Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tata Cara Penulisan Skripsi yang Benar Beserta Contoh

Tata Tulis Skripsi yang Baik dan Benar Beserta Contoh - Sebelumnya kami sudah membahas tentang Tujuan, Tata Cara dan Tahap-Tahap Penulisan Skripsi. Dalam artikel ini akan dibahas secara lengkap mengenai tata penulisan skripsi yang mencakup penulisan tabel, penulisan istilah, penulisan gambar, penulisan kutipan, dan penulisan daftar pustaka. Melalui artikel ini diharapkan mampu memahami dan menjelaskan kembali mengenai tata tulis skripsi.

1. PENULISAN TABEL

Tabel merupakan cara penyajian data secara efisien karena membantu peneliti menampilkan sejumlah data dalam tempat terbatas.

Tabel biasanya memperlihatkan data numerik yang diatur sedemikian rupa dalam bentuk baris dan kolom sehingga membantu untuk melakukan perbandingan.

Alasan mengapa peneliti perlu selektif dalam memilih cara penyajian tabel adalah karena pembaca kadang mengalami kesulitan jika menemui jumlah tabel yang banyak. Selain itu, jumlah tabel yang banyak akan menyulitkan lay-out laporan dan membuat publikasi menjadi mahal.

Oleh karena itu, tampilkan tabel untuk data-data penting yang secara langsung berkaitan dengan masaIah penelitian dan persingkat teks yang padat dengan menggunakan angka dalam tabel.

Beberapa catatan yang perlu dalam penulisan tabel:
  • Tabel dan teks harus saling berkaitan dan teks hanya menjelaskan bagian-bagian penting dari isi tabel.
  • Setiap tabel harus berdiri sendiri sehingga pembaca tidak perlu selalu membaca keterangan dalam teks. Jelaskan semua singkatan yang ada dalam teks langsung di bawah tabel.
  • Jika dalam teks ada penjelasan tentang tabel, sebutkan nomor tabel. Jangan mengatakan pada tabel di atas atau di bawah. Misalnya: seperti terlihat pada tabel 8, respons yang ditampilkan adalah
  • Tabel sebaiknya dibuat sedemikian rupa sehingga data dengan baris dan kolom yang sama isinya tidak muncul dalam beberapa tabel yang berbeda.
  • Gunakan format, judul, sub judul, serta istilah yang sama untuk semua tabel. Jarak antar baris dalam tabel adalah 1 spasi.
  • Tulis nomor tabel secara berurutan dengan angka arab (1,2, dst). Jangan menggunakan akhiran pada nomor tabel seperti tabel 4a, 4b, dan sebagainya. Penulisan nomor tabel maupun keterangan di bawah tabel dimulai dari tepi kiri tabel dan ditulis rata kiri.
  • Jika ada tabel dalam lampiran maka tuliskan nomor tabel dengan huruf besar dan angka arab. Misalnya: Tabel A1 adalah tabel pertama pada lampiran A, Tabel C2 adalah tabel kedua pada lampiran C.
  • Berikan judul yang singkat dan padat pada setiap tabel.
  • Singkatan yang ada pada sub judul atau isi tabel dapat ditulis dalam tanda kurung pada judul tabel.
    Misalnya: Proporsi Hit & False-Alarm (FA) pada eksperimen 2.
  • Jika angka pada tabel berbentuk desimal, bulatkan angka hingga dua angka dibelakang koma. Tuliskan angka 0 di depan desimal jika data dalam tabel kurang dari 1, misal : 0.23 cm; 0.48 detik. Jangan tuliskan angka 0 di depan angka desimal jika data tidak mungkin lebih dari 1, misal :r (24) =-.43, p< .05.
  • Jika pada pertemuan antara baris dan kolom (yang disebut sel) tidak dapat diisi data, maka kosongkan sel. Jika sel tidak dapat diisi karena data tidak diperoleh atau tidak dilaporkan, berikan tanda garis dalam sel, dan jelaskan arti garis tersebut.
  • Tabel tidak selalu berisi data kuantitatif. Ada tabel yang berisi kata-kata, seperti tabel perbandingan kualitatif atau tabel informasi deskriptif yang menggambarkan karakteristik-karakteristik tertentu.
  • Ada tiga keterangan yang dituliskan di bawah tabel, yaitu keterangan umum, keterangan khusus, dan keterangan mengenai probabilitas.
    - Keterangan umum: menjelaskan atau memberikan informasi tambahan yang berkaitan dengan tabel secara keseluruhan dan diakhiri dengan penjelasan dengan singkatan, dan sebagainya.
    Contoh :
    Keterangan : Semua interaksi 3 arah yang tidak signifikan tidak dicantumkan.
    - Keterangan khusus mengarah pada kolom, baris, atau data tertentu. Keterangan khusus diindikasikan dengan superscriptlowercase letters.
    Contoh :
    Keterangan :an = 25. bsubyek ini tidak menyelesaikan penelitian.
  • Keterangan mengenai derajat probabilitas yang menunjukkan hasil dari uji signifikansi.
    Contoh :
    Keterangan : * = p < .05 ** = p <.01

Daftar checklist untuk penulisan tabel :
  • apakah tabel diperlukan?
  • apakah tabel sudah memiliki judul, sub judul, dan keterangan?
  • apakah semua tabel diisi secara konsisten?
  • apakah judul singkat dan padat?
  • apakah setiap kolom memiliki judul kolom?
  • apakah semua singkatan, garis bawah, tanda kurung, garis sambung, dan simbol-simbol khusus telah dijelaskan?
  • apakah semua tingkat probabilitas ditulis dengan benar?
  • apakah semua tingkat probabilitas ditulis dengan jumlah bintang yang sama jika muncul dalam beberapa tabel?
  • apakah semua keterangan mengikuti urutan: keterangan umum, keterangan khusus, keterangan derajat probabilitas?
  • apakah semua tabel sesuai dengan teks yang menjelaskannya?
Tata Cara Penulisan Skripsi yang Benar Beserta Contoh_
image source: 2020msl.com
baca juga: Tujuan, Tata Cara dan Tahap-Tahap Penulisan Skripsi

2. PENULISAN GAMBAR

Jika di dalam skripsi digunakan berbagai ilustrasi di luar tabel, ilustrasi itu disebut gambar. Gambar dapat berbentuk grafik, foto, gambar, dan berbagai penggambaran lain.

1. Grafik :
Menggambarkan hubungan, perbandingan, dan distribusi dari sekumpulan data dan memperlihatkan beberapa hal, seperti nilai absolut, persentase, dan angka indeks.

Grafik dapat berbentuk :
  • Grafik garis : menggambarkan hubungan antara dua variabel atau lebih.
  • Grafik batang : digunakan jika variabel independen adalah variabel kategorikal.
  • Grafik lingkaran/pie chart : digunakan untuk memperlihatkan persentase atau proporsi.
  • Grafik scatter : berisi titik-titik tunggal yang menggambarkan nilai dari kejadian-kejadian tunggal terhadap dua varian yang digambarkan dalam bentuk aksis dan ordinat.
  • Grafik pictorial : digunakan untuk menggambarkan perbedaan antar kelompok secara sederhana.

2. Bagan/skema/chart :
menggambarkan hubungan antara bagian-bagian kelompok atau obyek atau urutan operasi dalam proses. Bagan biasanya digambarkan dengan kotak-kotak yang dihubungkan dengan garis.

3. Peta titik/dot maps :
memperlihatkan kepadatan populasi. Peta yang diarsir dapat menggambarkan nilai rata-rata atau persentase.

4. Gambar :
merupakan sesuatu yang dipilih secara selektif dan memberikan kebebasan pada peneliti untuk menekankan aspek tertentu dengan ide tertentu.

5. Foto :
memiliki daya tarik yang paling kuat untuk memperlihatkan gambaran tertentu dari subyek atau responden penelitian.

Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam penulisan gambar adalah :
  • Gambar harus sederhana, jelas, dan berkesinambungan.
  • Gambar memberikan tambahan penjelasan mengenai keseluruhan hasil secara sekilas dan menyeluruh.
  • Gambar hanya menjelaskan fakta penting.
  • Gambar harus mudah dibaca dan dipahami.
  • Gambar harus konsisten dan dipersiapkan dengan gaya yang sama
  • Gambar harus dirancang secara hati-hati dan terencana.
  • Hilangkan detil-detil yang dapat mengganggu gambar.

Daftar checklist untuk penulisan gambar :
  • Apakah gambar diperlukan?
  • Apakah gambar sederhana, jelas, dan bebas dari detil mengganggu?
  • Apakah data digambarkan secara akurat?
  • Apakah skala dalam gambar sudah proposional?
  • Apakah tulisan dalam gambar cukup besar dan jelas untuk dibaca, terutama jika gambar akan diperkecil?
  • Apakah besar tulisan sebanding dengan besar gambar?
  • Apakah detil gambar dan besar tulisan tetap dapat dilihat jika, diperkecil sebanyak 25% sampai 50%?
  • Apakah gambar yang paralel dan gambar penting yang setara dipersiapkan dengan skala yang sama?
  • Apakah istilah ditulis secara benar?
  • Apakah semua singkatan dan simbol dijelaskan dalam keterangan gambar? 
  • Apakah simbol, singkatan, dan istilah dalam gambar konsisten dengan keterangan gambar? Konsisten dengan gambar lain? Konsisten dengan teks?
  • Apakah semua keterangan gambar digambarkan secara bersama-sama dalam lembar yang terpisah?
  • Apakah gambar diberikan nomor secara berututan dengan angka arab?
  • Apakah semua gambar diterangkan dalam teks?

3. PENULISAN ISTILAH

a. Penggunaan istilah

Dalam penulisan skripsi hendaknya penulis berusaha menggunakan istilah Indonesia yang lazim dipakai. Namun demikian tidak dapat dihindari kenyataan bahwa seringkali ditemukan istilah-istilah asing yang belum memiliki terjemahan yang baku dalam bahasa Indonesia. Dalam hal ini ada beberapa cara yang dapat ditempuh :
  1. Mencek istilah Indonesia yang artinya paling mendekati istilah asing tersebut. Pada penggunaan pertama kali, istilah tersebut hendaknya diikuti dengan padanan istilah asingnya. Untuk selanjutnya istilah Indonesia tersebut dapat digunakan.
    Misalnya : “...unjuk kerja (performance) karyawan di perusahaan tersebut. Unjuk kerja ini diukur...”
  2. Menuliskan istilah asing tersebut sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesia masih dapat dibandingkan dengan bentuk aslinya.
    Misalnya: acculturation menjadi akulturasi, excitation menjadi eksitasi
  3. Menggunakan istilah asing sebagaimana adanya karena belum memungkinkan untuk diserap sepenuhnya ke dalam bahasa Indonesia. Untuk membedakan istilah ini dari istilah asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia (butir 2 di atas), hendaknya istilah tersebut ditulis dengan huruf miring atau dalam tanda kutip.
    Misalnya: “...penelitian ini akan membandingkan fear of success dari generasi anak dan generasi ibu...”

Referensi yang dapat digunakan untuk mengetahui aturan-aturan yang berhubungan dengan penyerapan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia yang disusun oleh Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

b. Catatan Kaki

Catatan kaki biasanya digunakan untuk memberikan informasi yang diperlukan untuk menunjang fakta, konsep, atau gagasan yang ada dalam teks.Karena catatan kaki ini sering menyulitkan penulisan dan mahal bila dimasukkan dalam teks, catatan kaki ini hendaknya dibuat bila benar-benar mutlak diperlukan untuk menyokong teks.Pada tulisan-tulisan yang baik, umumnya penulis berusaha memasukkan informasi penting ke dalam teks.

Pada skripsi Fakultas Psikologi catatan kaki ini tidak pernah digunakan oleh karena itu catatan kaki ini tidak akan diuraikan.

4. PENULISAN KUTIPAN

a. Apabila nama pengarang dinyatakan dalam teks, ikutilah nama pengarang dengan tahun. Pada nama asing biasanya hanya ditulis nama akhir sedangkan untuk nama Indonesia ditulis apa yang lazim dipakai. Gelar yang menyertai nama pengarang dan akhiran seperti Jr. tidak perlu dituliskan.

Contoh :
  • Rogers (1994) membandingkan waktu reaksi...
  • Amran Halim (1997) menyatakan bahwa...
  • Dalam penelitian terakhir mengenai waktu reaksi, Rogers (1994) menggambarkan metode... Rogers juga menemukan...

b. Apabila nama pengarang tidak dinyatakan dalam teks, cantumkanlah nama akhir pengarang dan tahun terbit tulisan dengan tanda koma diantaranya.

Contoh :
  • Pada penelitian terakhir diketahui … (Rogers, 1994)
  • ...memerlukan bahasa Indonesia yang baik (Halim, 1997)

c. Apabila tulisan/buku yang dikutip memiliki 2 pengarang cantumkan selalu nama akhir mereka. Jika nama dituliskan dalam teks, gabungkan kedua nama dengan kata “dan”. Jika nama dituliskan dalam tanda kurung; tabel, dan judul; serta daftar pustaka, gabungkan nama dengan tanda “&”.

Contoh :
  • Becker dan Seligman (1981) berpendapat …
  • Persepsi sosial merupakan … (Becker & Seligman, 1981).

d. Apabila buku yang dikutip memiliki 3 pengarang atau lebih, tuliskan nama akhir mereka secara lengkap pada kutipan pertama. Untuk kutipan berikutnya tuliskan nama akhir pengarang diikuti dengan et al. atau dkk.

Contoh :
  • Wassertein, Zappulla, Rosen, Gerstman, and Rock (1994) menemukan... [kutipan pertama]
  • Wasserstein dkk. (1994) menemukan... [kutipan berikutnya]

e. Apabila kutipan dilakukan dari buku yang memiliki 6 atau lebih pengarang, tuliskan nama akhir pengarang yang pertama, dan dilanjutkan dengan kata “dkk.”. Jika dua referensi dengan 6 atau lebih pengarang akan diperpendek, tuliskan nama akhir dari pengarang pertama dan beberapa pengarang berikutnya yang penting untuk membedakan kedua referensi tersebut, dan diikuti dengan kata dkk.

Contoh :
  • Kosslyn, Koenig, Barrett, Cave, Tang, and Gabrieli (1992)...
  • Kosslyn, Koening, Gabrieli, Tang, Marsolek, and Daly (1992)...

Dalam teks dapat dituliskan :
  • Kosslyn, Koenig, Barrett, dkk. (1992)
  • Kosslyn, Koenig, Gabrieli, dkk. (1992)

f. Apabila kutipan dilakukan dari beberapa buku dengan pengarang yang sama dalam tahun yang berbeda, tuliskan tahun berdasarkan urutan.

Contoh :
  • Dinamika terjadinya …(Edeline & Weinberg, 1991, 1993).
  • Keterikatan emosional … (Gogel, 1984, 1990, dalam penerbitan).

g. Apabila kutipan dilakukan dari pengarang yang sama dan tahun yang sama, hendaklah ditambahkan huruf a, b, c, dst. setelah tahun terbit.

Contoh :
  • Beberapa penelitian... (Zola-Morgan & Squire, 1986, 1990, dalam penerbitan-a, dalam penerbitan-b).
  • Perkembangan kepribadian (Johnson, 1991a, 1991b, 1991c; Singh, 1983, dalam penerbitan-a, dalam penerbitan-b).

h. Apabila gagasan disokong oleh beberapa orang, nama pengarang dituliskan berturut-turut menurut abjad dengan menggunakan titik koma sebagai pemisah.

Contoh :
  • ...menunjukkan gejala yang berbeda (Balda, 1980; Kamil, 1988; Pepperberg & Funk, 1990).

Pengecualian :
Jika kutipan utama akan dipisahkan tambahkan kalimat :”lihat juga”, sebelum kutipan berikutnya yang disusun secara alfabetik.

Contoh :
  • (Overmier, 1993; lihat juga Abeles, 1992; Storandt, 1990).

i. Apabila kutipan di ambil dari sumber ke dua, sedangkan sumber asli tidak dibaca, maka penulis dari sumber asli tidak perlu dituliskan tahunnya.

Contoh :
  • ...didasarkan pada pendapat Locke (dalam Siegel & Lane, 1987) mengenai...
  • Allen dan Meyer (dalam Dunham, Grude, & Castaneda, 1994) mengemukakan bahwa...

j. Untuk mengutip bagian tertentu dari suatu sumber, tuliskan nomor halaman, bab, gambar, atau tabel pada teks. Contoh :
  • (Cheek & Buss, 1981, hal. 332)
  • (Shimamura, 1989, bab 3)

k. Kutipan berdasarkan komunikasi personal seperti surat, memo, komunikasi elektronik (misal e-mail, kelompok diskusi, pesan dari buletin elektronik), pembicaraan telepon, dan sebagainya dapat saja dituliskan. Karena tidak ada data yang tertulis, komunikasi personal tidak perlu dituliskan dalam daftar pustaka. Kutipan komunikasi personal hanya ditulis dalam teks. Tuliskan nama inisial dan nama akhir komunikator, dan jika mungkin tuliskan tanggal dengan tepat.

Contoh :
  • K.W. Schaie (komunikasi personal, 18 April 1993).

l. Pada kutipan langsung, nama pengarang dan tahun diikuti dengan halaman dari mana kutipan diambil. Yang perlu diingat, kutipan langsung hendaknya dilakukan bila sungguh-sungguh relevan dan perlu. Bila terlalu banyak digunakan, dapat memberi kesan bahwa penulis kurang mengolah dan mencerna bahan sehingga teks hanyalah merupakan serangkaian kutipan. Adalah lebih baik bila bahan-bahan yang ada diolah dan disintesakan sebelum dimasukkan ke dalam teks.

Apabila kutipan langsung merupakan bagian kalimat atau kalimat singkat, tempatkanlah kutipan itu sebagai bagian kalimat di dalam teks di antara tanda kutip.

Contoh :
  • la menyatakan “efek placebo” (Miele, 1993: 276), tetapi tidak dijelaskan tingkah laku apa yang diteliti.
  • Miele (1993) menemukan bahwa “efek placebo” (hal. 276).

Blog Psikologi - Apabila kutipan langsung merupakan sejumlah kalimat, tempatkanlah kutipan ini terpisah dari teks, berjarak 1 spasi, rata kiri, dan masuk 5 ketukan dari margin kiri, tanpa mengubah jenis maupun ukuran tulisan. Jika kutipan terdiri dari 2 paragraf, paragaraf berikutnya dimulai pada baris baru dengan 5-7 ketukan ke dalam dari margin kiri baris sebelumnya.Kutipan dalam bahasa asing ditulis dengan huruf miring.

Contoh :
  • Miner (1992:5) mendefinisikan
    “Human Resource Management may be defined as the process of developing, applying, and evaluating policies, procedures, methods, and program relating to the individual in the organization “.
  • · ……………….. didefinisikan :
    “... a tendency to engage in consistent lines of activity based on the individual recognition of the cost (or lost side bets) associated with discontinuing the activity” (Becker dalam Allen & Meyer, 1990:3). 

5. PENULISAN DAFTAR PUSTAKA

a. Terbitan Periodik
  • Urutan penulisan : nama penulis, tahun penerbitan, nama artikel, nama jurnal, volume jurnal, nomor jurnal, halaman artikel.
  • Huruf besar hanya ditulis pada huruf pertama judul dan sub judul (jika ada), dan nama diri; jangan menggaris bawahi judul atau memberikan tanda petik di antaranya. Nama jurnal dicetak miring.
  • Tuliskan juga informasi non-rutin yang penting untuk identifikasi dan tuliskan dalam tanda kurung segera setelah judul artikel (contoh, [surat untuk editor]). Tanda kurung menandakan deskripsi bentuk, bukan judul.
  • Akhiri penulisan dengan tanda titik.

1) Artikel jurnal, satu pengarang
Bekerian, D.A. (1993). In search of the typical eyewitness. American Psychologist, 48,574-576.

2) Artikel jurnal, dua pengarang, jurnal berdasarkan masalah
HIimoski, R., & Palmer, S. (1993). The ADA and the hiring process in organizations. Consulting Psychology Journal : Practice and Research, 45 (2),10-36.

3) Artikel jurnal, tiga sampai lima pengarang
Borman, W.C., Hanson, M.A., Oppler, S.H., Pulakos, E.D., & White, L.A. (1993). Role of early supervisory experience in supervisor performance. Journal of Applied Psychology, 78, 443-449.

4) Artikel jurnal, enam atau lebih pengarang
Kneip, R.C., Delamater, A.M., Ismond, T., Milford, C., Salvia, L., & Schwarz, D. (1993). Self-and spouse rating of anger and hostility as predictors of coronary heart disease. Health Psychology, 12, 301-307.

Catatan :
  • Dalam teks, setiap kali gunakan cara penulisan kutipan sebagai berikut : (Kneip et al., 1993)

5) Artikel jurnal yang sedang diterbitkan
Zuckerman, M, & Kieffer, S.C. (dalam penerbitan). Race differences in face-ism: Does facial prominence imply dominance? Journal of Personality and Social Psychology.

Catatan :
Jangan menuliskan tahun, volume, atau nomor halaman sampai artikel diterbitkan.
  • Di dalam teks, gunakan cara penulisan kutipan sebagai berikut : (Zuckerman & Kieffer, dalam penerbitan).
  • Jika kepustakaan lain dari pengarang yang sama (atau urutan sama untuk beberapa pengarang) ada dalam daftar pustaka, tempat judul artikel yang sedang diterbitkan setelah kepustakaan yang telah diterbitkan.
  • Jika lebih dari satu artikel yang sedang diterbitkan, urutkan kepustakaan tersebut secara alfabetik berdasarkan kata pertama setelah elemen tanggal, dan berikan tambahan huruf setelah elemen tanggal (contoh, dalam penerbitan -a).

6) Artikel majalah
Setyarini, Lies (1997, 11-24 Januari). Kiat praktis memilih TK. Ayahbunda, 01, 24.

Catatan :
  • Tuliskan tanggal yang ada dalam publikasi - bulan untuk majalah bulanan, tanggal dan bulan untuk majalah mingguan.
  • Tuliskan nomor volume penerbitan.

7) Artikel dalam laporan berkala
Brown, L.S. (1993, Spring). Antidomination training as a central component of diversity in clinical psychology education. The Clinical Psychologist, 46, 83-87.

8) Artikel dalam laporan berkala, tanpa pengarang
The new health-care lexicon. (1993, August/ September). Copy Editor, 4, 1-2.

Catatan :
  • Urutkan secara alfabetik artikel tanpa pengarang berdasarkan kata pertama dalam judul.
  • Di dalam teks, gunakan judul yang penting (atau seluruh judul jika judul pendek) dengan cara penulisan kutipan sebagai berikut: (“The New Health-Care Lexicon,” 1993).
  • Tuliskan nomor volume.

9) Artikel surat kabar harian, tanpa pengarang
Otonomi ditandari dengan keberanian daerah mengambil keputusan (1997, 25 April). Suara Pembaharuan, hal. 3.

Catatan :
  • Urutkan tulisan tanpa pengarang berdasarkan kata pertama dalam judul.
  • Di dalam teks, gunakan cara penulisan kutipan sebagai berikut : “Otonomi,” 1997).
  • Penulisan nomor halaman dalam surat kabar didahului dengan hal.

10) Artikel surat kabar harian, halaman bersambung
Berakhirnya politik televisi dan bola (1997, 17 April). Kompas, hal 1, 15.

b. Buku, Brosur, dan Bab dalam Buku
  • Urutan penulisan : pengarang atau editor buku, tahun penerbitan, judul buku, tempat dan nama penerbit.
  • Judul buku dicetak miring.

Contoh :
Cone, J.D., & Foster, S.L. (1993). Dissertation and theses from start to finish : Psychology and related fields. Washington, DC: American Psychological Association.

1) Buku, edisi ketiga, ada nama junior
Mitchell, T.R., & Larson, J.R., Jr. (1987). People in organizations : An introduction to organizational behavior (3rd ed.). New York: McGraw Hill.

2) Buku, sejumlah pengarang (departemen pemerintah) sebagai penerbit
Australian Bureau of Statistics. (1991). Estimated resident population by age and sex in statistical local areas, New South Wales, June 1990 (No. 3209.1). Canberra, Australian Capital Territory: Author.

Catatan :
  • Urutkan secara alfabetik (sejumlah pengarang) berdasarkan kata pertama dari nama pengarang.
  • Jika pengarang dan penerbit identik, gunakan nama pengarang sebagai kata nama penerbit.

3) Buku yang diedit
Gibbs, J.T., & Huang, L.N. (Eds.). (1991). Children of color: Psychological intervention with minority youth. San Fransisco: Jossey-Bass.

4) Buku tanpa pengarang atau editor
Merriam-Webster s collegiate dictionary (10th ed.). (1993). Springfield, MA: Merriem-Webster.

Catatan :
  • Tempatkan judul buku dalam posisi pengarang.
  • Urutkan secara alfabetik buku-buku tanpa pengarang atau editor berdasarkan kata pertama dalam judul.
  • Di dalam teks, untuk membuat kutipan gunakan beberapa huruf dari judul atau seluruh judul jika judul pendek, dalam posisi pengarang (Merriem Webster s Collegiate Dictionary, 1993).

5) Buku, edisi revisi
Rosenthal, R. (1987). Meta-analytic procedures for social research. (Rev. ed). Newbury Park, CA: Sage.

6) Beberapa volume buku dalam periode lebih dari satu tahun
Koch, S. (Ed.). (1959-1963). Psychology: A study of science (vols. 1-6). New York: McGraw-Hill.

Catatan:
  • Di dalam teks, gunakan cara penulisan kutipan sebagai berikut : (Koch, 1959-1963).

7) Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders
American Psychiatric Association. (1994). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (4th ed.). Washington, DC: Author.

Catatan :
  • Asosiasi adalah nama pengarang sekaligus penerbit.
  • Sebutkan edisi yang digunakan dengan huruf arab dan di dalam tanda kurung.
  • Di dalam teks, tuliskan nama asosiasi dan nama manual secara lengkap dalam tulisan pertama teks, setelah itu baru tuliskan bentuk DSM seperti biasa (dicetak miring) sebagai berikut :
    - DSM-III (1980) edisi tiga
    - DSM-III-R (1987) edisi tiga, revisi
    - DSM-IV (1994) edisi empat

8) Ensiklopedia atau kamus
Sadie, S. (Ed.). (1980). The new Grove dictionary of music and musicians (6th ed., Vols. 1-20). London: Macmillan.

9) Artikel atau bab dari buku yang diedit
Massaro, D. (1992). Broading the domain of the fuzzy logical model of perception. Dalam H.L. Pick, Jr., P. van den Broek, & D.C. Knill (Eds.), Cognition: Conceptual and methological issues (pp. 51-84). Washington, DC: American Psychological Association.

Catatan:
  • Urutan penulisan : nama pengarang, tahun penerbitan, judul artikel atau bab, nama editor, judul buku, halaman artikel atau bab, informasi penerbit.
  • Yang dicetak miring adalah judul buku, bukan judul artikel.

10) Bab dalam volume berseri
  • Maccoby, E.E., & Martin, J. (1983). Socialization in the context of the family : Parent-child interaction. Dalam P.H. Mussen (Series Ed.). & E.M. Hetherington (Vol. Ed.), Handbook of child psychology: Vol. 4. Socialization, personality, and social development (4th ed., hal. 1-101). New York: Wiley.

Catatan :
  • Urutkan editor buku pada posisi pertama dan editor volume pada posisi kedua sehingga paralel dengan judul buku dan judul volume.
  • Yang dicetak miring adalah nama buku dari volume berseri tersebut.

c. Laporan Teknis atau Penelitian

Urutan penulisan: penulis laporan, tahun publikasi, judul laporan, penerbit.

Contoh :
Mazzeo, J., Druesne, B., Raffeld, P.C., Checketts, K.T., & Muhlstein, A. (1991). Comparibility of computer and paper-and pencil scores of two CLEP general examinations (College Board Rep. No. 91-5). Princeton, NJ: Educational Testing Service.

Catatan :
  • Jika laporan memiliki nomor tertentu (misal nomor laporan, nomor kontrak kerja, nomor monograf), tuliskan nomor tersebut di dalam tanda kurung setelah judul. 
  • Jangan menggunakan tanda titik di antara judul laporan dengan tulisan di dalam tanda kurung.
  • Jangan mencetak miring tulisan di dalam tanda kurung.
  • Jika laporan dibuat dalam dua nomor, berikan nomor yang paling mudah diidentifikasi dan diingat.
  • Tuliskan nama penerbit secara tepat (nama departemen, kantor, perwakilan, institut yang menerbitkan laporan). Tuliskan nama departemen, kantor, atau perwakilan yang lebih tinggi hanya jika penerbit laporan tidak diketahui dengan jelas.

1) Laporan universitas
Broadbent, R.G., & Maller, R.A. (1991). Sex offending and recidivism (Tech. Rep. No. 3). Nedlands, Western Australia: University of Western Australia, Crime Research Centre.

Catatan :
  • Jika nama negara termasuk dalam nama universitas, jangan mengulang nama negara dalam tempat lokasi.
  • Tuliskan nama universitas dalam posisi pertama, kemudian nama departemen atau organisasi yang menerbitkan laporan.

2) Laporan dari organisasi swasta
Employee Benefit Research Institute. (1992, February). Sources of health insurance and characteristics of the uninsured (Issue Brief No. 123). Washington, DC: Author.

Catatan :
  • Gunakan bentuk ini untuk ringkasan laporan, laporan kerj a, dan dokumen lain yang berkaitan, dan tuliskan nomor dokumen yang sesuai di dalam tanda kurung.

d. Laporan Rapat atau Seminar

1) Laporan yang dipublikasikan, laporan simposium
Deci, E.L., & Ryan, R.M. (1991). A motivational approach to self: Integration in personality. Dalam R. Dienstbier (Ed.), Nebraska Symposium on Motivation: Vol. 38. Perspectives on motivation (hal. 237-288). London: University of Nebraska Press.

2) Laporan yang diterbitkan secara reguler
Cynx, J., Williams, H., & Nottebohm, F. (1992). Hemispheric differences in avian song discrimination. Proceedings of the National Academy of Sciences, USA, 89,1372-1375.

Catatan :
  • Perlakukan laporan yang diterbitkan sebagai jurnal periodik.
  • Tunjukkan setelah judul artikel, jika hanya abstrak yang dituliskan dalam laporan. Gunakan tanda kurung untuk menunjukkan bahwa bahan merupakan deskripsi bukan judul.

3) Makalah seminar yang tidak dipublikasikan
Lichstein, K.L., Johnson, R.S., Womack, T.D., Dean, J.E., & Childers, C.K. (1990, June). Relaxation therapy for polypharmacy use in elderly insomniacs and noinsomniacs. Dalam T.L. Rosenthal (Chair), Reducing medication in geriatric populations. Simposium dilakukan pada pertemuan the First International Congress of Behavioral Medicine, Uppsala, Sweden.

4) Makalah yang dipresentasikan dalam seminar
Lanktree, C., & Briere, J. (1991, January). Early data on the Trauma Symptom Checklist for Children (TSC-C). Makalah dipresentasikan pada pertemuan the American Professional Society on the Abuse of Children, San Diego, CA.

5) Poster
Ruby, J., & Fulton, C. (1993, June). Beyond redlining: Editing software that works. Poster disajikan pada pertemuan tahunan the Society for Scholarly Publishing.

e. Media Elektronik

Informasi on-line
Pengarang, I (tanggal). Judul artikel. Nama penerbit [on-line], vol. Tunjukkan nama sumber informasi (misal, FTP: 128.112.128.1)

1) Abstrak on-line
Meyer, A.S., & Bock, K. (1992). The tip-of-the tongue phenomenon: Blocking or partial activation? [On-line]. Memory & Cognition, 20, 715-726. Abstrak dari: DIALOG File: PsycINFO Item: 80-16351

2) Artikel jurnal on-line, berdasarkan langganan
Central Vein Occlusion Study Group. (1993, 2 Oktober). Central vein occlusion study of photocoagulation: Manual of operations [675 paragraf]. Online Journal of Current Clinical Trials [On-line series]. Available: Doc, No. 92

3) Jurnal on-line, akses umum

- E- mail
Funder, D.C. (1994, Maret). Judgmental process and content: Commentary on Koehler on baserate [9 paragraf]. Psycoloquy [On-line serial], 5 (17). Available E-mail: psyc@pucc Message: Get psyc 94-xxxxx

- FTP
Funder, D.C. (1994, Maret). Judgmental process and content: Commentary on Koehler on baserate [9 paragrafl. Psycoloquy [On-line serial], 5_(17). Available FTP: Hostname: princeton.edu Directory: pub/harnad/ Psycoloquy/1994. Volume.5 File: psycoloquy.94.5.17.baserate.l2.funder

Sekian artikel tentang Tata Tulis Skripsi yang Baik dan Benar Beserta Contoh.

Daftar Pustaka
  • Setiadi, B.N., Matindas, R.W., Chairy, L.S. (2003). Pedoman Penulisan Skripsi Psikologi. Jakarta : LPSP3-UI

Posting Komentar untuk "Tata Cara Penulisan Skripsi yang Benar Beserta Contoh"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email