mengatakan bahwa dalam kelompok, orang menaruh diri mereka secara insting di bawah otoritas dari pemimpin. Mereka cenderung tidak berpikir, namun berbuat seperti apa yang diperintahkan seseorang yang sudah dianggap pemimpinnya. Baik pemimpin maupun pemikirannya digambarkan Freud sebagai “kekuatan yang misterius dan menarik”. Hal ini menjawab fenomena mengenai alasan sekelompok massa terlihat sangat mudah dipengaruhi, yang bahkan seolah tingkatan intelektual dan tanggung jawab mereka dapat direduksi. Freud membuat observasi lain mengenai kepemimpinan yang melengkapi keseluruhan perspektifnya. Bahwa manusia dipengaruhi warisan primitif mereka untuk mengikuti dan merespon pemimpin. Namun, pemimpin itu sendiri harus memiliki sejumlah kualifikasi. Mereka harus kuat, berkuasa, dan merepresentaikan kelompok secara ideal. Pemimpin harus mampu menyuarakan gagasan dengan kata-kata. Freud mengatakan bahwa pemimpin itu sendiri harus terlihat memiliki kepercayaan yang kuat akan idenya sendiri untuk membangkitkan kepercayaan massa terhadap idenya itu. Maka ide dari pemimpin, memiliki kuasa dan merupakan sumber kekuasaan yang penting. Suatu kutipan mengatakan “Massa tidak pernah benar-benar meminta kebenaran. Mereka meminta ilusi”. Singkatnya, pemimpin menurut Freud harus mewakili kelompok secara ideal dan kuat, dan harus mengekspresikan ide utama dari kelompok dengan cara yang kuat.


Sekian artikel tentang Definisi, Karakteristik, dan Psikologi Kepemimpinan.

Posting Komentar untuk "Definisi, Karakteristik, dan Psikologi Kepemimpinan"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email