Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Persamaan Akuntansi, Transaksi Bisnis, dan Laporan Keuangan

Persamaan Akuntansi, Transaksi Bisnis, dan Laporan Keuangan - Artikel ini akan membahas mengenai persamaan akuntansi, transaksi bisnis, dan dapat membuat laporan keuangan perusahaan perseorangan. Melalui artikel ini diharapkan dapat mengikhtisarkan perkembangan prinsip-prinsip akuntansi dan mengaitkannya dengan praktik akuntansi, membuat persamaan akuntansi dan menjelaskan setiap unsur dalam persamaan tersebut, menjelaskan bagaimana transaksi bisnis dapat dinyatakan dalam perubahan-perubahan yang terjadi pada tiga unsur dasar persamaan akuntansi, menguraikan laporan keuangan perusahaan perseorangan dan menjelaskan bagaimana laporan-laporan tersebut saling berhubungan.

Prinsip-Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU)

Jika manajemen suatu perusahaan dapat mencatat dan melaporkan data keuangan yang dirasa sesuai dengan kemauan mereka, maka perbandingan laporan keuangan antarperusahaan akan sulit dilakukan. Oleh karena itu, akuntan keuangan mengikuti prinsip akuntansi yang berlaku secara umum dalam menyiapkan laporan keuangan.

Di Indonesia, prinsip ini dikenal sebagai prinsip akuntansi berterima umum (PABU) yang dalam bahasa Inggrisnya disebut generally accepled accounting principles (GAAP). Sebagian buku akuntansi menggunakan istilah prinsip akuntansi yang berlaku umum, prinsip akuntansi yang diterima umum, atau prinsip akuntansi yang lazim. PABU memungkinkan investor dan pada pemangku kepentingan untuk membandingkan laporan keuangan antarperusahaan.
  1. Konsep Entitas Bisnis
Konsep entitas bisnis (business entity concept) penting karena konsep ini membatasi data ekonomi dalam sistem akuntansi ke data yang berhubungan langsung dengan aktivitas usaha.
  1. Konsep Biaya
Konsep Biaya (cost concept) adalah dasar untuk menentukan nilai tukar (exchange price), atau biaya, yaitu sebesar Rp 150.000.000 yang dicatat dalam pembukuan atas pemerolehan gedung tersebut.
  1. Konsep objektivitas
Konsep objektivitas (objectivity concept) mengharuskan pencatat dan pelaporan akuntansi didasarkan pada bukti yang objektif. Dalam pertukaran antara pembeli dan penjual, kedua pihak ingin mendapatkan harga terbaik.
  1. Konsep unit pengukuran
Konsep unit pengukuran (unit of measure concept) mengharuskan data ekonomi dicatat dalam satuan mata uang, seperti rupiah Indonesia, dolar Amerika Serikat, ringgit Malaysia, dan sebagainya. Uang adalah unit pengukuran yang umum digunakan untuk keseragaman pelaporan data keuangan.

Persamaan Akuntansi, Transaksi Bisnis, dan Laporan Keuangan_
image source: onlineglobalcareer.com
baca juga: Karakteristik Perusahaan, Akuntansi, dan Peran Etika Perusahaan

Persamaan Akuntansi

Sumber daya yang dimiliki perusahaan disebut aset atau aktiva (assets). Contoh aset meliputi kas, tanah, gedung, dan peralatan. Hak atau klaim atas asset biasanya dibagi berdasarkan dua jenis pemilik: (1) hak kreditor dan (2) hak pemilik.
Hak kreditor mencerminkan utang perusahaan dan disebut kewajiban (liabilities). Hak pemilik disebut ekuitas pemilik (owner’s equity). Hubungan antara keduanya dapat membentuk persamaan sebagai berikut:

Aset = Kewajiban + Ekuitas Pemilik

Persamaan ini dikenal sebagai persamaan akuntansi (accounting equation).

Transaksi Bisnis dan Persamaan Akuntansi

Aktivitas atau kondisi ekonomi yang secara langsung mengubah kondisi keuangan entitas atau secara langsung memengaruhi hasil operasionalnya disebut transaksi bisnis (business transaction).
Sebagai contoh membeli tanah sebesar Rp50.000.000 adalah transaksi bisnis. Sebaliknya, pernikahan salah seorang karyawan tidak memengaruhi secara langsung kas atau elemen lain dan kondisi keuangan perusahaan.





Contoh:
  1. Suatu perusahaan membeli sebuah kendaraan seharga 100.000.000,- secara tunai
Bagaimana pengaruhnya kedalam akuntansi ?
Kas  perusahaan berkurang sebesar Rp. 100.000.000
Kendaraan bertambah senilai Rp. 100.000.000,-

  1. Suatu perusahaan membeli mesin foto kopi seharga 50.000.000,- secara kredit
Bagaimana pengaruhnya kedalam akuntansi ?
Peralatan bertambah senilai Rp. 50.000.000,-
Hutang bertambah senilai Rp. 50.000.000,-


Pembahasan Kasus

Pada 1 November 2009, Cinta Cita memulai usaha yang akan dikenal sebagai SolusiNet. Tahap awal dalam rencana bisnis Cinta Cita adalah menjalankan SolusiNet sebagai penyedia jasa untuk individu dan usaha kecil dalam mengembangkan situs web serta mengembangkan dan menginstal aplikasi peranti lunak.

Transaksi a Cinta Cita membuka rekening di bank dengan setaoran awal Rp25.000.000 atas nama SolusiNet. Pengaruh dari transaksi ini adalah meningkatnya jumlah aset kas (pada sisi kiri persamaan) sebesar Rp25.000.000.


Transaksi b SolusiNet menukar uang sebesar Rp20.000.000 dengan tanah. (dalam Rp000)


Transaksi c SolusiNet membeli bahan habis pakai (supplies) sebesar Rp1.350.000 dan berjanji untuk membayar pemasok dalam waktu dekat. (dalam Rp000)


Transaksi d Selama bulan pertama masa operasionalnya, SolusiNet menyediakan jasa ke pelanggan, menghasilkan Rp7.500.000 dan menerimanya secara tunai. (dalam Rp000)


Transaksi e SolusiNet membayar berbagai beban sebagai berikut dalam bulan tersebut: gaji karyawan Rp2.125.000, beban sewa kantor Rp800.000, beban utilitas (listrik, air, telepon) Rp450.000, dan beban lain-lain Rp275.000. (dalam Rp000)


Transaksi f SolusiNet membayar Rp950.000 kepada kreditor pada bulan berjalan. (dalam Rp000)


Transaksi g Pada akhir bulan, Cinta Cita menghitung bahan habis pakai yang masih tersisa. Ternyata jumlahnya Rp550.000. (dalam Rp000)


Transaksi h Pada akhir bulan, Cinta Cita menarik tunai Rp2.000.000 dari perusahaan untuk keperluan pribadi.

         
Ketika membaca kembali ringkasan di atas, perhatikan beberapa hal berikut ini, yang berlaku pada semua jenis usaha:
  1. Pengaruh dari setiap transaksi adalah kenaikan atau penurunan satu atau lebih elemen dalam persamaan akuntansi.
  2. Dua sisi persamaan akuntansi akan selalu sama.
  3. Ekuitas pemilik akan naik sebesar jumlah investasi pemilik, dan turun jika terjadi penarikan modal oleh pemilik. Selain itu, ekuitas pemilik juga naik karena pendapatan, dan turun karena beban.

Pengaruh dari empat jenis transaksi modal digambarkan dalam Tampilan 1.


Laporan Keuangan

Urutan Laporan Keuangan yang biasanya disiapkan dan karakteristik data yang disajikan dalam setiap laporan adalah sebagai berikut:
  • Laporan laba rugi (income statements) – Ringkasan dari pendapatan dan beban untuk suatu periode waktu tertentu, seperti satu bulan atau satu tahun.
  • Laporan ekuitas pemilik (statement of owner’s equity) – Ringkasan perubahan dalam ekuitas pemilik yang terjadi selama periode waktu tertentu, seperti satu bulan atau satu tahun.
  • Neraca (balance sheet) – Daftar aset, kewajiban, dan ekuitas pemilik pada waktu tertentu, biasanya pada tanggal terakhir dari bulan atau tahun tertentu.
  • Laporan arus kas (statement of cash flows) – Ringkasan dari penerimaan dan pembayaran kas untuk periode waktu tertentu, seperti satu bulan atau satu tahun.

Ciri-ciri dasar dari keempat laporan dan keterkaitannya digambarkan pada tampilan 2 berikut ini.


Hubungan Antar Laporan Keuangan
  1. Laporan laba rugi dan laporan ekuitas pemilik saling berhubungan. Laba atau rugi bersih muncul di laporan laba rugi dan juga dalam laporan ekuitas pemilik sebagai penambahan (laba bersih) atau pengurangan (rugi bersih) dari ekuitas pemilik awal dan tambahan investasi lain oleh pemilik selam periode berjalan. Sebagai contoh, laba bersih SolusiNet Rp3.050.000 untuk November ditambahkan ke investasi Cinta Cita Rp25.000.000 dalam laporan ekuitas pemilik seperti ditunjukkan di Tampilan 2.
  2. Laporan ekuitas pemilik dan neraca saling terkait. Modal pemilik pada akhir periode di laporan ekuitas pemilik juga muncul di neraca sebagai modal pemilik. Sebagai contoh, Modal Cinta Cita Rp26.050.000 per 30 November 2009, dalam laporan ekuitas pemilik juga muncul di neraca 30 November 2009 seperti ditunjukkan di Tampilan 2.
  3. Neraca dan laporan arus kas saling berhubungan. Kas di neraca juga muncul sebagai kas akhir periode di laporan arus kas. Sebagai contoh, kas Rp5.900.000 yang dilaporkan di neraca SolusiNet per 30 November 2009, juga dilaporkan di laporan arus kas November dari SolusiNet sebagai kas akhir periode seperti ditunjukkan di Tampilan 2.

Sekian artikel tentang Persamaan Akuntansi, Transaksi Bisnis, dan Laporan Keuangan. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka 
  • Ikatan Akuntan Indonesia, Revisi 2010, Standar Akuntansi Keuangan, Jakarta
  • Reeve, James M., Carl S. Warren, Jonathan E. Duchac, Ersa Tri Wahyuni, Gatot Soepriyanto, Amir Abadi Jusuf, Chaerul D. Djakman. (2009). Pengantar Akuntansi Adaptasi Indonesia, Buku 1. Salemba Empat.

Posting Komentar untuk "Persamaan Akuntansi, Transaksi Bisnis, dan Laporan Keuangan"