Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tahap Tahapan dan Langkah Dalam Melakukan Wawancara

Tahap Tahapan dan Langkah Dalam Melakukan Wawancara - Proses wawancara dimulai dengan dengan menata struktur wawancara agar tujuan utama tercapai. Saat pewawancara memiliki tujuan wawancara, biasanya pewawancara langsung mencatat beberapa pertanyaan.

Akan sangat efektif jika panduan wawancara dibuat terlebih dahulu. Panduan wawancara adalah sebuah garis besar yang disusun secara seksama, mencakup garis besar topik dan subtropik yang akan dibahas selama wawancara. Panduan wawancara bukanlah daftar pertanyaan. Sebuah panduan akan membatu dalam mengembangkan bagian tertentu dalam pertanyaan penyelidikan.

Struktur dapat menjamin cakupan dari semua topik penting dan mencegah melupakan hal penting selama wawancara. Panduan juga dapat menyarankan pertanyaan menyelidik dan membedakan informasi yang relevan dan tidak. Hal ini tentunya akan membantu dalam pencatatan jawaban dan memudahkan ingatan di kemudian hari.

Tahap Tahapan dan Langkah Dalam Melakukan Wawancara_
image source: www.addictioncounselingdegree.com
baca juga: Jenis-Jenis Wawancara Beserta Contoh Menurut Para Ahli

Tahapan Wawancara

Apapun tujuan dan bentuknya, wawancara memiliki tiga bagian utama, yaitu:
  1. The opening / Pembukaan
  2. The body / Isi
  3. The closing / Penutupan


Urutan garis besar meliputi:

1. Urutan topik
Urutan topik secara alami akan mengikuti pembagian suatu permasalahan atau isu pokok.

Ada 6 kata kunci pewawancara dalam bidang jurnalis: siapa, kapan, dimana, bagaimana, mengapa.

2. Urutan waktu
Urutan waktu memperlakukan topik atau bagian topik dalam urutan kronologis

3. Urutan ruang
Urutan ruang dapat mengatur topik melalui pembagian ruang, kir kekanan, atas ke bawah, lingkungan ke lingkungan.

4. Urutan sebab akibat
Urutan sebab akibat mengeksplorasi sebab akibat

5. Urutan solusi masalah
Terdiri atas tahap masalah dan solusi.

Skenario Perencanaan Wawancara

Wawancara dapat dilakukan secara terencana maupun tidak terencana

1. Wawancara Tidak Terencana
wawancara tidak terencana menjadi sangat tidak tepat ketika wawancara berlangsung singkat, terdapat perbedaan yang signifikan antara responden dan informasi, responden sulit ditemui, memiliki ingatan yang buruk, dan waktu persiapan yang sedikit.

Sebuah wawancara tidak terencana memberi kebabasan tidak terbatas untuk menggali jawaban dan beradaptasi dengan responden dan situasi yang berbeda karena ini merupakan jadwal wawancara paling fleksibel. Namun, wawancara tidak terencana membutuhkan keterampilan yang cukup tinggi dansulit untuk meniru dari satu wawancara ke wawancara yang lain. Suatu wawancara tidak terencana biasanya kesulitan untuk mengontrol batas waktu. Seringkali, bias pewawancara mempenagaruhi.

2. Wawancara Cukup Terencana
sebuah wawancara cukup terencana berisi semua pertanyaan besar dengan kemungkinan pertanyaan menyelidik dibawah masing-masing pertanyaan. Kalimat dan frase dalam panduan menjadi inti pertanyaan.

Layaknya wawancara tidak terencana, wawancara cukup terencana juga memungkinkan kebebasan untuk menggai jawaban dan beradaptasi dengan responden yang berbedam tetapi jugan memperlakukan tingkatan struktur, menggunakan alat bantu seperti perekam, dan lebih mudah untuk melakukan replikasi wawancara. Seorang pewawancara tidak perlu membuat pertanyaan di tempat, akan tetepi pertanyaan tersebut telah dipikirkan sebelumnya, dan dikerjakan dengan cermat. Untuk membuat wawancara berjalan dengan baik, maka membuat pertanyaan yang jelassesuai pada topik. Jurnalis, tenaga medis dan polisi.

3. Wawancara Sangat Terencana
Sebuah wawancara sangat terencana menggunakan semua pertanyaan yang telah disiapkan secara persis sama seperti yang tertulis saat wawancara berlangsung. Hal ini dapat dipastikan tidak ada peruabhan kata, pertanyaan menyelidik, atau penyimpangan dari jadwal. Pertanyaan selesai secara mengalir, sehingga responden dapat memberikan jawaban singkat dan spesifik.

Wawancara sangat terencana sangat mudah untuk ditiru dan dilakukan, panjang waktu dapat ditentukan secar tepat, dan mencagah kedua belah pihak untuk tidak keluar dari daerah-daerah yang tidak relevan atau menghabiskan waktu terlalu banyak pada satu atau dua topik tertentu. Fleksibilitas dan adaptasi bukanlah pilihan, tetapi pertanyaan yang menyelidik harus direncanakan dengan tepat.

Berikut merupakan contoh pertanyaan dalam wawancara Sangat terencana. Peneliti dan pengambil survei menggunakan jenis wawancara sangat terencana sebagai berikut:

I. Masalah apa yang menurut Anda Paling mencemaskan karenan adanya resesei ekonomi?
  • Kenapa masalah tersebut mencemaskan Anda?
  • Kapan Anda menjadi sangat khawatir terhadap masalah ini?
  • Bagaimana pendapat Anda pemerintah harus mengatasi masalah yang Anda Cemaskan?
  • Bagaimana pendapat Anda tentang tindakan yang dilakukan pemerintah daerah?

II. Apakah anda percaya masalah tersebut dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk dalam 12 bulan kedepan?
  • Jika membaik, kenapa Anda merasa menjadi memabik?
  • Jika memburuk, kenapa anda merasa hal tersebut menjadi lebih buruk?

III. Seolusi apa yang diberikan oleh pemerintah, ahli ekonomi, dan partai politik yang bagus menurut Anda?
  • Kenapa anda merasa seperti itu?
  • Bagaimana sikap Anda dengan solusi yang dilakukan selam a3 bulan ini?
  • Apa yang membuat Anda berubah pikiran?

4. Wawancara Sangat Terencana dan Standarisasi
Sebuah wawancara sangat terencana dan terstandarisasi adalah wawancara yang benar-bnar terencana dan terstruktur. Semua pertanyaan dan pilihan jawaban yang dinyatakan dalam kata-kata identik kepada responden, yang kemudian memilih jawaban yang telah disediakan. Tidak ada penyimpangan dari jadwal waktu oleh salah satu pihak. Wawancara sangat terencana dengan standarisasi sangat mudah untuk dilakukan, direka, disimpulkan, dandireplikasi, bahkan seorang pewawancara baru pun dapat melakukannya. Namun demikian, sifat informasinya terbatas. Dan hanya dapat menyelidik dari pilihan jawaban. Adanya bias dari pewawancara dapat lebih buruk dari bias yangkebetulan yang ditemukan seperti dalam wawancara tidak terencana atau wawancara cukup terencana.

Peneliti dan pengambil survei harus menggunakan wawancara sangat terencana dengan standarisasi karena mereka harus mendapatkan hasil yang sama ketika wawancara diulang oleh beberapa pihak wawancara.

Berikut adalah salah satu contoh wawancara sangat terstandarisasi

I. Solusi apa yang menurut anda tepat untul masalah ekonomi yang terjadi saat ini?

  • Bahan bakar tanaman
  • Tenaga Angin
  • Tenaga nuklir
  • Mengebor area belantara
  • Tenaga Matahari

II. Apakah solusi tersebut dapat terjadi dalam waktu 5 tahun kedepan?
  • Akan segera menyusul
  • Sepertinya akan terwujud
  • Tidak tahu
  • Tidak terwujud
  • Tidak akan terwujudkan
  • Tidak akan pernah terwujudkan

III. Siapa yang menurut Anda akan mewujudkan solusi tersebut?
  • Pemerintah
  • Perusahaan Minyak
  • Yayasan Pribadi
  • Perusahaan Energi
  • Gabungan

IV. Bagaimana solusi ini harus dihadapi?
  • Pengguna harus membayar pajak
  • Pajak
  • Investasi swasta

The Opening (Pembukaan)

1. Membangun hubungan kesesuaian
Kesesuaian dalam wawancara adalah membangundan mempertahankan hubungan antara pewawancara dan responden dengan menciptakan perasaan baik dan saling percaya. Biasanya dilakukan dengan pengenalan diri atau ucapan salam singkat yang positif, diikuti dengan tindakan nonverbal yang sesuai seperti jabat tangan perusahaan, kontak mata, tersenyum, menagangguk, dan sikap menyenangkan, bersuara ramah.

Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan percakapan ringan tentang cuaca, kesamaan hobi, keluarga, olah raga dan berita kejadian terhangat. Berikan selingan humor atau bumbu pertanyaan, dan berhentilah saat harus berhenti. Berikan pujian, selamat, atau ekspresi kekaguman dengan tulus.

2. Orientasi kepada pihak lain
Orientas wawancara bertujuan untuk menjelaskan tujuan wawancara, panjang waktu, sifat wawancara, bagaimana informasi akan digunakan, dan alasan mengapa memilih responden yang sedang diwawancara tersebut untuk diwawancara.

Banyaknya kesamaan tidak banyak memperngaruhi keberhasilan wawancara. Pelajari setiap situasi dengan hati-hati pada tingkatan dan sifat orientasi tertentu.kesamaan orientasi menjadikan masing-masing pihak tahu apa yang diharapkan selama wawancara.

Dengan kesesuaian hubungan dan orientasi hal ini selanjutnya dapat mengurangi ketidakpastian relasional. Pada akhir pembukaan, kedua belah pihak harus menyadari pentingnya kesamaan, keinginan masing-masing untuk ambil bagian dalam wawancara, memiliki derajat kehangatan yang tinggi, keramahan, bagaimana pembagian kontrol. Dan tingkat kepercayaan. Sebuah pembukaan tidak kreatif dapat menciptakan masalah selama wawancara.

Teknik Pembukaan

Dalam wawancara dibutuhkan kreatifitas, serta adaptibiltas yang tinggi dengan responden dan situasi baru. Beberapa teknik pembukaan verbal adalah

Sebutkan tujuan
Teknik ini adalah menjelaskan alasan mengapa pewawancara melakukan wawancara. Namun demikian, untuk jenis wawancara survey, penelitian, atau wawancara penjualan, tujuan wawancara hendaknya menahan pengungkapan tujuan jelas wawancara.

Meringkas sebuah masalah
Teknik ini sangat tepat ketika responden tidak menyadari permasalahan,samar-samar menyadari hal itu, atau tidak menyadari secara terperinci. Pastikan ringkasan menginformasikan responden, tetapi tidak tertuang ke dalam tubuh wawancara.

Jelaskan bagaimana sebuah masalah ditemukan
Teknik ini menjelaskan bagaimana suatu masalah terdeteksi dan oleh siapa. Bersikaplan jujur dan spesifik dalam mengungkap sumber-sumber informasi tanpa menempatkan responden pada posisi tersudut/defensif karena tuduhan yang jelas atau tersirat.

Menawarkan sebuah insentif atau hadiah
Sebuah insentif mungkin akan efektif jika menarik bagi responden, dan harus cukup signifikan untuk membuat perbedaan dan tepat untuk situasi wawancara.

Permintaan saran atau bantuan
Teknik ini digunakan pewawancara sesuai kebutuhan yang diperlukan. Pastikan kebutuhan itu jelas, tepat, responden, dapat terpuaskan. Jadilah tulus dalam meminta nasihat. Harus diingat, jangan menggunakan teknik ini sebagai telnik untuk menaikkan status, atau meningkatkan ego seseorang..

Mengenal posisi Responden
Teknik ini mengidentifikasi posisi responden tentang isu atau masalah. Sebuah referensi yang tidak bersahabat tentang posisi responden dapat menciptakan sikap defensif atau antagonistis dari pihak lain, mengacu pada orang yang mengirim Anda

Teknik ini digunakan untuk berhubungan dengan pihak lain secara positif, dengan mengacu pada nama yang dikenal responden. Penting untuk diketahui pewawancara, apakah responden menghirmati dan menyukai referensi yang digunakan pewawancara.

Lihat organisasi anda
Teknik ini digunakan agar pewawancara dapat menjelaskan identitasnya, sebagai orangyang mewakili organisasi.namun, perlu diperhatikan, apakah responden menyukai organisasi atau tidak.

Meminta jangka waktu tertentu
Teknik ini digunakan agar pewawancara dapat memberikan gambaran waktu yang digunakan dalam suatu wawncara. Pernting diperhatikan, pewawancara harus mengetahui kondisi responden. Jelaskan waktunya berapa lama, bukan mengungkapkan lamanya waktu dengan mengungkapkan waktu yang sebentar.

Bertanya
Sebuah akhir terbuka. Digunakan untuk mengarahkan responden pada tema wawancara yang akan berlangsung.

Gunakan kombinasi
Ciptakan pembukaan yang tepat, hindari pembukaan umum yang tidak tepat. Pembukaan memiliki tujuan utama untuk melibatkan responden dalam wawancara, mendorong responden untuk aktif sedari awal, dan tidak melakukan pembicaraan standar.

Pembukaan komunikasi Nonverbal
Pembukaan yang efektif tergantung pada bagaimana pewawancara terlihat sikapnya. Komunikasi nonverbal sangat berperan dalam mencipatakan kesan baik, serta menetapkan seberapa kuat/berperan posisi pewawancara. Sikap tulus, percaya, hangat, tertarik, dan serius, menampilkan perilaku yang akan diterima secara baik oleh responden. Berikut ini be berapa teknik yang digunakan.

Teritorial
Dalam sebuah wawancara, wilayah teritori adalah menjelaskan wilayah masing-masing pihak, dan saling menerima masing-masing pihak. Komunikasi nonverbal pesan ini diantaranya berupa; mengetuk pintu, melambai, menunjuk bangku yang akan diduduki. Saat hal itu berlangsung, pertahankan kontak mata satu sama lain, dengan hangat. Hal itu mengkomunikasikan bahwa pewawancara sedang mengungkapkan, silahkan duduk, duduk disebelah sana, dan saya teretarik untuk berbicara.

Wajah, penampilan, dan Busana
Penampilan memberi kesan pertama yang baik. Penampilan menampilkanketulusan, kehangatan, kecakapan, kerapihan, kedewasaan, profesionalitas. Penting untuk diperhatikan, pewawancara harus tetap bersikap hangat bagaimanapun kondisi responden.

Sentuhan
Jabat tangan merupakan hal yang tepat untuk dilakukan di awal. Namun perhatikan, sensitifitas dan norma tentang budaya jabat tangan.

Membaca komunikasi non verbal
Jenis kelamin dan budaya menentukan pembukaan komunikasi nonverbal. Namun perlu diperhatikan,kerelatifanbentuk/ penampilan luar seseorang. Orangyang memiliki perilaku atau latar belanag yang sama, bisa jadi memiliki perilaku komunikasi yang berbeda.

The Closing

Penutupan adalah sesuatu yang diucapkan pada akhir wawancara, sebagai suatu cara mengakhiri interaksi. Penutupan merupakan bagian terpenting ddalam sebuah wawancara karena tidak hanya memberi efek kesuksesan, tetapi juga menjaga hubungan. Atmosfer, situasi kerja sama di masa depan. Setiap wawancara menciptakan atau memberi sejarah hubungan.

Bersikaplah tenang, Bersikaplah sopan diakhir situasi, karena merupakan tanda penting tentang apresiasi hubungan, ketertarikan, dan ketulusan, dengan cara, menegakkan kursi, mencondongkan kepala, tidak menyilangkan kaki, meletakkan tangan seolah akan berdiri, menawarkan jabat tangan, melakukan secara halus.

Teknik Menutup

Penawaran menjawab pertanyaan
Teknik ini digunakan dalam menutup wawancara, dengan cara memberi kesepatan responden untuk bertanya kepada wawancara. Namun demikian, tidak memberikan pertanyaan yang mengarah pada pembicaraan lain.

Gunakan pertanyaan penerimaan
Sebuah pertanyaan rangkuman memberi kesempatan pewawancara untuk menyadari apakah semua pernyataaan tentang suatu topik tertentu telah ditanyakan semua. Teknik ini juga mengingatkan pewawancara apakah semua pertanyaan telah terjawab, atau juga menyadari kekurangan dari pertanyaan dan jawaban.

Nyatakan penyelesaian dan tujuan utama
Teknik penutupan ini menujukkan waku telah selesai. Kata Baiklah, merupakan tanda yang menjadi perutup daripada kata atau kalimat lainnya. Ketika terdengar kata tersebut, hal itu berarti bahwa penutupan wawancara sedang berlangsung.

Buat pertanyaan pribadi
Pernyataan pribadi merupakan salah satu langkah tepat untuk mengakhiri wawancara dan meingkatkan hubungan. Teknik ini dilakukan secara tulus, dan berikan responden cukup waktu untuk menunjukkan perhatian.

Buat pertanyaan profesional
Pertanyaan profesional bersifat lebih formal dari pertanyaan psibadi. Pertanyaan harus tulus dan memperhatikan ketertarikan yang besar.

Tanda waktu habis
Teknik ini merupakan salah satu yang efektif ketika batas waktu telah ditentukan sebelumnya, atau saat pembukaan. Hal ini dilakukan dengan mengungkapan terima kasih dan menhindari impresi bahwa wawancara hanya dilakukan berdasarkan garis besar permasalahan.

Jelaskan alasan penutupan
Kejujuran dalam menjelaskan suatu wawancara yang telah usai haruslah dilakukan. alasan yang mengada-ada atau terdengar palsu dapat merusak hubungan/ dan wawancara.

Ungkapkan terima kasih atau kepuasan
Ucapan terima kasih atau kepuasan merupakan ungkapan penutup yang umum karena pewawancara telah menerima sesuatu informasi, bantuan, evaluasi, sebuah cerita, penjualan, posisi, penerimaan, waktu. Ucapan terima kasih dilakukan dengan tulus.

Atur pertemuan selanjutnya
Jika diperlukan, buatlah pertemuan berikutnya, atau menjelaskan apa yang terjadi dikedepannya, termasuk hari, tanggal, dan waktu.

Selain itu, kalimat sederhana juga dapat diucapkan..
Sampai bertemu lagi, kita bertemu lagi lain waktu
Ringkasan wawancara
Kesimpulan penutupan sanga penting dilakukan dalam wawancara informasi, penampilan, konsultasi, dan penjualan. Hal ini bertujuan untuk mengulangi informasi, persetujuan, dan kesepakatan atau penguatan akurasi pemahaman.

Tindakan penutupan non verbal
Berjabat tangan.


Sekian artikel tentang Tahap Tahapan dan Langkah Dalam Melakukan Wawancara.

Posting Komentar untuk "Tahap Tahapan dan Langkah Dalam Melakukan Wawancara"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email