Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian, Kegunaan, dan Tujuan Wawancara Beserta Contoh

Pengertian, Kegunaan, dan Tujuan Wawancara Beserta Contoh Wawancara merupakan salah satu metode yang cukup handal dan sering digunakan dalam rangka menggali data dan informasi yang dibutuhkan untuk tujuan pemeriksaan psikologis. Secara umum, wawancara memiliki karakteristik yang hampir sama dengan interaksi sosial yang akrab, percakapan, diskusi ataupun presentasi, namun memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Pengertian, Kegunaan, dan Tujuan Wawancara Beserta Contoh_
image source: www.snagajob.com
baca juga: Pengertian Wawancara Menurut Para Ahli Beserta Contoh

ELEMEN PENTING WAWANCARA

1. Interkatif
Wawancara adalah interaktif karena adanya pertukaran atau pembagian, sebuah peran, tanggung jawab, perasaan, kepercayaan, motif, dan informasi. Dalam proses wawancara ada orang yang mewawancarai dan ada orang yang diwawancarai.

Wawancara merupakan aktivitas yang saling menguntungkan dan membutuhkan. Wawancara tidak akan berjalan dengan baik jika salah satu pihak tidak menghargai usaha pihak lain. beberapa wawancara tidak akan berhasil jika salah satu pihak tidak mau berbagi perasaan, kepercayaan, motif, dan informasi. 

2. Proses
Sebuah proses adalah interaksi beragam variabel yang dinamis, terus-menerus, dalam tingkatan sistem atau struktur. Dalam berinteraksi, semua pihak memberikan energy yang berkeinginan untuk mencapai sebuah tujuan. Interaksi komunikasi tidak bersifat statis. Peranan dapat berganti, ada pertukaran informasi, penyampaian perasaan, dan motif menghasilakn reaksi dan mengacu pada are atau informasi baru yang mungkin saja tidak terduga. Wawancara merupakan sesuatu yang kompleks, dan terdapat suatu proses yang dapat berubah-ubah.
3. Pihak
Wawacara adalah sebuah proses dyadic (dua pihak). Dalam setiap situasi, selalu ada du pihak—pihak pewawancara dan pihak yang diwawancarai. Jika ada lebih dari dua pihak yang terlibat maka yang terjadi adalah sebuah interaksi kelompok bukan sebuha wawancara.
4. Tujuan
Sebuah wawancara harus memiliki tujuan dan struktur tingkatan. Setidaknya satu dari dua pihak harus datang saat wawancara dengan suatu tujuan penting—selain kesenangan—dan niat untuk fokus pada tujuan. Determinasi dan keseriusan tujuan ini membedakan wawancara dari perbincangan sosial atau informal, pertemuan tidak terduga dengan kawan pinggir jalan. Saat perbincangan biasa jarang direncanakan sebelumnya, sedangkan wawancara harus memiliki tahap persiapan rencana dan struktur. 

5. Pertanyaan
Pertanyaan adalah alat wawancara untuk mendapatkan informasi, mengecek akurasi pengiriman pesan dan penerimaan, meneliti impresi dan asumsi, serta memprofilasi perasaan dan pikiran.

Sebuah wawancara adalah proses interaksi komunikasi ntara dua pihak, setidaknya salah satunya memiliki tujuan serius yang melibatkan tanya jawab dari sebuah pertanyaan.

BENTUK TRADISIONAL WAWANCARA

Wawancara Memberi Informasi
Dalam wawancara pemberian informasi tujuan utamanya adalah saling bertukar informasi secara akurat dan efektif.

Wawancara Mengumpulkan Informasi
Pewawancara memiliki tujuan tertentu untuk mengumpulkan keakuratan, kedalaman, dan informasi berguna melalui variasi teknik pertanyaan, banyak dibuat dan dipersiapkan secara matang sebelum wawancara.

Wawancara Seleksi
Bentuk umum dari wawancara seleksi mengambil tempat antara perekrutan yang sedang menyeleksi pelamar potensial untuk posisi dalam organisasi dan pelamar yang berusaha mendapatkan posisi tersebut.

Meninjau Perilaku Responden
Kedua belah pihak fokus pada keahlian, prestasi, kemampuan atau sikap, mereka ambil bagian dalam ulasan kinerja terjadwal atau diluar acar (yang dulu umum disebut sebagai wawancara penilaian tahunan atau setengah tahunan). Penekanannya pada pembinaan mahasiswa, karyawan atau anggota tim untuk melanjutkan sesuatu yang baik dan untuk menetapkan tujuan kinerja masa depan.

Meninjau Perilaku Pewawancara
Dalam bentuk wawancara, penekanannya pada perilaku pewawancara, kinerja, atau sikap. Perilaku pewawancara sangat penting contohnya dalam hubungan konsumen dengan pekerja bagian pelanggan.

Persuasif
Wawancara persuasif terjadi setiap kali salah satu pihak berupaya mengubah atau memperkuat pemikiran, perasaan atau tindakan pihak lain. wawancara persuasive dalam bentuk informal mungkin seperti seorang teman yang berusaha membujuk teman lain untuk menghadiri sutau acara, atau dalam bentuk formal seorang pengembang property membujuk pasangan suami isteri untuk membeli rumah proyeknya.

BENTUK WAWANCARA NONTRADISIONAL

Wawancara yang Terfokus pada Kelompok
Diperkenalkan pada 1930 dan digunakan tahun 1940. Lalu kemudian dikembangkan dan disempurnakan selama 20 tahun terakhir untuk mengumpulkan informasi kualitatif diberbagai bidang. Terdiri atas sekelompok kecil orang (biasanya 6 atau 12) sebagai pihak yang diwawancarai dan pewawancara. Penekanan dalam grup fokus wawancara adalah pada pendapat, wawasa, dan respons yang diperoleh dari mendegarkan hati-hati dan perekaman yang dapat menghasilkan hipotesis penelitian, merangsang ide-ide baru dan kreativitas, dan menganalisis masalah potensial.

Bentuk wawancara kelompol unik karena melibatkan interaksi antara responden maupun pewawancara dan interaksi ini ditingkatkan menghasilkan berbagai informasi dan pendapat yang berbeda dari sebuah wawancara dengan diwawancarai tunggal. Pewawancara harus terampil, tidak hanya dalam mendengar jawaban, tapi juga untuk interaksi dan meminta keterbukaan, pertanyaan menyelidik, tapi menarik keluar para anggota kelompok yang mungkin ragu-raagu mengekspresikan atau mempertahankan pendapat.

Wawancara Telepon
Dengan penemuan telepon, wawancara tidak lagi harus dilakukan dengan bertatap muka. Mereka dapat disebut wawancara telingan-ke-telinga. Mereka menggunakan konferensi telepon sebagai cara mengaktifkan beberapa orang untuk bertanya dan mendengar jawaban dari staf dan klien di berbagai lokasi, tersebar di wilayah geografis yang luas.

Masalah utama pada wawancara telepon adalah kurangnya kehadiran (tatap muka) kedua pihak. Mendengar suara tidak sama dengan mengamati responden, penampilan, cara, kontak mata, gerakan wajah, dan postur.

Satu penelitian membuktikan pewawancara tidak suka wawancara telepon dan sikap ini dapat mempengaruhi cara responden menjawab. Dan terkadang orang mungkin merasa gelisah saat membahas isu-isu sensitive dengan orang asing yang tidak dapat ia lihat wajahnya dan sulit untuk membuat jaminan kerahasiaan yang meyakinkan bila tidak bertatap muka.

Wawancara Konferensi Video
Pada akhir 1990-an, survey menunjukkan 82 persen perusahaan telah menggunakan atau berencana menggunakan teknologi konferensi video dalam melakukan wawancara perekritan karena lebih murah, memungkinkan satu pihak untuk melihat pihak lainnya, dan dapat dilakukan secara global. Meskipun teknologi ini tampaknya akan menjadi sebaik “wawancara tatap muka” tetap saja ada perbedaan yang signifikan dari wawancara tatap muka.

Karena sinyal visual terbatas pada bagian atas atau wajah peserta atau gambaran kelompok dalam pihak wawancara, isyarat nonverbal menjadi lebih sedikit dan sulit untuk berinteraksi secara bebas dan alami dengan orang-orang dilayar.

Satu penelitian menunjukkan pewawancara menyukai konferensi video karena mereka dapat diam-diam membuat catatan lebih kanjut, melihat jam tangan mereka atau melihat resum tanpa mengganggu aliran wawancara. Disisi lain, mereka juga mengalami kesulitan membaca perilaku nonverbal seperti ekspresi wajah, kontak mata, dan melihat kegelisahan yang mungkin dapat menimbulkan penilaian yang menguntungkan atau tidak menguntungkan.

Ikuti saran agar wawancara lebih efekif dan menyenangkan :
  • Berbicara dengan lantang sehingga dapat didengar dengan mudah.
  • Berpakaian konservatif dengan warna yang senada.
  • Jaga kontak mata agar selalu melihat ke arah kamera.
  • Batasi gerakan yang tidak berguna.
  • Bersiaplah memberi jeda antara pertanyaan dengan tanggapan.
Wawancara E-mail
Telah memungkinkan banyak orang untuk membuat pertanyaan, mengirim dan menerima informasi, serta membahasa masalah setiap saat, siang ataupun malam, dan hampir dimana saja didunia. Tetapi apakah interaksi multi-pihak ini berarti hanya sebuah surat elektronik daripada wawancara ? jika dua pihak yang menggunakan internet berinteraksi dalam waktu bersamaan, sehingga benar-benar terjadi interaksi, hal tersebut memenuhi definisi kita tentang wawancara.

Ada beberapa kelemahan serta kekuatan didalam wawancara e-mail, salah satu hambatannya adalah keengganan salah satu pihak untuk mengetik jawaban yang seharusnya lebih mudah mereka berikan secara langsung atau melalui telepon, kesulitan saat pembukaan wawancara (kesalahan saat memulai), membangun hubungan dengan responden, menentukan reaksi emosional, dan menterjemahkan simbol-simbol yang tidak biasa da akronim responden dapat digunakan dengan pengurangan biaya dan waktu, perbedaan geografis dan individu yang lebih luas, kurangnya tingkat pengungkapan diri—karena tingkat yang anonimitas yang lebih besar, penghapusan gangguan wawancara,kemudahan menyelidik kedalam jawaban, kemudahan transkiping jawaban, dan efesiensi analisis data.

Wawancara Virtual
Wawancara vitual mendapakan banyak perhatian, tetapi makna dan penggunaannya tergantung pada cara seseorang atau organisasi dalam mengartikan istilah tersebut. Terlepas dari maknanya, kebanyakan wawancara virtual menggunakan beberapa bentuk sarana elektronik. Mereka menekankan bahwa pelamar harus melakukan wawancara secara serius seolah-olah itu merupakan hal yang nyata dan memperhatikan pakaian, bahasa tubuh, postur, tata karma, dan kontak mata, serta merespon pertanyaan dengan benar, lancar dan percaya diri. Pemohon melanjutkan untuk menjawab serangkaian pertanyaan wawancara kerja khas dengan memilih jawaban yang benar dari sesi yang disediakan untuk masing-masing. Mereka diberitahu jika mereka memilih jawaban yang salah dan mengapa salah.

Wawancara virtual lebih murah secara ekonomi dan perekrutan tidak perlu menghabiskan waktu bepergian ke lokasi diseluruh negeri. Berikut merupakan saran penting untuk pelamar dalam wawancara vitual :
  • Berbicaralah dalam durasi seperti saat anda melakukan wawancara telepon.
  • Hindari kata slang dan kiasan.
  • Jangan coba memamerkan keterampilan atau menggunakan anda secara menyeluruh.
  • Dan bertindaklah professional meski anda sedang menggunakan pakaian santai.


Posting Komentar untuk "Pengertian, Kegunaan, dan Tujuan Wawancara Beserta Contoh"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email