Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Metode Outbound Management Training + Contoh

Pengertian dan Metode Outbound Management Training + Contoh - Membahas tentang batasan definisi, dan pendekatan metode Outbound Management Training, teknik-teknik dalam metode Outbound Management Training, hakikat outbound training, manfaat dan tujuan outbond training. Melalui artikel ini diharapkan mampu memahami batasan, definisi, dan pendekatan dalam Outbound Management Training, teknik-teknik dalam metode Outbound Management Training, hakikat outbound training, manfaat dan tujuan outbond training,

Hakikat Outbound Management Training (OMT)

Outbound merupakan singkatan dari out of boundaries, yang apabila diterjemahkan bebas menjadi menembus batas. Adapula yang mendefinisikan secara per kata yaitu dari kata out yang artinya keluar, dan bond yang artinya ikatan, sehingga defenisi outbound ialah keluar menuju alam bebas dan saling punya keterikatan, baik dengan alam maupun rekan dalam satu tim (Islahulben, 2012). Outbound training adalah kegiatan pelatihan sekaligus rekreasi yang dilaksanakan di alam terbuka, yang terdiri dari serangkaian permainan dan tantangan.

Pengertian Metode Outbound Management Training + Contoh_
image source: www.infobdg.com
baca juga: Pengertian dan Metode "On The Job Training" Menurut Para Ahli

Masing-masing permainan memiliki tujuan tertentu dengan tahapan sebagai berikut (Boyett & Boyett, dalam Ancok, 2006):

  • Pembentukan pengalaman
  • Perenungan pengalaman
  • Pembentukan konsep
  • Pengujian konsep


Dari beberapa tahapan tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam outbound training juga menyampaikan materi secara mendalam, dan mengupayakan pada audience juga dapat menyerap materi melalui tahapan-tahapan tersebut. Proses pembelajaran dalam outbound training menanamkan para peserta belajar dengan membentuk pengetahuannya sendiri.

Menurut Ancok (2006), ada berbagai alasan mengapa metode OMT dipakai, antara lain:

  • Metode ini adalah sebuah simulasi kehidupan yang komplek yang dibuat menjadi sederhana
  • Metode ini menggunakan pendekatan metode belajar melalui pengalaman (experiential learning)
  • Metode ini penuh kegembiraan karena dilakukan dengan permainan


Manfaat dan Tujuan Outbound

Kegiatan belajar di alam terbuka (outbound) bermanfaat untuk meningkatkan keberanian dalam bertindak maupun berpendapat.Kegiatan outbound membentuk pola pikir yang kreatif, serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual dalam berinteraksi. Kegiatan ini akan menambah pengalaman hidup seseorang menuju sebuah pendewasaan diri.

Pengalaman dalam kegiatan outbound memberikan masukan yang positif dalam perkembangan kedewasaan seseorang. Pengalaman itu mulai dari pembentukan kelompok. Kemudian setiap kelompok akan menghadapi bagaimana cara bekerja sama. Bersama-sama mengambil keputusan dan keberanian untuk mengambil risiko. Setiap kelompok akan menghadapi tantangan dalam memikul tanggung yang harus dilalui.

Tujuan outbound secara umum untuk menumbuhkan rasa percaya dalam diri guna memberikan proses terapi diri (bagi mereka yang bekelainan) dalam berkomunikasi, dan menimbulkan adanya saling pengertian, sehingga terciptanya saling percaya antar sesama.

Ancok (2006) menegaskan dalam bukunya outbound management training bahwa: metode pelatihan di alam terbuka juga digunakan untuk kepentingan terapi kejiwaan, pelatihan ini digunakan untuk meningkatkan konsep diri anak-anak yang nakal, anak pecandu narkotika, dan kesulitan di dalam hubungan sosial. Metode yang sama juga digunakan untuk memperkuat hubungan keluarga bermasalah dalam program family therapy (terapi keluarga).

Kegiatan outbound individu atau kelompok akan mendapatkan manfaat yang beragam. Mulai dari menambah pengalaman baru, memacu rasa keberanian, membangun rasa kebersamaan, rasa memiliki dan tanggung jawab, komunikasi yang efektif antar sesame, bertindak sesuai dengan situasi dan kondisi, memahami setiap kelebihan maupun kekurangan yang ada pada dirinya maupun orang lain, dapat menimbulkan rasa saling menghargai dalam setiap keputusan. Selain itu juga outbound bermanfaat sebagai proses berlatih memacu cara berpikir seseorang agar selalu sistematis.

Permainan-permainan dalam outbound tidak lain merupakan pelatihan manajemen diri yang memadukan olah pikir, rasa dan raga. Dan diadakan di alam terbuka dan dikondisikan di luar kebiasaan, “seperti orang yang bekerja meninggalkan kebiasaannya berada, berpikir dan berbuat. Kemudian ia mengganti cara berpikir dan cara berbuat untuk mendapatkan hal-hal yang baru (Islahulben, 2012).

Tujuan utama kegiatan pelatihan ini adalah melatih para peserta untuk mampu menyesuaikan diri (adaptasi) dengan perubahan yang ada dengan membentuk sikap profesionalisme para peserta yang didasarkan pada perubahan dan perkembangan traits (sifat mendasar) dari individu yang meliputi aspek trust, belief, dan komitment serta kinerja yang diharapkan akan semakin lebih baik. Karena itu semboyan one for all, all for one, yang merupakan semboyan outbound internasional selalu didengung-dengungkan dalam kegiatan oleh outbound operator untuk membangun sebuah semangat kebersamaan dan kekompakan bahkan belakangan ini dikembangkan lagi sebuah semboyan baru yang merupakan pula semboyan dunia global : “We are One”.

Dari berbagai literasi yang ada dikemukakan bahwa tujuan utama kegiatan outbound untuk membantu sikap dan perilaku profesionalisme seperti meliputi :

a. Terbentuknya suatu komitmen (commitment) yang utuh dari setiap peserta melalui 4C, yaitu :

  • Peningkatan kompetensi (competency)
  • Pembentukan konsepsi (conception) pemikiran yang komprehensif
  • Terjadinya hubungan (connection) yang semakin erat di antara para bawahannya dan atasan, serta
  • Munculnya keyakinan akan kepercayaan diri (confidence) akan kemampuan masing-masing peserta yang akan berpengaruh dalam membangun rasa memiliki dan bukan sekadar menjadi karyawan. Perubahan ini akan terlihat dari bertumbuh kembangnya rasa tanggung jawab dalam melakukan tugas di unit kerjanya masing-masing.


b. Pola perilaku yang berkarakter dalam melakukan tugas-tugas kehidupan, berdisiplin, bertanggung jawab, berorientasi ke masa depan, mengutamakan tugas pengabdian, memiliki sikap, etika dan etos kerja yang tinggi.

c. Meningkatkan semangat kerja dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing, serta meningkatkan keberanian peserta dalam mengambil setiap resiko (risk taking) dari setiap tantangan yang dihadapi.

d. Team building yang solid yang didasarkan pada saling pengertian, kerja sama, koordinasi, menghargai perbedaan, sikap mengutamakan tugas daripada kepentingan pribadi. Dan meyakini bahwa keberhasilan merupakan buah dari kerjasama dan kebersamaan.

e. Peningkatan kematangan emotional question (EQ) melalui program olah rasa yang menjadi porsi perhatian outbound bahkan perhatiannya kepada pengembangan spiritual quotation (SQ) akan sangat membantu peserta dalam meningkatkan kematangan kemampuan menghargai berbagai tantangan dan hambatan dalam setiap penyelesaian tugas-tugas yang dihadapi.

f. Pengembangan kepemimpinan (leadership). Sukses sebuah organisasi ditentukan oleh kemampuan si pemimpin dalam menggerakkan seluruh anggota perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi. Pengembangan kepemimpinan adalah suatu usaha untuk membangun ketahanan organisasi (organizational resilience) yang diperlukan untuk menghadapi kejutan masa depan dan memanfaatkan peluang yang timbul.

g. Pengembangan budaya organisasi (culture development). Budaya organisasi adalah perangkat yang penting di dalam peningkatan kinerja organisasi. Secara lebih spesifik, budaya organisasi atau budaya kerja adalah suatu system makna yang terkait dengan kerja, pekerjaan , dan interaksi kerja, yang disepakati bersama dan digunakan di dalam kehidupan kerja sehari-hari.

h. Pengelolaan perubahan (managing change). Untuk menjadi perusahaan yang tumbuh dan berkembang, perusahaan harus melakukan perubahan melalui peninjauan ulang atas semua asumsi dan tata cara kerja perusahaan yang selama ini telah menghantarkan perusahaan pada kemajuan.

i. Perencanaan strategik (strategic planning). Perencanaan strategikbermula dari kegiatan melakukan penelaahan terhadap kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman yang ada dalam organisasi.

j. Pengembangan diri (self development). Sukses dalam melaksanakan tugas di perusahaan, baik sebagai pemimpin atau anggota organisasi, sangat ditentukan oleh kepercayaan diri, kemampuan mengontrol emosi, dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain.

Sekian artikel tentang Pengertian dan Metode Outbound Management Training + Contoh.

Daftar Pustaka

  • Davis, E. (2008). ‘The art of training and development’ : the training managers: a handbook. Ensiklopedi. (terjemahan), Jakarta: Gramedia
  • Desler, G. (1998). Manajemen sumber daya manusia.(terjemahan). Jakarta: Prehalindo
  • Munandar, A.S. (2001). Psikologi industri dan organisasi. Depok: UI Press
  • Saks,M.A. & Haccoun, R.R. (2008), Managing performance through training and development, Fourth Edition, USA: Nelson Education Ltd.
  • Rae, L. (2005). ‘The art of training and development’ :effective planning.Ensiklopedi. (terjemahan), Jakarta: Gramedia

Posting Komentar untuk "Pengertian Metode Outbound Management Training + Contoh"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email