Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian, Tujuan, dan Proses Konseling Menurut Para Ahli

Pengertian, Tujuan, dan Proses Konseling Menurut Para Ahli - Berikut penjelasan tentang pentingnya kesepakatan dan kotrak belajar yang saya peroleh dari Guru Kreatif. Meskipun tulisan ini dalam konteks pendidikan pada anak akan tetapi masih relevan dengan dunia pendidikan itu sendiri.

Peraturan di dalam proses belajar mengajar di kelas sangat mutlak diperlukan. Keberhasilan proses pembelajaran bahkan bergantung pada mampu tidaknya guru sebagai manajer kelas memberikan contoh sekaligus menjadi individu yang konsisten dalam menerapkan peraturan.

Kapan sebaiknya peraturan dibuat dan diberlakukan? Jawabannya adalah di hari pertama saat tahun ajaran baru dimulai. Jika tidak, maka kelas akan berjalan tanpa peraturan. Seperti halnya dalam kehidupan nyata, sebuah komunitas yang berjalan tanpa peraturan akan menyebabkan kekacauan dan membuat warga yang hidup didalamnya merasa tidak nyaman dalam beraktivitas.

Pengertian, Tujuan, dan Proses Konseling_
image source: www.klearminds.com

Di hari pertama tahun ajaran setelah anda memperkenalkan diri, segera libatkan anak untuk membuat peraturan kelas. Biasanya yang akan terjadi, anak akan muncul dengan banyak sekali ide mengenai peraturan kelas misalnya jangan menyakiti teman, tidak mencorat-coret kelas, tidak berteriak-teriak di dalam kelas dan lain-lain yang isinya cenderung sama dan senada. Anda bisa meringkas kemudian menyatukannya menjadi lima garis besar peraturan kelas. Peraturan yang terlalu banyak akan susah diingat dan mudah dilupakan. Dengan melibatkan siswa dalam proses pembuatan peraturan anda sudah mengusahakan kelas anda menjadi kelas yang demokratis.

Guru dalam hal ini tidak menjadi penguasa yang berhak menentukan segalanya. Sebuah peraturan yang dibuat bersama seluruh elemen kelas akan mempermudah guru dalam mengatur kelas serta mengingatkan mereka yang melanggar.

Prinsip terbesar dalam membuat peraturan didalam kelas adalah perlakukan orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan oleh orang lain.

Berikut ini adalah 5 garis besar contoh peraturan serta 1 contoh konsekuensi yang mungkin bisa anda jadikan ide saat membuat peraturan kelas.
  1. Dalam memperlakukan teman. Memperlakukan satu sama lain dengan hormat. Memperlakukan setiap orang sama dan adil. Menggunakan perilaku yang sopan dan baik. Saling tolong dan membantu satu sama lain. Perlakukan orang lain seperti kamu ingin diperlakukan. 
  2. Saat belajar dan berkomunikasi didalam kelas. Mengangkat tangan saat ingin bertanya atau menyampaikan ide. Menggunakan suara yang tidak terlalu keras saat berdiskusi dalam grup. Menggunakan bahasa yang tidak kasar dan menyakiti perasaan. 
  3. Dalam menyelesaikan masalah dikelas. Berpikir sebelum berbicara, apabila akan berbicara terlebih dahulu mengatakan apa perasaan mengenai tindakan orang lain pada kita, misalnya, “saya kecewa karena kamu tidak menghargai saya”. Apabila terpaksa tenangkan perasaan dahulu sebelum berbicara. Menyelesaikan permasalahan dengan cara yang tenang. Saat menyelesaikan konflik saling mendengarkan satu sama lain. 
  4. Peraturan saat berada didalam kelas. Tidak berlari di dalam kelas atau di area yang mempunyai atap. Masuk dan keluar kelas dengan tenang dan tidak mendorong-dorong teman.Peraturan demi keselamatan bersama. 
  5. Memperhatikan dan mengawasi satu sama lain. Memelihara peralatan milik sekolah. Mempergunakan tangan dan kaki sebagaimana mestinya. 
  6. Konsekuensi bagi yang melanggar. Diperingatkan. Nama ditulis di papan tulis, diberikan tanda dibelakang nama (bisa gambar muka cemberut untuk kelas rendah). Keluar dari kelas dengan waktu tertentu. Kontrak tertulis dengan siswa. Orang tua siswa dihubungi. 

Persiapan Awal tahun dengan Merancang Manajemen Kelas yang Positif

Kelas adalah tempat dimulainya seluruh proses pembelajaran di sekolah. Dari kelaslah, kita akan membangun karakter individu siswa dan anak didik. mereka juga akan mulai belajar berbagi dengan sesama, belajar bertoleransi, dan belajar bertanggungjawab. Maka, menyajikan kondisi kelas yang nyaman dan menyenangkan adalah langkah awal untuk memulai membangun komunitas sebuah kelas yang menyenangkan dan dinamis.

Di awal tahun, perlu adanya manajemen kelas yang positif, agar perjalanan selama satu tahun ke depan menjadi proses yang aktif, menyenangkan, membangun, dan dinamis.

Ada beberapa tips (dari banyak tips) untuk menciptakan manajemen dan suasana kelas yang positif :

1. Menentukan Target dan Tujuan Bersama
Duduklah bersama dalam suasana yang menyenangkan. Mulailah dengan komunikasi yang terbuka. Lalu, tanyakan kepada siswa apa yang mereka inginkan dari kelas ini. Apa yang mereka impikan dari kelas hebat ini?, Apa yang mereka inginkan terhadap teman dan suasana kelas?, dan apa prestasi yang ingin mereka raih?.
Arahkan pembahasan kepada bagaimana cara mewujudkan cita-cita kita semua? Menjadikan kelas sebagai tempat awal untuk mewujudkan cita-cita dan impian bersama akan memberikan dampak positif bagi anak. Mereka seharusnya berkata: inilah kelas impianku.
Bicarakan bersama dengan hangat agar satu sama lain saling mengetahui dan saling menghormati. Kemudian, mereka semua saling mendukung.


2. Buatlah Kontrak Belajar di Minggu Pertama
Ini semacam peraturan bersama. Buatlah kesepakatan bersama tentang peraturan kelas. Biarkan siswa dan guru membuat bersama-sama. Ketika peraturan ini akan dilakukan bersama, maka membuatnya pun harus ada kesepakatan bersama. Buatlah mereka bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri dan terhadap orang lain.

3. Buatlah Prosedur yang Jelas
Prosedur berbeda dengan peraturan. Prosedur seperti bagaimana seharusnya kita memasuki ruang kelas, menjaga barang milik sendiri, atau bagaimana cara izin apabila ingin melakukan sesuatu, dan seterusnya. Buatlah prosedur yang baik, lalu tumbuhkan kebiasaan agar menjadi karakter dan pribadi mereka.

4. Konsisten
Peraturan dan prosedur itu penting. Tapi tidak lebih penting dengan penegakannya. Setelah peraturan dan prosedur disepakati dan ditetapkan, maka konsistenlah dalam menegakkannya. Apabila tidak, imbalannya adalah tidak dihormatinya peraturan dan prosedur tesebut oleh siswa. Ingat, ketika satu kali saja guru tidak konsisten, apalagi melanggar, maka muncul di pikiran siswa bahwa saya juga boleh melanggarnya. dan suatu saat, dia akan mencoba melakukannya.
Maka, konsistenlah dalam menegakkan dan melakukan peraturan. Terutama di minggu dan bulan pertama. Karena, masa itulah masa pembentukan kebiasaan.

5. Penguat Kebaikan dan Kebenaran
Diperlukan adanya figur yang menguatkan kebaikan dan kebenaran. Ini sangat diperlukan terutama ketika ada konflik antar siswa. Atau juga ketika ada siswa yang melapor tentang pelanggaran yang dilakukan oleh temannya. Penguat kebaikan dan kebenaran ini akan menjadi payung bagi terlaksananya semua peraturan dan prosedur beserta penegakannya.

6. Bersikap Netral
Ketika ada yang bermasalah, jangan tanya "Kenapa kamu ambil pensil Sisy?", tapi tanyakan, "Apa yang terjadi, Ali?". Hati-hatilah dalam memilih kata. Karena setiap kata akan berdampak psikologis bagi siswa.
Bersikaplah netral dan selalu menjadi pendengar yang baik untuk mengambil keputusan.

7. Jadilah Teladan
Jadilah teladan untuk kebaikan, kreativitas, ketekunan, dan semua karakter baik lainnya. Siswa melihat apa yang kita lakukan. Mereka adalah peniru. Lakukan yang baik dan benar, lalau lihat apa yang terjadi.

Pengertian Konseling

Konseling adalah hubungan “membantu” di mana salah satu pihak (konselor) bertujuan meningkatkan kemampuan dan fungsi dari pihak lain (klien). Konseling adalah proses membantu seseorang untuk membantu dirinya sendiri, mengenali kekuatan dan kelebihannya, dan mengidentifikasikan sumberdaya yang tersedia untuk membantu mereka menyelesaikan permasalahannya dan membuat keputusan yang tepat.

Tujuan Konseling
  • Membantu seseorang menyelesaikan masalah dan mengembangkan keterampilan memecahkan masalah 
  • Membantu seseorang melewati masa-masa emosional dengan cara membangun ketahanan diri dan mengajarkan keterampilan coping
  • Ada realitas yang tidak bisa diubah dari kenyataan yang ada, jadi tujuan konseling adalah membantu seseorang mengembangkan keterampilan untuk hidup secara positif dengan kondisi yang ada sekarang ini 

Perbedaan Konseling dan Psikoterapi

Konseling
  • Klien orang sehat yang mengalami permasalahan psikologis 
  • Fokus konseling pada masa sekarang dan masa depan 
  • Masalah yang ditangani lebih ringan (mild). Contoh: gangguan percaya diri

Psikoterapi
  • Klien adalah orang yang mengalami gangguan mental 
  • Fokus psikoterapi masa lalu-sekarang-depan (tergantung teori) 
  • Masalah yang ditangani lebih berat (severe). Contoh: Gangguan Bipolar 

Persamaan Konseling dan Psikoterapi
  • Kerangka berpikir dan berpijak secara teoritis sama.
  • Tujuan yang sama yaitu membantu klien untuk menyelesaikan permasalahannya dan bertumbuh ke arah yang lebih baik lagi. 

Karakteristik Konselor
  • Congruence, empathy, unconditional positive regards (Rogers).
  • Spontanitas, fleksibilitas, konsentrasi, keterbukaan, stabilitas emosi, berkeyakinan untuk berubah, komitmen pada rasa kemanusiaan, totalitas, pengetahuan konselor (Comb, A).
  • Self-awarness, kesehatan psikologi yang baik, sensitivitas terhadap budaya orang lain, open-mindedness, objektivitas, kompetensi, trustworthiness (Hackney dan Cormier).

Masalah yang dihadapi konselor
  • Kebosanan 
  • Hostilitas dari klien (Transference)
  • Kesalahan dalam tugas: kesalahan dalam mendiagnosa, pendekatan yang tidak tepat, dsb.
  • Memanipulasi : uang, konselor membutuhkan afeksi 
  • Penderitaan: melompati penderitaan, cool detachment.
  • Hubungan yang berjarak 
  • Kelekatan emosional yang berlebihan

Posting Komentar untuk "Pengertian, Tujuan, dan Proses Konseling Menurut Para Ahli"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email