Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teori Konsep Antropologi Psikologi dan Pembawaan Manusia

Teori Konsep Antropologi Psikologi dan Pembawaan Manusia - Antropologi Psikologi ( Psychological Anthropology) merupakan sub disiplin dalam Antropologi, pada awalnya dikenal dengan nama Culture and Personality atau kerap disebut juga dengan Ethnopsychology. Culture and Personality adalah ilmu induk dari Antropologi Psikologi ( Psychological Anthropology), Psikologi Suku-Bangsa ( Ethnopsychology ), dan Psikiatri LintasBudaya (Transcultural Psychiatry). Ruth Benedict menyatakan bahwa “kebudayaan adalah psikologi individu yang disorot-besarkan ke layar, sehingga memberikannya berukuran raksasa serta berjangka waktu yang lama”.

Subdisiplin bersifat interdisiplin karena teori, konsep, dan metode penelitiannya dipinjam dari ber bagai disiplin ilmu seperti Antropologi, Psikologi,Psikiatri, dan Psikoanalisa. Subdisiplin ini juga dibangun oleh ahli dari berbagai ilmutersebut, misalnya Ralp Linton dan Margaret Mead(Antropologi), Abram Kardiner (ahli Psikiatri),W.H.R River (ahli Psikologi), Erik H. Erikson (ahli Psikonalisa NeoFreudian), Geza Roheim (ahli Psikoanalisa Freudian ortodoks).Sehingga terjadi pertemuan antara Antropologi (budaya dan sosial) dengan psikologi kepribadian, psikologi perkembangan, ilmu psikiatri, dan psikoanalisa. Antropologi budaya memfokuskan perhatiannya pada cara hidup berbeda yang dikembangkan masyarakat diberbagai tempat berbeda di dunia. Sedangkan psikologi kepribadian, perkembangan, dan psikiatri adalah ilmu yang meneliti kepribadian manusia, menyangkut usaha untuk mengerti mengapa dan bagaimana pribadi berbedasatu sama lain. Sehingga antropologi psikologi adalah ilmu yang menjembatani kebudayaan dan kepribadian, yang merupakan fokus dari dua ilmu yang berbeda tersebut (Barnouw, 1963:3).Penelitian yang disebut karya antropologi psikologi apabila mempermasalahkan individu sebagai tempat atau wadah kebudayaan dan karya tersebut menempatkan kebudayaan sebagai variabel bebas (independent variabel) maupun variabel terikat (dependent variabel), yang mana berhubungan dengan masalah kepribadian.

Teori Konsep Antropologi Psikologi dan Pembawaan Manusia_
image source: shutterstock.com
baca juga: Memahami Masyarakat Tradisional, Modern, dan PostModern

Ruang lingkup antropologi psikologi, bersifat studi lintas budaya (cross-culture studies) mengenai kepribadian dan sistem sosial budaya. Kajian ini meliputi(1) hubungan sosial dan nilai-nilai budaya dengan pola rata-rata (modal pattern) pengasuhan anak; (2) hubungan antara pola rata-rata pengasuhan anak dengan struktur kepribadian rata-rata (modal personality), seperti yangdiungkapkan dalam perilaku; (3)hubungan antara struktur kepribadian rata-rata dengan system peran (role system) dan aspek proyeksi dari kebudayaan lain; dan (4)hubungan semua variabel di atas dengan perilaku menyimpang (deviant behavior pattern) yang berbeda satu kolektif dengan kolektif lainnya. Ciri khas penelitian antropologi psikologi adalah menekankan perhatiannya pada perbedaan pada kelompok-kelompok alami (natural groups), perbedaan individu dan perbedaan kolektif yang sengaja dibentuk untuk kepentingan penelitian (experimentally produced group).

Bagian kedua adalah Antropologi Psikiatri (Etnopsikiatri atau Psikiatri Budaya) memusatkan perhatiannya pada hubungan timbal balik antara kebudayaan dengan gangguan jiwa dan kesehatan jiwa. Pokok bahasannya antara lain :
  • Faktor-faktor sosial-budaya yang mempengaruhi bentuk, etiologi, gejala, struktur, epidemiologi/frekuensi, dan aspek-aspek lain dari gangguan jiwa,
  • Psikiatri lintas budaya,
  • Stres budaya,
  • Sindroma yang terkait dengan kebudayaan (culture bound syndrome),
  • Faktor-faktor sosial-budaya yang mempengaruhi kesehatan jiwa,
  • Metode diagnosa dan terapi/pengobatan tradisional dalam beberapa kebudayaan..

Teori Pembawaan Manusia

Terdapat tiga mazhab besar dalam antropologi psikologi, yaitu pembawaanmanusia (human nature); kepribadian khas kolektif tertentu (typi-personality); dan kepribadian individu (individual personality). Ketiga mazhab ini berkembang dengan teori-teorinya sendiri yang dikembangkan oleh para penganutnya. Pada makalah kali ini, kita akna membahas mengenai Teori Pembawaan Manuia.

Mazhab teori pembawaan manusia antara lain didukung oleh teori mengenalseksualitas kanak-kanak Sigmund Freud dan teori gejala masalah akil balig dari Margaret Mead. Sigmund Freud merumuskan dua hipotesa dasar dalam psikoanalisa yaitu teori seksualitas kanak-kanak dan teori kompleks Oedipus (Oedipus Complex).Menurutnya manusia memiliki dua macam dorongan vital (vital drive) yaitu doronganuntuk melindungi diri (the drive of self preservation) dan dorongan untuk berkembang biak (the drive toward procreation), yaitu dorongan untuk memelihara kelangsungan hidup dari jenis manusia. Freud tertarik pada dorongan kedua yaitu dorongan untuk berkembang biak,yang ia sebut dengan libido.Dorongan ini kerap kali dihambat oleh hal-hal yang bersifat social budaya manusia.Ia membagi daerah libido menjadi tiga daerah erotik (erotic zone) yaitu mulut, anal, dan genital. Perhatian seorang anak terhadap daerah erotik ini terjadi secara bertahap, yaitu tahap oral, tahap anal, dan tahap genital.Perkembangan tahap libido ini ditentukan oleh biologi, namun harus pula diakui bahwa pada perkembangan tersebut, anak dipengaruhi oleh reaksi tokoh-tokoh penting disekitarnya, melalui cara pengasuhan dari orang tuanya.

Sedangkan Oedipus Complex, dalam aliran psikoanalisis Sigmund Freud merujuk pada suatu tahapan perkembangan psikoseksual di masa anak-anak saat anak dari jenis kelamin laki - laki menganggap ayah mereka sebagai musuh dan saingan dalam meraih cinta yang eksklusif dari ibunya. Penderita Oedipus Complex pada saat masa kecilnya berusaha untuk menahan hasrat seksualnya terhadap sang ibu dan perasaan cemburu terhadap sang ayah. Akibatnya anak tersebut mempunyai perasaan bersalah yang berlebihan dan mengalami konflik emosional sampai ia dewasa. Oedipus kompleks terjadi karena faktor kejiwaan yang didapatkan sejak dari masa kecil, seperti contohnya terlalu dekat atau terlalu dilindungi oleh ibunya. Maksud dari Sindrom Oedipus Complex di sini adalah pengaruh lanjutan yang di timbulkan dari konflik emosional yang dialaminya pada masa kecil terhadap ibunya dan membawa pengaruh yang berkepanjangan dalam kehidupannya hingga dewasa. Ciri-cirinya antara lain :
  1. Selalu tertarik dengan wanita yang lebih tua dan seumuran ibunya.
  2. Selalu bergantung pada orang lain ( termasuk dalam materi ).
  3. Tidak bisa mengambil keputusan sendiri, senang dimanja, dan disayangi.

Contoh lain mengenai teori pembawaan manusia yakni, Margaret Mead, antropolog yang meneliti tentang pembawaan manusia (human nature) di kepulauan Samoa-Polinesia. Fokus penelitiannya adalah seberapa jauh para remaja terutama perempuan, mengalami ketegangan akil-balig. Penelitian ini didasarkan pada asumsi universal bahwa remaja, pada masa akil-balig cenderung menentang kekuasaan dan otoritas orang tuanya, ingin selalu mencari kebebasan dariotoritas pada umumnya.Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa gadis-gadis Samoa tidak mengalami gejala gejolak akil-balig, karena keluarga Samoa tidak bersifat keluarga inti tetapi merupakan keluarga luas. Pada keluarga luas, sehingga seorang anak tidak selalu harus berhubungan terus menerus dengan kedua orang tuanya saja, tetapi juga mendapat kesempatan berhubungan secara bebas dan emosional dengan anggota keluarga lainnya. Mead juga mengungkapkan teorinya bahwa perbedaan kepribadian antara laki-laki dan perempuan, bukan perbedaan biologis universal,melainkan perbedaan tersebut ditentukan oleh kebudayaan, sejarah, dan struktur masyarakat tersebut.

Terkait dengan teori pembawaan manusia, teori lain yang terkenal dalam pembahasan ini yaitu Psikologi Perkembangan. Di dalam Psikologi Perkembangan terdapat tiga aliran yang mempengaruhi perkembangan seseorang, yaitu :

a. Aliran Nativisme, yang dipelopori Arthur Schopenhauer (1788-1860), menitik beratkan pandangannya pada peranan sifat bawaan dan keturunan sebagai penentu perkembangan tingkah laku, persepsi tentang ruang dan waktu tergantung pada faktor-faktor alamiah atau pembawaan dari lahir, asumsi yang mendasari aliran ini adalah bahwa pada diri anak dan orangtua terdapat banyak kesamaan baik fisik maupun psikis. Aliran ini dipandang sebagai aliran pesimisti dan deterministik.

b. Aliran Empirisme, yang dipelopori John Locke (1632-1704) menitik beratkan pandangannya pada peranan lingkungan sebagai penentu perkembangan tingkah laku, asumsi psikologisnya adalah bahwa manusia lahir dalam keadaan tidak memiliki pembawaan apapun, bagaikan kertas putih (tabula rasa) yang dapat ditulisi dengan apa saja yang dikehendaki. Perwujudan tingkah lakunya ditentukan oleh lingkungan dengan kiat-kiat rekayasa yang bersifat impersonal dan direktif. Bayi yang lahir mempunyai kecenderungan yang sama, yaitu menyusu jika bibirnya bersentuhan dengan payudara ibunya, menangis ketika merasa haus, lapar dan sakit.

Aliran ini dikenal sebagai aliran yang optimistik dan positivistik, hal ini disebabkan bahwa suatu tingkah laku menjadi lebih baik apabila dirangsang oleh usaha-usaha yang nyata, karena manusia bukanlah robot yang diprogram secara deterministik.

c. Aliran Konvergensi, yang dipelopori oleh William Stern (1871-1929) aliran ini menggabungkan dua aliran di atas. Konvergensi adalah interaksi antara faktor hereditas dan faktor lingkungan dalam proses perkembangan tingkah laku. Hereditas tidak akan berkembang secara wajar apabila tidak diberi rangsangan dari faktor lingkungan. Sebaliknya rangsangan lingkungan tidak akan membina perkembangan yang ideal tanpa didasari oleh faktor hereditas. Karenanya penentuan kepribadian seseorang ditentukan dengan kerja integral antara faktor internal (potensi bawaan) dan faktor eksternal (lingkungan pendidikan).

Pembawaan

Pembawaan merupakan seluruh kemungkinan-kemungkinan atau kesanggupan-kesanggupan (potensi) yang terdapat pada seorang individu dan yang selama masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (direalisasikan). Misalnya: sejak dilahirkan anak mempunyai kesanggupan untuk dapat berjalan, potensi berkata-kata, potensi untuk belajar ilmu pasti, pembawaan untuk bahasa, untuk menggambar, intelegensi yang baik dan lain-lain. Beberapa Macam Pembawaan Adalah Sebagai Berikut:

a. Pembawaan Jenis
Tiap-tiap manusia biasa diwaktu lainnya telah memiliki pembawaan jenis, yaitu jenis manusia. Bentuk badannya, anggota-anggota tubuhnya, intelegensinya, ingatannya dan sebagainya semua itu menunjukkan ciri-ciri yang khas, dan berbeda dengan jenis-jenis makhluk lain.

b. Pembawaan Ras
Dalam jenis manusia pada umumnya masih terdapat lagi bermacam-macam perbedaan yang juga termasuk pembawaan keturunan, yaitu pembawaan keturunan mengenai ras.

c. Pembawaan Jenis Kelamin
Setiap manusia yang normal sejak lahir telah membawa pembawaan jenis kelamin masing-masing.

d. Pembawaan Perseorangan
Tiap orang (individu) memiliki pembawaan yang bersifat individual (pembawaan perseorangan) yang tipikal, banyak ditentukan oleh pembawaan ras, pembawaan jenis dan pembawaan kelamin. Konstitusi tubuh, termasuk didalamnya : motorik, seperti sikap badan, sikap berjalan, air muka, gerakan bicara. Cara bekerja alat-alat indra : ada orang yang lebih menyukai beberapa jenis perangsang tertentu yang mirip dengan kesukaan yang dimiliki oleh ayah atau ibunya.

Sifat bawaan atau gen yang dibawa anak sejak lahir dari kandungan sebagian besar berasal dari kedua orang tuanya dan selebihnya berasal dari nenek moyangnya dari kedua belah pihak (ibu dan ayahnya), hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Gregor Mendel. Pembawaan tersebut berupa sifat, ciri, dan kesanggupan yang biasa bersifat fisik atau bisa juga yang bersifat psikis (kejiwaan). Warisan atau pembawaan yang terpenting antara lain: bentuk tubuh, raut muka, warna kulit, inteligensi ,bakat watak dan penyakit. Sedangkan sifat malas, lekas marah, dan kemampuan memahami sesuatu dengan cepat adalah sifat-sifat psikis yang mungkin berasal dari pembawaan. Seluruh pembawaan yang terdapat dalam diri seseorang merupakan keseluruhan yang erat hubungannya satu sama lain; yang satu menentukan, mempengaruhi, menguatkan atau melemahkan yang lain.

a) Bentuk tubuh dan warna kulit
Salah satu warisan yang dibawa anak adalah betuk tubuh dan warna kulit.Dan pengaruhketurunan (pembawaan) terhadap pertumbuhan jasmani anak. Bagaimana pun canggihnya teknologi untuk mengubah bentuk dan warna kulit seseorang namun faktor keturunan jangan diabaikan.

b) Sifat-sifat
Sifat-sifat yang dimiliki seseorang adalah salah satu aspek yang diwariskan orang tua kepada anak-anaknya.Seperti, penyabar, pemarah,kikir boros, hemat dan sebagainya.Sifat berbeda dengan kebiasaan.Sifat sangat sulit untuk diubah, sedangkan kebiasaan dapat diubah jika dia mengkehendaki dan bersungguh-sungguh mau merubah kebiasaannya itu. Sifat atau kebiasaan merupakan corak dari kepribadian seseorang atau suku bangsa.

Ahli psikolog Edward Sparanger membagi tipe-tipe manusia berdasarkan sifat yang dimilikinya, antara lain
  • Manusia ekonomi: memiliki sifat rajin bekerja, hemat, dan lain-lain
  • Manusia teori: suka berfikir, meneliti dan sebagainya
  • Manusia politik: suka menguasai dan memerintah
  • Manusia seni: suka keindahan dan punya perasaan halus
  • Manusia agama: suka mengabdi dan taat melaksanakan ibadah

c) Intelegensi
Intelegensi adalah kemampuan yang bersifat umum untuk mengadakan penyesuaian terhadap suatu situasi atau masalah. Kemampuan itu meliputi berbagai jenis kemampuan psikis, antara lain: abstrak, berfikir mekanis,matematis, memahami, mengingat, berbahasa dan sebagainya. Tingkat intelegensi seseorang dapat di diketahui dengan beberapa cara, antara lain;
  • Tes Binet-Simon
  • Tes Wechler
  • Tes Army Alpha dan Bheta
  • Tes Proggresive matrics

d) Bakat
Bakat adalalah kemampuan khusus yang menonjol diberbagai jenis potensi yang dimilikinya.Pada umumnya bakat anak dapat diketahui orang tua dari tingkah laku atau kegiatannya sejak dari kecil.

e) Penyakit atau cacat
Ada beberapa jenis penyakit yang diturunkan oleh orang tuanya, seperti: ayan, kebutaan, saraf,dan luka tak mau kering. Hal ini mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak.

KETURUNAN / HEREDITAS

Hereditas dapat diartikan sebagai pewarisan atau pemindahan karakteristik biologis individu dari pihak kedua orang tua ke anak atau karakteristik biologis individu yang dibawa sejak lahir yang tidak diturunkan dari pihak kedua orang tua. Kita dapat mengatakan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada seorang anak adalah keturunan, jika sifat-sifat atau ciri-ciri tersebut diwariskan atau diturunkan melalui sel-sel kelamin dari generasi yang lain.

Sifat-sifat keturunan adalah sifat-sifat atau ciri-ciri yang diwariskan atau diturunkan melalui sel-sel kelamin dari generasi yang lain. Jadi ada dua syarat:
  1. Persamaan sifat atau ciri-ciri. 
  2. Ciri-ciri ini harus menurun melalui sel-sel kelamin. 

Sesuatu sifat atau ciri-ciri yang terdapat pada seseorang yang merupakan keturunan itu belum pasti diterima dari orang tuanya. Tidak semua individu-individu dari suatu generasi menunjukkan sifat-sifat keturunan, dapat juga sifat-sifat ini bersembunyi selama beberapa generasi. Besarnya perbedaan antara dua individu atau lebih selalu tergantung kepada dua faktor: pembawaan keturunan dan pengaruh lingkungan.

LINGKUNGAN

Lingkungan ialah faktor yang datang dari luar diri individu, merupakan pengalaman-pengalaman, alam sekitar, pendidikan dan sebagainya. Pengaruh pendidikan dan pengaruh lingkungan sekitar itu sebenarnya terdapat perbedaan. Pada umumnya pengaruh lingkungan bersifat pasif, dalam arti bahwa lingkungan tidak memberikan suatu paksaan kepada individu. Lingkungan memberikan kemungkinan-kemungkinan atau kesempatan-kesempatan kepada individu. Bagaimana individu mengambil manfaat dari kesempatan yang diberikan oleh lingkungan tergantung kepada individu bersangkutan.

Secara fisiologis, lingkungan meliputi segala kondisi dan material jasmaniah di dalam tubuh. Dan secara psikologis, lingkungan mencakup segenap stimulasi yang diterima oleh individu mulai sejak dari konsensi, kelahiran hingga kematiannya.

a. Keluarga
Keluarga merupakan pendidikan tertua yang bersifat informal yang pertama dan utama dialami oleh anak serta lembaga pendidikan yang bersifat kodrati. Orang bertanggung jawab memelihara, merawat, melindungi dan mendidik anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik. Pendidikan keluarga berfungsi:
  • Sebagai pengalaman pertama masa anak anak
  • Menjamin kehidupan emosial anak
  • Menanamkan dasar moral
  • Memberikan dasar pendidikan social.
  • Meletakkan dasar-dasar agama bagi anak.

b. Sekolah
Tidak semua tugas mendidik dapat dilaksanakan oleh orang tua dalam keluarga, terutama dalam hal pengetahuan dan berbagai macam ketrampilan.Oleh karena itu anak dikirim ke sekolah.Sekolah bertanggung jawab atas pendidikan anak selama mereka diserahkan kepadanya. Karena itu sebagai sumbangan sekolah sebagai lembaga pendidikan diantaranya sebagai berikut:
  • Sekolah membantu orang tua mengerjakan kebiasaan-kebiasaan yang baik serta menanamkan budi pekerti yang baik.
  • Sekolah memberikan pendidikan untuk kehidupan didalam masyarakat yang sukar dan tidak dapat diberikan di rumah.
  • Sekolah melatih anak-anak memperoleh kecakapan-kecakapan seperti membaca, menulis, berhitung, menggambar serta ilmu-ilmu lain yang sifatnya mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan.
  • Disekolah diberikan pelajaran etika, keagamaan, estetika, membenarkan benar atau salah dan sebagainya.

c. Masyarakat
Dalam konteks pendidikan masyarakat merupakan lingkungan-lingkungan keluarga dan sekolah.Pendidikan yang dialami dalam masyarakat ini telah mulai ketika anak-anak untuk beberapa waktu setelah lepas dari asuhan keluarga dan berada diluar dari lingkungan.Dengan demikian, berarti pengaruh pendidikan tampaknya lebih luas.

d. Keadaan alam sekitar
Keadaan alam sekitar tempat tinggal anak juga berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.Sebagai contoh anak-anak di desa lebih suka terhadap keadaan yang tenang, sedangkan anak-anak kota lebih senang dengan keramaian.Sehingga dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa lingkungan disekitar anak tinggal itu mempengaruhi perkembangan anak atau individu.

Macam-Macam Lingkungan

Menurut Sartain, lingkungan itu dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
  1. Lingkungan alam/ luar (external or psyical environment)
  2. Lingkungan dalam (internal environment)
  3. Lingkungan social/masyarakat ( social evironment)

Yang dimaksud dengan lingkungan luar adalah segala sesuatu yang ada di dunia ini selain manusia. Dan yang dimaksud dengan lingkungan dalam adalah segala sesuatu yang termasuk lingkungan luar. Dan semua orang atau manusia lain yang mempengaruhi kita disebut sebagai lingkungan social. Jadi dalam hal kepribadian kita adalah hasil dari interaksi antara gen-gen dan lingkungan kita, karena interaksi ini maka tiap-tiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda satu sama lain.

Daftar Pustaka
  1. Koentjaraningrat, 1990. “Pengantar Ilmu Antropologi”, PT Rineka Cipta
  2. SyahMuhibbin. 1995. “Psikologi Pendidikan”. PT. RemajaRosdakarya : Bandung

Posting Komentar untuk "Teori Konsep Antropologi Psikologi dan Pembawaan Manusia"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email