Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Attention Deficit Hiperactivity Disorder (ADHD)

Pengertian Attention Deficit / Hiperactivity Disorder (ADHD) - Attention Deficit / Hiperactivity Disorder (ADHD) adalah masalah belajar yang dikarakteristikkan dengan kesulitan di dalam mempertahankan perhatian karena keterbatasan kemampuan untuk konsentrasi. Perilaku hiperaktif dan impulsive seringkali dikaitkan dengan ADHD. Tingginya tingkat aktivitas dan ketidakseimbangan fokus perhatian adalah karakteristik kelambatan perkembangan, terutama bagi anak laki-laki, bagaimanapun guru harus berhati-hati di dalam menggambarkan kesimpulan sebagai dasar karakteristik.

Karekteristik ADHD meliputi:
  • Hyperactivity
  • Kurang perhatian (inattention), kemampuan terganggu, kesulitan di dalam konsentrasi, dan gagal menyelesaikan tugas-tugas
  • Impulsiveness (ex, bertindak sebelum berfikir, sering berteriak-teriak di luar kelas, dan sulit menunggu giliran)
  • Lalai dan banyak sekali membutuhkan pengawasan

Karakteristik di atas menunjukkan bahwa pelajar dengan ADHD memiliki kesulitan di dalam mengontrol fungsi mental yang dapat memonitor dan mengatur perilaku.

Pengertian Attention Deficit Hiperactivity Disorder (ADHD)
image source: www.youtube.com
baca juga: Pengertian dan Jenis Gangguan Belajar Menurut Para Ahli

ADHD biasanya nampak pada awal (usia 2 atau 3 tahun), dan sedikitnya 50% sampai 70% dari kasus, terus berlangsung hingga remaja (Purdie, Hattie, & Carroll, dalam Eggen & Kauchack, 2004). Estimasi dari The American Psychiatric Association (2000) 3 sampai 4 lebih banyak laki-laki daripada pada laki-laki daripada perempuan (Eggen & Kauchack, 2004).

Tanda-tanda ADHD dapat muncul sejak usia prasekolah. Orangtua dan guru prasekolah dan taman kanak-kanak mungkin mengetahui bahwa ada anak yang sangat aktif dan konsentrasinya kurang. Mereka mengatakan “Anak tidak bisa diam”, “tidak bisa duduk sedetik saja”, atau kelihatannya tak pernah mendengar orang lain berbicara”. Banyak anak-anak dengan ADHD sulit diatur, kurang toleransi terhadap frustasi, dan punya masalah dalam berhubungan dengan teman sebaya. Karakteristik umum lainnya adalah ketidakdewasaan dan dekil.

Meskipun tanda-tanda ADHD seringkali muncul pada usia prasekolah, namun baru ketahuan saat usia SD (Guyer, dalam Santrock, 2007). Meningkatnya tuntutan akademik dan sosial dalam sekolah formal, dan standar yang lebih ketat untuk kontrol perilaku, seringkali akan mengungkapkan adanya masalah ADHD dalam diri anak (Whalen dalam Snatrock, 2007). Guru sekolah biasanya melaporkan bahwa anak sulit bekerja secara independen, mengerjakan tugas, dan mengelola tugas. Mereka sering tampak selalu ribut dan tidak fokus. Masalah ini lebih mungkin terlihat ketika mereka diberi tugas yang berulang-ulang, atau tugas yang dianggap menjemukan (seperti mengisi daftar atau mengerjakan PR).

Diagnosis dan tratmen ADHD biasanya dilakukan di dalam konsultasi dengan ahli medis dan psikolog.


Daftar Pustaka
  • Eggen, P & Kauchak, D.P. 2004. Educational Psychology; Windows on Classrooms. 6-th ed. USA: Pearson Merril Prentice Hall
  • Golver, A. J. Roger, H. Bruning. 1999. Educational Psychology. Boston Toronto: Little Brown Company.
  • Santrock. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email