Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenis-Jenis Penelitian, Identifikasi Masalah dan Perumusan Masalah

Jenis-Jenis Penelitian, Identifikasi Masalah dan Perumusan Masalah - Riset atau penelitian merupakan suatu proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistematis, yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan, dan merevisi fakta-fakta. Penyelidikan intelektual ini menghasilkan suatu pengetahuan yang lebih mendalam mengenai suatu peristiwa, tingkah laku, teori, dan hukum, serta membuka peluang bagi penerapan praktis dari pengetahuan tersebut. Istilah ini juga digunakan untuk menjelaskan suatu koleksi informasi menyeluruh mengenai suatu subyek tertentu, dan biasanya dihubungkan dengan hasil dari suatu ilmu atau metode ilmiah. Kata ini diserap dari kata bahasa Inggris research yang diturunkan dari bahasa Perancis yang memiliki arti harfiah "menyelidiki secara tuntas".

Jenis-Jenis Penelitian

1. Penelitian eksperimen: riset yang sistematis untuk melihat pengaruh satu variable terhadap variable lainnya, dengan cara memberikan perlakuan untuk satu kelompok dan kelompok lainnya sebagai kelompok control. Karakteristik utama penelitian eksperimen adalah: manipulasi variable, control, penugasan random, perlakuan (treatment). Jenis eksperimen:
  • Eksperimen murni: desain pre-test dan post-test menggunakan kelompok control dengan penugasan Random dan mengontrol factor-faktor yang akan berpengaruh pada variable dependent. Contoh: eksperimen murni yang dilakukan oleh ahli kimia, atau dokter bedah.
  • Eksperimen kuasi: desain pre-test dan post-test menggunakan kelompok control dengan penugasan Random namun factor-faktor lainnya yang berpengaruh sulit di control.

2. Penelitian Deskriptif: penelitian yang menggunakan metode kuantitatif dalam mengganbarkan fenomena seperti adanya fenomena tersebut. Bukan bermaksud untuk memanipulasi atau mengontrol.
  • Penelitian korelasional : mengidentifikasikan hubungan antara variable-variable untuk melihat hubungan sebab-akibat
  • Penelitian observasi dan wawancara: mengidentifikasikan dan menggambarkan bagaimana sebuah fenomena terjadi

3. Penelitian dengan jumlah sample (N) yang kecil: sampel dengan jumlah sampel kurang dari 30 orang

Jenis-Jenis Penelitian, Identifikasi Masalah dan Perumusan Masalah_
image source: ec.europa.eu

Identifikasi dan Perumusan Permasalahan Penelitian

Memilih masalah penelitian adalah suatu langkah awal ari suatu kegiatan penelitian. Bagi orang-orang yang belum berpengalaman meneliti, menentukan atau memilih masalah bukanlah pekerjaan yang mudah, dan bahkan boleh dikatakan sulit. Dari mana masalah diperoleh? Yang jelas, masalah mesti merupakan bagian dari “kebutuhan” seseorang untuk dipecahkan. Orang ingin mengadakan penelitian, karena ia ingin mendapatkan jawaban dari masalah yang dihadapi. Masalah-masalah tersebut datang dari berbagai arah:
  1. Seorang guru menjumpai siswanya selalu melihat keluar jika sedang diajar. Kalau tidak, anak tersebut selalu melihat ke sana-kemari, dalam keadaan tidak tenang. Di ruang guru, terdengar keluhan yang sama dari guru lain. Anehnya anak tersebut selalu mendapat nilai baik dari pelajaran apa pun. Timbul keinginan guru-guru untuk mengadakan penelitian kasus terhadap anak tersebut.
  2. Seorang mahasiswa yang rajin mengunjungi perpustakaan membaca artikel tentang penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa di universitas lain, tentang suatu masalah yang menyangkut cara belajar yang efektif. Terdorong oleh keinginannya untuk mencapai hasil belajar yang efektif dari kawan-kawannya. Ia mencoba dan meneliti seperti yang telah dilakukan oleh mahasiswa yang dibaca di buku.

Dua contoh yang dikemukakan menjelaskan bagaimana sebuah masalah penelitian bisa diperoleh. Masalah dapat diperoleh dari kehidupan sehari-hari karena menjumpai hal-hal yang aneh atau didorong oleh keinginan mengingkatkan hasil kerja apa saja. Masalah juga dapat diperoleh dari membaca buku. Dapat juga masalah “diberi” oleh orang lain. Akan tetapi yang paling baik apabila datang dari dirinya sendiri karena didorong oleh kebutuhan memperoleh jawabannya. Dengan demikian penelitian akan berjalan sebaik-baiknya karena peneliti menghayati dan mendalami masalahnya.

Dari pengalaman membimbing mahasiswa, penulis melihat adanya kombinasi yang baik antara menemukan sendiri dengan “pemberian” pembimbing. Ketika mahasiswa ditanya apa yang menarik perhatian, misalnya menjawab: “masalah liburan”, pembimbing dapat memberikan arahan denganmemancing pemikiran mahasiswa melalui Tanya jawab. Dengan demikian mahasiswa merasa puas dan memahami masalah karena muncul dari pemikiran sendiri.

Masalah dan Judul Penelitian

Telah disebutkan bahwa penelitian akan berjalan sebaik-baiknya jika peneliti menghayati masalah. Dia tentu akan lebih senang menggarap masalah yang dihayati daripada yang tidak. Memang untuk bekerja baik permasalahannya harus menarik perhatian peneliti. Masalah atau permasalahan peneltian dapat dilihat dari rumusan judulnya.

Di samping menarik, peneliti harus memikirkan masalah-masalah lain. Menarik saja belum cukup menjamin terlaksananya penelitian. Ada kalanya peneliti sangat ingin mencari jawaban atau sesuatu masalah tetapi faktor-faktor lain tidak memungkinkan pelaksanaannya.

Secara singkat dapat dikemukakan di sini bahwa faktor-faktor kondisi tersebut ada yang bersumber dari diri peneliti maupun dari luar. Apabila disarikan ada empat hal yang haru dipenuhi bagi terpilihnya masalahatau judul penelitian, yaitu harus sesuai dengan minat peneliti, harus dapat dilaksanakan, harus tersedia faktor-fktor pendukung dan harus bermanfaat. Dua hal yang pertama bersumber dari peneliti (faktor intern) dn dua terakhir bersumber dari luar peneliti (faktor ekstern).

1. Peneliti harus sesuai dengan minat peneliti. Meneliti bukannya pekerjaan mudah. Kegiata ini harus betul-betul diniati. Apabila permasalaahn atau judulnya tidak sesuai dengan minat, maka peneliti tidak akan bergairah untuk melaksanakannnya. Jika tidak, dapat diduga bahwa hasilnya tidak akan baik, bahkan boleh jadi terhenti karenanya. Sebaliknya apabila peneliti memang berminat, akan melakukannyadengn tekun dan tidak mudah putus asa apabila menjumpai kesulitan.

Faktor minat ini kelihatannya tidak normal dan bersifat sangat subjektif. Namun demikian biasanya faktor ini berkaitan erat dengan hal yang bersifat formal, yaitu keahlian. Bagi peneliti yang bukan mahasiswa atau peneliti pemula, selain minat secara etis dipersyaratkan bahwa masalah yang diteliti harus sesuai dengan bidang keahliannya. Di samping hasilnya akan lebih baik, manfaat lain adalah pertanggungjawaban ilmiah.

2. Penelitian dapat dilaksanakan. Ada empat hal sebagai pertimbangan penelitian dapat dilaksanakan atau tidak, ditinjau dari diri peneliti yaitu:
  • Peneliti mempunyai kemampuan untuk meneliti masalah itu, artinya menguasai teori yang melatarbelakangi masalah dan menguasai metode untuk memecahkannya.
  • Peneliti mempunyai waktu yang cukup sehingga tidak melakukannya asal selesai
  • Peneliti mempunyai tenaga untuk melaksanakan, dalam arti cukup kuat fisiknya untuk merencana,menyusun laporannya.
  • Peneliti mempunyai dana secukupnya untuk biaya transportasi, alat tulis-menulis, biaya foto kopi dan lain-lain.

3. Tersedia faktor pendukung. Yang dimaksud sebagai faktor pendukung yang bersumber dari luar peneliti antara lain:
  • Tersedia data sehingga pertanyaan penelitian dapat dijawab. Sebagai misal peneliti lain mengetahui bagaimanakah rasanya hidup di dalam tanah, sedangkan untuk mencobanya seolah-olah tidak mungkin.
  • Ada izin dari berwewenang. Banyak hal yang menarik untuk diteliti tetapi peneliti dibatasi oleh peraturan-peraturan, mungkin menyangkut masalah politik, keamanan, ketertiban hukum dan sebagainya.

4. Hasil penelitian bermanfaat. Penelitian bukan pekerjaan yang mudah, untuk apa kegiatan tersebut dilakukan jika tidak menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Kita meneliti bukan karena untuk mahir dalam meneliti, tetapi ingin menyumbangkan hasil penelitian untuk kemajuan ilmu pengetahuan, mengingkatkan efektifias kerja atau mengembangkan sesuatu. Oleh karena itu setiap peneliti, baik mahasiswa yang sedang menyusun skripsi ataupun peneliti lain harus siap untuk menjawab “apakah manfaat penelitian anda?”

Jenis Permasalahan

Secara garus besar, peneliti mempermasalahkan femomena atau gejala atas 3 jenis:
  1. Problem untuk mengetahui status dan mendeskripsikan fenomena. Sehubungan dengan jenis permasalahan ini terjadilah penelitian deskrpitif, penelitian historis dan filosofi.
  2. Problema untuk membandingkan dua fenomena atau lebih
  3. Problema untuk mencari hubungan antara dua fenomena. Korelasi sejajar dan korelasi sebab-akibat

Merumuskan Judul

Ada orang berpendapat bahwa sebaiknya judul penelitian ditulis selengkap mungkin sehingga dengan membaca judul dapat diketahui kehendak peneliti dengan kegiatannya itu. Sebaliknya, orang lain berpendapat bahwa judul penelitian sebaiknya sesingkat mungkin. Jika pembaca inign dtahu apa yang dimaksud lebih lanjut harus membaca pembagian lebih lanjut. Judul penelitian mencakup:
  1. Sifat dan jenis penelitian
  2. Objek yang diteliti
  3. Subjek penelitian
  4. Lokasi/ daerah penelitian
  5. Tahun/waktu terjadinya peristiwa

Manfaat Studi Pendahuluan

Di dalam mengadakan studi pendahuluan mungkin diketemukan bahwa orang lain sudah berhasil memecahkan masalah yang ia ajukan sehingga tidak ada gunanya bersusah payah menyelidiki. Mungkin juga ia mengetahui hal-hal yang relevan degan masalahnya sehingga memperkuat keinginannya untuk meneliti karena justru orang lain juga masih memasalahkan. Apabila ada orang lain yang menyelidiki masalah yang hampir sama atau belum terjawab persoalannya, calon peneliti dapat mengetahui metode apa yang digunakan, hasil-hasil apa yang telah dicapai, bagian mana dari penelitian itu yang belum terselesaikan, faktor-faktor apa yang mendukung dan hambatan apa yang telah diambil untuk mengatasi hambatan pentelitiannya.

Dengan telah mengadakan studi pendahuluan, maka boleh jadi dapat dihemat banyak tenaga dan biaya, di samping bagi calon penleiti tersebut menjadi lebih terbuka matanya, menjadi lebih jelas permasalahannya.

Selanjutnya Dr. Winarno dikatakan bahwa setelah studi eksplorasi ini peneliti menjadi jelas terhadap masalah yang dihadapi, dari aspek historis, hubungnanya dengan ilmu yang lebih luas, situasi dewasa ini dan kemungkinan-kemungkinan yang akan datang dan lain-lainnya.
  1. Mengetahui dengan pasti apa yang akan diteliti
  2. Tahu di mana/kepada siapa informasi dapat diperoleh
  3. Tahu bagaimana cara memperoleh data atau informasi
  4. Dapat menentukan cara yang tepat untuk menganalisa data
  5. Tahu bagaimana harus mengambil kesimpulan serta memanfaatkan hasil

Sebagai pedoman perlu tidaknya atau dapat tidaknya penelitian dilaksanakan, peneliti harus ingat empat hal yang sudah diutarakan di depan

1. Apakah judul penelitian yang akan dilakukan benar-benar sesuai dengan minatnya? Apakah peneliti memang akan senang melaksanakan karena menguasai permasalahannya? Pertanyaan ini penting untuk dijawab karena minat, perhatian, penguasaan pemecahan maslaah merupakan modal utama dalam meneliti. Sebagai contoh mungkin terjadi demikian. Mula-mula peneliti berminat meneliti masalah anak berkelainan bicara. Sesudah mengadakan studi pendahuluan diketahui bahwa sangat sulit mengumpulkan data karena anak itu sendiri sukar diajak bicara, orang tuanya tidak bersikap terbuka dankurang sekali literature yang mendukung. Semangat meneliti kemudian mengendor, sebelum melanjutkan niatnya sebagai calon peneliti ini mempertimbangkan sekali lagi apakah ia memang masih berminat terhadap permasalahan anak berkelainan bicara tersebut.

2. Apakah penelitian ini dapat dilaksanakan? Banyak sekali faktor-faktor yang menyebabkan seorang peneliti tidak dapat melaksanakan rencananya. Faktor-faktor tersebut antara lain: kemampuan waktu, tenaga dan dana. Misalnya saja seorang mahasiswa yang akan menyusun skripsi bermaksud meneliti pengelolaan perusahan-perusahaan rokok kretek. Dari studi pendahuluan diketahui bahwa untuk dapat bertemu pimpinan untuk tidak menemuinya. Pada hari tertentu ia sedanga ada tamu penting dan terhormat. Kali lain lagi ia sangat lelah karena baru selesai mengikuti seminar. Dengan pengalaman studi pendahuluan mahasiswa tahu bahwa judul skripsi dan permasalahan penelitian harus diganti karena mahasiswa tersebut terikat pada masa studi yang terbatas. Jika pelaksanaan penelitiannya harus mundur maka dikhawatirkan waktu batas meneliti segera habis. Di samping itu dana untuk berkali-kali datang ke lokasi akan cukup banyak.

3. Apakah untuk penelitian yang akan dilakukan tersedia faktor-faktor pendukung? Di bagian terdahulu sudah dijelaskan bahwa data yang akandikumpulkan harus ada. Sebagai misal tambahan peneliti sudah merumuskan judul penelitian, sudah disediakan dana, sudah mengurus izin dan berhasil. Yang menjadi permasalahan penelitian adalah bagaimana sikap remaja di desa K terhadap program kejar paket A. Dari studi pendahuluan diketahui bahwa di desa K tidak cukup terdapat remaja karena sebagian besar anak usia SD atau yang tidak tamat pergi ke kota untuk mencari pekerjaan disebabkan karena keadaan sosial ekonomi penduduk rendah. Mereka meninggalkan tempat tinggal dalam jangka waktu yang cukup lama. Dengan demikian maka penelitian ini tidak dapat diteruskan.

4. Apakah hasil penelitian cukup bermanfaat? Misalnya peneliti ingin mengetahui perbedaan efektifitas pengajarna modul dibandingkan dengan pengajaran klasifikasi. Daris tudi pendahuluan yakni membaca buku-buku diperpustakaan diketahui bahwa sudah ada beberapa laporan penelitian yang menjelaskan bagaimana efektifitas pengajaran modul, baik secara terpisah maupun dibandingkan dengan pengajaran system lain. Dengan emikian calon peneliti sudah memperoleh jawaban atas pertanyaan walaupun belum melaksanakan penelitiannya. Dalam keadaan seperti ini mau tidak mau calon peneliti tersebut harus mengurungkan niatnya.

Cara Mengadakan Studi Pendahuluan
  1. Paper: dokumen, buku-buku, majalah, atau bahan tertulis lainnya baik berupa teori, laporan penelitian atau penemuan sebelumnya.
  2. Person: bertemu, bertanya dan berkonsultasi dengan para ahli atau manusia
  3. Place: tempat, lokasi atau benda-benda yang terdapat ditempat penelitian. Seseorang yang berhasarat besar untuk mengadakan penelitian ke daerah pedalaman, mungkin mengurungkan niatnya setelah mengadakan peneltian pendahuluan, karena ternyata daerah yang akan dikunjungi terlalu sulit untuk dicapai sehingga tidak akan seimbang antara biaya yang dikeluarkan dengan hasrat yang akan dicapai.

Merumuskan masalah

Sebelum seorang peneliti memulai kegiatannya meneliti, harus memulai membuat rancangan terlebih dahulu. Rancangna diberi nama desain penelitian. Ada yang menyebutnya dengan istilah proposal penelitian atau usulan penelitian. Sebenarnya desain dan prosposal tidaklah sama. Desain penelitian adalah rencana atau rancangan yang dibuat oleh peneliti, sebagai ancar-ancar kegiatan, yang akan dilaksanakan.

Di dalam desain penelitian sekurang-kurangnya termuat: judul penelitian, pengasan masalah, alasan mengadakan penelitian, tujuan penelitian, kegunaan hasil penelitian, landasan teori, penelaahan kepustakaan metodologi, langkah-langkah jadwal kerja, dan pembiayaan.

I. Penegasan judul: sehubungan dengan kurang lengkapnya rumusan judul penelitian, maka mahasiswa melengkapinya dengan penegasan judul. Dengan demikian menjadi jelas apa yang akan diteliti, dari mana data diperoleh, bagaimana data diperoleh, bagaimana mengumpulkan data, bagaimana menganalisa data dan sebagainya.

II. Alasan pemilihan judul: di dalam bagian ini diharapkan peneliti menuliskan sebab-sebag ia memilih judul atas permasalahan tersebut. Alasan-alasan yang dapat dikemukakan antara lain:
  • Pentingnya masalah tersebut diteliti karena akan membantu pelaksanaan kerja yang lebih efektif misalnya, atau akan dicari pemecahannya karena berbahaya apabila tidak. Jadi pentingnya diadakan penelitian.
  • Menarik minat peneliti karena dari pengalamannya peneliti mendapatkan gambaran bahwa hal itu sangat menarik
  • Sepanjang pengetahuan peneliti belum ada orang yang meneliti masalah tersebut.
  • Alasan pemilihan judul yang paling tepat adalah adanya kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan apa yang terjadi

III. Problematik. Problematik penelitian adalah bagian pokok dari suatu kegiatan penelitian. Langkahnya disebut perumusan masalah atau perumusan problematik. Di dalam langkah ini peneliti mengajukan pertanyaan terhadap dirinya tentang hal-hal yang akan dicari jawabannya melalui kegiatan penelitian.

IV. Tujuan Penelitian. Apabila problematik penelitian dikemukakan dalam kalimat pertanyaan, maka tujuan penelitian dirumuskan dalam kalimat pernyataan. Tujuan penelitian adalah rumusan kalimat yang menunjukkan adanya sesuatu hal yang diperoleh setelah penelitian selesai.

V. Manfaat Penelitian. Rumusan tentang kegunaan hasil penelitian adalah kelanjutan dari tujuan penelitian. Apabila peneliti telah selesai mengadakan penelitian dan memperoleh hasil, ia diharapkan dapat menyumbangkan hasil itu kepada Negara, atau khususnya kepada bidang yang telah diteliti.


Posting Komentar untuk "Jenis-Jenis Penelitian, Identifikasi Masalah dan Perumusan Masalah"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email