Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memahami Konsep Korelasi Spearman dalam Statistika

Memahami Konsep Korelasi Spearman dalam StatistikaKorelasi Spearman dikembangkan oleh Charles Spearman. Dimaksudkan untuk menghitung dan menentukan tingkat hubungan (korelasi) antara 2 gejala yang kedua-duanya berskala ordinal.

Data ordinal selalu menunjukkan perbedaan besar antara variabel yang satu dengan yang lain. Apabila peneliti memiliki data yang jenisnya interval atau rasio, maka data tersebut harus diubah dahulu ke dalam urutan rangking-rangking yang merupakan ciri dari data ordinal.

Memahami Konsep Korelasi Spearman dalam Statistika_
image source: i-study.co.uk
baca juga: Memahami Konsep Korelasi Pearson dalam Statistika

Cara mengubah menjadi ranking (ordinal) dengan mengurutkan skor dari yang tertinggi sampai yang terendah kemudian diberi rangking 1, 2, 3, 4, dan seterusnya.

Rumus:

rhitung >  rtabel, maka H0 ditolak, H1 diterima → ada hubungan yang signifikan antara dua variabel (IV dan DV)
  • rhitung <  rtabel, maka H0 gagal ditolak →  tidak ada hubungan yang signifikan antara dua variabel (IV dan DV)

Contoh:
Penelitian dilakukan untuk melihat hubungan antara nilai hasil ujian tengah semester (X) dengan nilai hasil ujian akhir semester (Y) pada 8 orang mahasiswa Fakultas Psikologi.

X9055808565756084
Y8560757055655080

Dari data di atas, hitunglah korelasi Spearmannya dan buat kesimpulannya

No.XYOrdinal XOrdinal YDΣ D2
1.90851100
2.55608624
3.80754311
4.857024-24
5.655567-11
6.75655500
7.605078-11
8.84803211
Σ----012

  • (rhitung = 0,857) < rtabel ( 5% = 0,738) → H0 ditolak, H1 diterima
  • Ada hubungan yang signifikan antara skor UTS (X) dengan UAS (Y)

LATIHAN

Dari data di bawah ini, lakukanlah uji Korelasi Spearman, dan buatlah kesimpulannya. Apakah ada hubungan antara score 1 dengan score 2?


Sekian artikel tentang Memahami Konsep Korelasi Spearman dalam Statistika. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka
  • Aron, A., Coups, E.J., & Aron, E.N. (2013). Statistics for psychology. 6th ed.  New Jersey: Pearson Education, Inc.
  • Gravetter, F.J. & Wallnau, L.B. (2009). Statistics for the Behavioral Sciences.
  • Hinton, P.R. (2004). Statistics Explained, 2nd ed. London: Routledge.
  • Howell, D.C. (2012). Statistical Method for Psychology. Australia: Wadsworth, Cengage Learning.
  • Nolan, S.A. & Heinzen, T.E, (2012). Statistics for the Behavioral Sciences. Second Edition. New York: Worth Publishers.
  • Sulistiyono, S. (2009). Statistika Psikologi 2. Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana.

Posting Komentar untuk "Memahami Konsep Korelasi Spearman dalam Statistika"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email