Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Psikologi Organisasi dan Psikologi Kerja

Perbedaan Psikologi Organisasi dan Psikologi Kerja - Psikologi Organisasi dan Kerja didefinisikan sebagai aplikasi psikologi yang focus membahas perilaku manusia dalam bekerja, organisasi dan produktivitas (Cascio dalam Rothman & Cooper, 2008). Keterlibatannya meliputi penelitian mengenai karyawan dan penerapan prinsip psikologi pada dunia kerja untuk membantu mengoptimalisasi keberhasilan organisasi. Istilah perilaku didefinisikan sebagai respon, reaksi dan atau pergerakan yang dibuat oleh manusia dalam situasi yang ada.

Perbedaan Psikologi Organisasi dan Psikologi Kerja_
image source: www.unomaha.edu

Psikolog organisasi dan kerja membantu individu untuk melakukan pekerja dan organisasi dalam bekerja untuk mencapai target yang diharapkan melalui :
  1. Membantu pekerja mendapatkan kesesuaian dalam bekerja, dengan memperhatikan kesesuaian perlakuan dari individu-individu yang berasal dari latar belakang yang berbeda, memilik individu yang tepat, menyediakan pelatihan, menghadiahi promosi, mencegah pelanggaran dan melakukan asesmen terhadap kinerja secara akurat. 
  2. Memastikan kepuasan dalam bekerja dengan menciptakan pekerjaan yang mendorong kinerja dan rasa aman, area kerja yang efisien, memotivasi pekerja untuk menampilkan hasil kerja yang optimal dan menciptakan kerjasama dengan latar belakang talenta dan latar belakang yang berbeda. 
  3. Membantu karyawan untuk produktif dengan merancang pola kerja yang efektif dan efisien, menyediakan pelatihan keterampilan dan pengembangan diri, membantu untuk menemukan tantangan dalam bekerja.

Perbedaan Psikologi Organisasi dan Psikologi Kerja 2_


Psikologi Organisasi fokus pada perilaku individual, kelompok dan organisasi dalam situasi kerja. Topik-topiknya adalah sebagai berikut :
  • Perbedaan individual dan manejemen perbedaan. Perbedaan individual adalah perbedaan antar orang yang didasari oleh karakteristiknya seperti sifat seorang yang membedakanya dari orang lain. Keberanekaragaman melipun penggabungan dari berbagai dimensi yang membuat individu menjadi unik dan berbeda dari orang lain.
  • Motivasi. Didefinisikan sebagai factor yang mempengaruhi dan mengatur perilaku.
  • Komunikasi. Adalah proses dimana seseorang, kelompok atau organisasi menyampaikan informasi pada orang lain.
  • Kepemimpinan. Adalah proses yang dilakukan individu untuk mempengaruhi anggota kelompok untuk mencapai tujuan kelompok atau organisasi.
  • Dinamika Kelompok. Didefinisikan sebagai dinamika dalam berinteraksi antar kelompok sosial.
  • Kesehatan, Keselamatan dan Kesejahteraan. Lingkungan tempat kerja yang sehat adalah tidak ada penyakit yang muncul. Kesejahteraan adalah cara hidup yang berorientasi untuk mencapai secara optimal kesejahteraan tubuh, pikiran dan semangat yang terintergrasi dalam individu untuk hidup lebih berarti.
  • Desain Organisasi dan Pengembangan Organisasi. Desain organisasi didefinisikan sebagai sistem formal dalam berkomunikasi, autorisasi dan tanggung jawab yang harus dijadikan pedoman organisasi yang terlihat dalam struktur internalnya. Pengembangan Organisasi didefinisikan sebagai upaya jangka panjang untuk meningkatkan kemampuan organisasi untuk menghadapi perubahan dan menyelesaikan permasalahan serta memperbaharui proses melalui manajemen yang efektif dalam budaya organisasinya.

Psikologi kerja meliputi :
  • Perencanaan sumber daya manusia. Hal ini mengenai analisa perencanaan dari kebutuhan sumber daya manusia saat ini dan masa depan dari organisasi dan implementasi dari rencana tindakan untuk memastikan ketercukupan sumber daya yang ada.
  • Analisa pekerjaan, deskripsi dan spesifikasi pekerjaan. Analisa jabatan adalah proses untuk mendapatkan informasi mengenai jabatan dengan membaginya kedalam komponen. Deskripsi pekerjaan adalah rangkuman yang tertulis mengenai bagian penting kinerja secara spesifik dari pekerjaan tersebut. Spesifikasi pekerjaan adalah penjelasan secara tertulis mengenai persyaratan minimum yang dibutuhkan untuk dapat mencapai kinerja yang optimal dari pekerja tersebut.
  • Rekrutmen dan Seleksi. Rekrutmen adalah proses untuk menarik kandidat untuk melamar pekerja yang ada dalam organisasi. Seleksi adalah memilih kandidat yang melamar dan menolak mereka yang tidak sesuai dengan persyaratan dari pekerjaan dan organisasi.
  • Induksi dan Pelatihan. Induksi didefinisikan sebagai perkenalan pada pegawai baru pada organisasi, unit kerja dan pekerjaannya. Pelatihan adalah bentuk upaya untuk mendidik pada aspek pekerjaan yang spesifik dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dari pekerja.
  • Pengembangan karir. Adalah proses penempatan, mutasi dan pengembangan keryawan melalui asesmen, perencanaan pelatihan dan pemberian tugas. Hal tersebut meliputi perencanaan karir personal maupun manajemen karir dalam organisasi
  • Evaluasi jabatan dan kompensasi. Evaluasi jabatan melibatkan perangkingan jabatan setelah dilakukan evaluasi jabatan. Nilai jabatan akan terkait dengan gaji. Total pendapatan dari pekerja dinamakan kompensasi. 
  • Penilaian kerja. Penilaian kerja adalah proses yang dilakukan organisasi untuk menentukan seberapa efektif pekerja dalam melakukan pekerjaannya.


Daftar Pustaka
  • Rothmann, I. & Cooper, C. (2008). Organizational Psychology and Work Psychology : Topics in Applied Psychology. London : Hodder Education

Posting Komentar untuk "Perbedaan Psikologi Organisasi dan Psikologi Kerja"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email