Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Kesadaran dalam Psikologi Menurut Para Ahli

Pengertian Kesadaran dalam Psikologi Menurut Para Ahli - Kali ini kami akan membahas tentang pengertian, teori, bentuk, jenis, aplikasi kesadaran. Melalui artikel ini diharapkan mampu mengetahui, memahami, mampu menjelaskan dan mengkomunikasikan  tentang kesadaran.

Definisi Kesadaran

Dalam Dictionary of Psychology tahun 1989, Stuart Sutherland (Psikolog Inggris) memberikan penilaian mengenai kesadaran, yaitu kesadaran merupakan gejala yang menakjubkan namun sukar untuk dipahami; sulit untuk menspesifikkan apa itu kesadaran, apa yang dilakukan kesadaran, dan mengapa kesadaran berevolusi. Meski sampai sekarang belum terdapat definisi yang pasti mengenaikesadaran, kesadaran dapat dibagi menjadi dua (2) bagian, yaitu: keawasan dan ketergugahan. Kesadaran merujuk pada keawasan kejadian eksternal dansensasi internal termasuk keawasan terhadap diri dan berbagai pikiran tentangpengalaman sendiri; keawasan ini terjadi dalam suatu kondisi tergugah (arousal), keadaan fisiologis saat seseorang sedang terlibat dengan lingkungan. Dengan demikian, seseorang yang dalam keadaan tidur tidak sama kesadarannya dengan ketika ia sedang dalam keadaan terjaga. Keawasan kita berubah dari waktu ke wktu. Informasi bergerak dengan cepat kedalam dan keluar kesadaran.

William James (1890-1950) menggambarkan pikiran sebagai arus kesadaran (stream of consciousness), aliran yang terus-menerus dari sensasi, citra, pikiran, dan perasaan yang terus berubah. Pikiran kita terpacu dari topik satu ke topik berikutnya: dari berpikir tentang seseorang yang mendekati kita, keadaan fisik kita hari ini, strategi untukujian besok, hingga kafe yang akan kita kunjungi untuk makan siang.

Kesadaran dan Otak

Dua (2) aspek kesadaran, keawasan dan ketergugahan, berhubungan dengan bagian-bagian yang berbeda di otak. Keawasan, keadaan subjektif merasa sadar terhadap apa yang sedang terjadi, biasanya melibatkan korteks serebrum, terutama daerah-daerah asosiasinya dan lobus frontal. Intergrasi dari beberapa indera, beserta informasi tentang emosi dan ingatan di daerah-daerah asosiasi tersebut, menciptakan kesadaran.

Pengertian Kesadaran dalam Psikologi Menurut Para Ahli_

Ketergugahan adalah keadaan fisiologis yang ditentukan oleh sistem aktivasi reticular (reticular activating system), suatu jaringan yang mencakup batang otak,medula, dan thalamus. Kerusakan di dua wilayah tersebut dapat mengakibatkan koma.

Bagian-bagian dari otak yang teraktivasi dalam kesadaran manusia dapat dilihat pada gambar otak di atas.

Tingkat Awareness

Pengertian Kesadaran dalam Psikologi Menurut Para Ahli 2_

Human Biological Clock

Sekitar sepertiga masa hidup kita dipergunakan lebih banyak untuk tidur, daripada usaha pencapaian apapun dalam hidup kita. Ritme biologis (biological rhytms) adalah fluktuasi fisiologis periodik dalam tubuh. Kita tidak awas terhadap kebanyakan ritme biologis, seperti naik turunnya hormon dan naik turunnya kecepatan siklus aktivitas otak, tetapi ritme-ritme tersebut dapat mempengaruhi perilaku kita. Ritme-ritme ini dikendalikan oleh jam biologis, yang mencakup:

  • Siklus musiman dan tahunan (annual seasonal cycle), seperti pada migrasi burung, hibernasi beruang, dan fluktuasi musiman kebiasaan makan manusia.
  • Siklus dua-puluh-delapan-hari (twenty-eight-day cycle), seperti siklus menstruasi perempuan.
  • Siklus dua-puluh-empat-jam (twenty-four-hour cycle), seperti siklus tidur/ bangun dan perubahan suhu dalam tubuh.


Ritme Sirkadian (circadian rhytm) adalah siklus perilaku atau fisiologisharian. Ritme sirkadian harian mencakup siklus tidur/ bangun, suhu tubuh,tekanan darah, dan kadar gula darah. Istilah circadian berasal dari kata Latin circa yang berarti “sekitar” dan dies, yang berarti “hari”. Contohnya: suhu tubuh berfluktuasi sekitar 3 derajat Fahrenheit dalam 24-jam sehari, memuncak di sore hari dan paling rendah antara jam 2 dan 5 sore. Ritme sirkadian dikendalikan oleh jam biologis yang terletak dalam sebuah bagian kecil di hipotalamus yang berbentuk seperti tetes air yang isinya berupa kumpulan sel dan disebut sebagai Suprachiasmatic Nucleus (SCN). Jalur saraf dari reseptor-reseptor khusus yang terletak di belakang mata mengantarkan informasi ke SCN dan memungkinkan SCN merespons perubahan cahaya atau kegelapan sekitar. SCN kemudian membuat otak dan tubuh kita beradaptasi dengan perubahan-perubahan ini. Jam-jam biologis lain juga muncul, terpisah satu sama lain di seluruh tubuh, dan beberapa dapat bekerja secara mandiri, terlepas dari SCN. Tetapi untuk kebanyakan ritme sirkadian, SCN bisa dianggap sebagai pengatur terbaik. SCN mengatur fluktuasi tingkat hormon dan cairan neurotransmitter, dan kemudian keduanya menyediakan umpan balik yang mempengaruhi kerja dan fungsi SCN.

Contohnya: malam hari salah satu hormon yang dikendalikan oleh SCN, melatonin dilepaskan oleh kelenjar pineal yang terletak di bagian dalam otak. Ketika tidur di ruang yang gelap, kadar melatonin meningkat, dan ketika terbangun di pagi hari di ruang yang cukup terang, kadar melatonin akan turun. Melatonin sepertinya memainkan peranan untuk menjaga waktu biologis yang sesuai dengan siklus terang-gelap. mengatur Neurotransmitter, SCN Hormon-hormon umpan-balik (contoh melatonin) Dalam keadaan normal, ritme-ritme yang diatur oleh SCN biasanya tersinkronisasi satu sama lain, sama seperti halnya jam tangan dapat disinkronkan. Puncak dari setiap ritme mungkin dapat tidak terjadi secara bersamaan, tapi mereka seirama satu sama lain; karena itu bila kita mengetahui kapan sebuah ritme mencapai puncak, kita dapat memprediksikan kapan puncak ritme lainnya. Tetapi ketika rutinitas harian kita berubah, ritme sirkadian kita mungkin akan tidak sejalan atau mengganggu ritme yang lainnya. Desinkronisasi internal (internal desynchronization) tersebut sering terjadi pada mereka yang terbang melewati beberapa zona waktu. Pola tidur dan terjaga biasanya dapat menyesuaikan diri dengan cepat, tapi siklus temperature tubuh dan hormon biasanya membutuhkan beberapa hari untuk kembali ke kondisi normal. Kelelahan akibat perjalanan ini bisa mempengaruhi tingkat energi, ketrampilan mental, dan koordinasi motorik. Ritme sirkadian juga dapat terdisinkronisasi ketika seorang pekerja memiliki pergantian jam kerja. Sejumlah kejadian nyaris kecelakaan dalam perjalanan udara diasosiasikan dengan pilot yang tidak sinkron dengan jam kerja barunya dan tidak bekerja seefisien biasanya. Berkenaan denga jet lag, bila kita mendapatkan penerbangan lintas samudera dan tiba di tempat tujuan pada siang hari, sebaiknya menghabiskan waktu sebanyak mungkin waktu di siang hari. Hari yang bercahaya, terutama pagi hari, akan meningkatkan waktu terjaga, sementara cahaya terang di malam hari dapat menunda tidur. Melatonin, hormon yang meningkat pada malam hari juga diteliti dalam mengurangi jet lag. Penelitian terkini telah menunjukkan bahwa melatonin dalam dosis rendah dapat mengurangi jet lag dengan memajukan jam sirkadian, yang menjadi berguna untuk jet lag ke arah timur, tapi tidak ke arah barat.

Tidur & Mimpi

Tiap orang tidur dan ketika tidak cukup tidur, kita sering tidak berfungsi dengan baik, secara fisik dan mental. Keuntungan penting dari tidur mencakup pengembalian kondisi tubuh, adaptasi, pertumbuhan, dan ingatan. Oleh karena semua hewan membutuhkan tidur, tampaknya tidur merupakan mekanisme fundamental untuk bertahan hidup. Dengan mengkaji dasar evolusioner untuktidur, ilmuwan mengajukan hipotesis bahwa tidur mengembalikan kondisi tubuh dan membangun kembali otak dan tubuh kita, yang dapat melorot atau aus oleh aktivitas ketika kita terjaga. Gagasan ini cocok dengan perasaan terkuras dan letih sebelum kita tidur dan segar kembali ketika bangun. Untuk mendukung fungsi pemulihan tidur, banyak sel tubuh menunjukkan produksi yang meningkat dan berkurangnya pemecahan protein selama tidur lelap. Molekul-molekul protein merupakan blok pembangun yang dibutuhkan pertumbuhan sel dan untuk perbaikan terhadap kerusakan dari berbagai faktor seperti stres. Banyak ahli neurosains percaya bahwa tidur memberikan kesempatan bagi saraf-saraf yang bekerja ketika kita terjaga untuk dimatikan dan memperbaiki diri mereka sendiri. Tanpa tidur, saraf-saraf dapat tersedot tenaganya atau terpolusi oleh produk sampingan aktivitas seluler sehingga mulai mengalami kerusakan. Tidur juga memiliki fungsi adaptif evolusioner. Tidur tampaknya berkembang karena hewan butuh untuk melindungi diri mereka. Contohnya: bagi beberapa hewan, pencarian makanan dan minuman lebih mudah dan aman ketika matahari sedang tinggi. Ketika gelap, adalah adaptif bagi hewan-hewan ini untuk menghemat tenaga, menghindari dimangsa, dan menghindari jatuh kejurang yang tidak dapat mereka lihat. Umumnya hewan-hewan mangsa bagi hewan lain, tidur lebih sedikit. Tidur memberikan manfaat bagi pertumbuhan fisik dan meningkatkan perkembangan otak pada bayi dan anak. Contohnya, tidur lelap terjadi bersamaan dengan pelepasan hormon pertumbuhan pada anak. Kekurangan tidur menimbulkan stres dan hormon stres dapat mengganggu pembentukan saraf-saraf di hipokampus: bagian otak yang sangat berkaitan dengan ingatan.

Peran penting tidur dalam konsolidasi, penyimpanan, dan pemeliharan ingatan jangka panjang kini telah dikenali. Satu penjelasan yang mungkin adalah bahwa semasa tidur korteks serebrum tidak sibuk dengan pengolahan masukan sensoris, keawasan aktif, dan fungsi motorik. Dengan demikian, korteks serebrum leluasa untuk beraktivitas yang menguatkan asosiasi ingatan, sehingga ingatan yang dibentuk pada jam-jam terjaga dapat diintegrasikan ke dalam ingatan jangka panjang.

Gelombang dan Tahapan Tidur

Ketika kita pertama naik ke tempat tidur dan menutup mata dan melemaskan semua otak, otak menghasilkan sekumpulan gelombang alfa. Pada pencatatan EEG, gelombang alfa memiliki ritme yang lambat dan teratur dan amplitudo yang besar (tinggi). Secara bertahap, gelombang ini kemudian melambat dan kita masuk ke dalam empat (4) tahap, yang masing-masing menunjukkan proses tidur yang lebih dalam dibandingkan dengan sebelumnya.

Tahap 1. Ditandai dengan gelombang teta. Gelombang otak menjadi lebih kecil dan tidak beraturan, dan kita dapat merasa bahwa kita berada pada ujung kesadaran, dalam keadaan tidur ringan. Bila dibangunkan pada saat ini, kita dapat mengingat kembali fantasi-fantasi atau beberapa gambar visual yang kita lihat

Tahap 2. Otak kita terkadang menghasilkan rentetan singkat gelombang yang cepat dan memiliki puncak gelombang yang tinggi yang biasa disebut sebagai sleep spindle (kumparan tidur). Gangguan suara dalam kadar kecil mungkin tidak akan mengganggu tidur kita

Tahap 3. Sebagai tambahan gelombang yang menjadi karakteristik tahap 2, otak kita terkadang menghasilkan gelombang delta, yang sangat lambat dengan puncak yang cukup tinggi. Pernafasan dan detak jantung kita melambat, otot-otot melemas (rileks) dan dalam tahap ini kita mulai sulit untuk dibangunkan

Tahap 4. Gelombang delta sekarang mengambil alih sebagian besar aktivitas dan kita berada dalam tidur dalam. Pada saat ini, mungkin diperlukan guncangan yang kuat atau suara yang sangat keras untuk dapat membangunkan kita. Kendati demikian, anehnya jika kita suka berjalan sambil tidur, pada periode inilah hal itu paling mungkin terjadi.

Tidak seorang pun yang memiliki jawaban atas apa yang menyebabkan kita berjalan saat tidur, yang sering terjadi pada anak- anak dibandingkan dengan orang dewasa. Terjadinya rangkaian dari tahap ke tahap ini berlangsung selama 30 sampai 45 menit. Setelah melewati tidur tahap 1-4, seseorang yang sedang tidur bergerak dari tahap tidur ke tahap bangun. Namun bukannya masuk kembali ke dalam tahap 1,melainkan mereka masuk kembali ke tahap 5, bentuk tidur yang berbeda yang disebut tidur REM, yaitu periode tidur yang ditandai dengan pergerakan mata,hilangnya kekuatan otot, dan mimpi yang tampak nyata. Dalam tidur ini otak kita mulai menghasilkan sederet panjang gelombang otak yang bergerak sangatcepat dan tidak teratur. Kecepatan detak jantung kita meningkat, tekanan darahjuga meningkat, dan pernafasan semakin cepat dan tidak teratur. Pada wajah dan jari terdapat sedikit kejang. Pada pria penis mengalami ereksi ketika jaringan vascular beristirahat dan darah memenuhi area genital dengan lebih cepat. Pada wanita, bagian klitoris membesar dan lubrikasi vagina juga meningkat. Pada saat yang bersamaan, sebagian otot yang menunjang tulang menjadi lemas,mencegah otak kita yang aktif menghasilkan gerakan fisik. Pada saat ini otak berada dalam kondisi sangat aktif, sementara tubuh tidak aktif sama sekali, tidur REM juga sering disebut sebagai “tidur yang paradoks”.

Pada saat-saat inilah mimpi-mimpi yang jelas lebih sering muncul. Orang-orang dapat saja mengingat bahwa mereka bermimpi pada saat mereka terbangun dari tidur non-REM (tahap 1-4). Tidur non-REM ditandai dengan kurangnya gerakan mata yang cepat dan sedikit mimpi. Seseorang terbangun ketika tidur REM, lebih sering melaporkan telah bermimpi daripada dibangunkan di tahap tidur yang lain. Semakin panjang periode tidur REM, semakin besar seseorang bermimpi. Mimpi juga terjadi semasa tidur gelombang lambat atau tidur non-REM, tetapi frekuensi mimpi yang terjadi di tahap ini relatif rendah.

Laporan mimpi oleh individu yang dibangunkan dari tidur REM biasanya lebih panjang, lebih nyata dan lebih teranimasi secara motorik, lebih melibatkan emosi, dan lebih sedikit berhubungan dengan kehidupan ketika terjaga, dari pada laporan-laporan mimpi dari mereka yang dibangunkan dari tidur non-REM. Waktu yang kita habiskan di tidur REM berubah sepanjang masa hidup kita. Persentase total tidur sepanjang periode 24 jam yang terdiri atas tidur REM secara khusus banyak pada masa bayi (hampir 8 jam). Dewasa yang lebih tua mengalami lebih sedikit dari 1 jam tidur REM per periode 24 jam.

Gangguan Tidur

Banyak orang menderita gangguan tidur yang tidak terdiagnosis dan tidak tertangani yang membuat mereka harus bergelut melewati hari mereka, mereka tidak termotivasi, dan merasa lelah. Beberapa masalah tidur akan dibahas sebagai berikut:

1. Insomnia
Insomnia dapat mencakup kesulitan untuk tertidur, terbangun di malam hari, atau terbangun terlalu dini. Penelitian-penelitian mengemukakan bahwa: • Satu dari lima orang dewasa mengalami insomnia. • Insomnia lebih umum terjadi pada perempuan dan dewasa lanjut, juga pada individu yang kurus, stress atau depresi. • Perempuan lebih besar kemungkinan menderita insomnia daripada lelaki karena berbagai faktor, termasuk kekurangan zat besi dan perubahan hormonal. • 70 persen perempuan dari berbagai latar belakang (ibu rumah tangga, ibu orangtua tunggal, ibu bekerja, dan lain-lain) mengalami masalah tidur.

2. Berjalan dalam tidur dan mengigau.
Somnambulisme adalah istilah resmi untuk berjalan dalam tidur, yang terjadi pada tahap tidur terlelap. Perilaku ini terjadi ketika tahap 3 dan tahap 5 dalam tidur, biasanya pada awal malam, ketika seseorang tidak sedang bermimpi. Tidak ada yang benar-benar abnormal tentang berjalan dalam tidur. Tidak seperti takhayul yang ada, dan aman untuk membangunkan seseorang dalam tidur, justru mereka harus dibangunkan karena mungkin membahayakan mereka berkeliling di kegelapan.

3. Mimpi buruk dan teror malam
Mimpi buruk (nightmare) adalah mimpi mengerikan yang membangunkan pemimpi dari tidur REM. Isi mimpi buruk berkisar pada bahaya pemimpi dikejar-kejar, dirampok, diperkosa, dibunuh, atau dilempar ke jurang. Mimpi buruk memuncak pada usia 3 hingga 6 tahun dan menurun, meskipun pada usia remaja dan dewasa dapat juga mengalami mimpi buruk. Teror malam (night terror) ditandai oleh rangsangan tiba- tiba dalam tidur oleh rasa takut yang sangat kuat. Teror malam diiringi oleh sejumlah reaksi fisiologis, seperti cepatnya detak jantung dan napas, teriakan keras, napas yang berat, dan pergerakan. Teror malam tidak selazim mimpi buruk. Tidak seperti mimpi buruk, terror malam terjadi ketika gelombang lambat pada tidur non-REM. Teror malam memuncak pada usia 5 hingga 7 tahun dan berkurang setelahnya.

4. Narkolepsi
Dorongan tidur yang terlalu besar disebut narkolepsi (narcolepsy). Dorongan itu begitu kuat sehingga mungkin jatuh tertidur di tengah berbicara atau berdiri. Penderita narkolepsi langsung tidur ke tahap tidur REM, bukan bertahap. Kemungkinan narkolepsi ini bersifat genetika. Penanganan narkolepsi mencakup konseling untuk menemukan penyebab potensial dari kengantukan yang berlebihan ini.

5. Apnea Tidur
Apnea tidur (Sleep apnea) adalah gangguan tidur di mana individu berhenti bernafas karena lubang angin gagal membuka atau karena proses otak yang terkait dengan pernapasan gagal bekerja selayaknya. Orang-orang dengan apnea tidur beberapa kali terbangun singkat pada malam hari agar mereka dapat kembali bernapas, walaupun mereka biasanya tidak awas terhadap keadaan bangun mereka. Selama siang hari, orang-orang ini mungkin mengantuk karena kurang tidur di malam hari. Tanda-tanda umum apnea tidur adalah mendengkur keras, diselingi dengan hening (apnea). Apnea tidur lazim terjadi pada bayi dan dewasa di atas usia 65 tahun. Apnea tidur juga lebih sering terjadi pada individu yang menderita obesitas, laki-laki, dan individu dengan leher besar dan dagu masuk ke dalam. Apnea tidur yang tidak ditangani dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, stroke, adan impoten. Dan ditambah tidur pada siang hari dapat menyebabkan kecelakaan, hilangnya produktivitas, dan masalah hubungan “relationship” dengan pasangan maupun rekan.
Mimpi

Mimpi Sejak awal mula bahasa, manusia telah melekatkan pentingnya sejarah, pribadi, dan agama pada mimpi. Sejak5.000 tahun SM, masyarakat Babilonia mencatat dan menafsirkan mimpi pada until tanah liat. Masyarakat Mesir membangun kuil sebagai penghormatan pada Serapis, dewa mimpi. Mimpi sering digambarkan dengan panjang pada lebih dari 70 bagian di Alkitab. Sigmund Freud menaruh kepercayaan pada mimpi sebagai kunci ketidaksadaran kita, dan dengan menganalisis simbol-simbol mimpi melambangkan hasrat-hasrat kita tersembunyi. Para seniman terkadang menerapkan dunia mimpinya yang simbolik dalam karya mereka. Oleh karena mimpi tertulis di pikiran dengan sekiti atau tanpa partisipasi sadar, sulit untuk mengungkap misterinya.

Beberapa pendekatan dan teori dari para ahli berusaha menjelaskan mengenai mimpi, seperti berikut ini: Mimpi sebagai Keinginan-keinginan yang Tak Disadari Salah satu yang melahirkan teori psikologi mengenai mimpi adalah Sigmund Freud, Bapak Psikoanalisis. Sesudah menganalisis mimpi-mimpi pasiennya dan beberapa mimpinya sendiri, Freud menyimpulkan bahwa fantasi-fantasi yang kita alami di malam hari, memberikan gagasan atau penjelasan mengenai keinginan, motif-motif, dan konflik-konflik yang sering kali tidak kita sadari-sebuah “jalan emas menuju kesadaran.”

Freud berkata bahwa dalam mimpi kita dapat mengekspresikan semua hasrat dan keinginan terpendam, yang sering kali merupakan sesuatu yang terkait denganseksualitas atau kekerasan. Setiap mimpi memiliki makna, tidak peduli seberapa aneh gambaran yangterlihat dalam mimpi itu. Tapi bila sebuah pesan dalam mimpi menimbulkan kecemasan, bagian rasional dari pikiran harus menyingkirkan atau mengubahnya. Kalau tidak, mimpi dapat masuk ke dalam kesadaran dan membangunkan si pemimpi tadi. Oleh karena itu dalam mimpi, seseorang dapat saja ditampilkan oleh orang lain-misalnya ayah tampil diwakilkan oleh seorang kakak -atau bahkan oleh beberapa karakteristik yang berbeda-beda. Sama halnya pikiran atau objek diterjemahkan ke daam gambaran simbolis. Sebuahpenis, dapat saja ditampilkan dalam bentuk ular, payung, atau sebuah belati; sementara terowongan atau gua; dan tubuh manusia sebagai sebuah rumah. Karena kenyataan diubah sedemikian rupa, sebuah mimpi terlihat seperti psikosis,gangguan mental yang akut; setiap malam, kita harus mengalami delusi agar kecemasan kita tidak muncul dan tidur kita tidak terganggu.

Menurut Freud, untuk memahami mimpi kita harus membedakan antara isi manifes, yaitu aspek-aspek yang kita alami secara sadar selama waktu tidur dan yang mungkin kita ingat saat terbangun. Kemudian dari isi laten, yaitu harapan dan pikiran yang tidak disadari dan diekspresikan dalam bentuk simbolis. Kendati demikian, Freud mengingatkan agar kita tidak mengartikan simbol-simbol dalam mimpi secara sederhana. Setiap mimpi harus dianalisis dengan mengikutsertakan konteks kehidupan terjaga dari si pemimpi, demikian pula asosiasi dari orang tersebut terhadap isi mimpinya. Tidak semua isi dalam mimpi bersifat simbolis.

Daftar Pustaka

  1. L.A. (2010). Psikologi Umum, Sebuah Pandangan Apresiatif. Buku 1.Jakarta: Salemba Humanika
  2. Sarwono, S.W. (2002). Berkenalan Dengan Aliran-Aliran Dan Tokoh-TokohPsikologi. Jakarta: PT Bulan Bintang
  3. C., and Tavris, C. (2007). Psikologi, Jilid Satu, Edisi Kesembilan(Terjemahan). Jakarta Penerbit Erlangga


Sekian artikel tentang Pengertian Kesadaran dalam Psikologi Menurut Para Ahli.

Posting Komentar untuk "Pengertian Kesadaran dalam Psikologi Menurut Para Ahli"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email