Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Konsep Tujuan Bisnis dan Lingkungan Bisnis Menurut Para Ahli

Artikel ini menjelaskn tentang lingkungan manajemen bisnis. Melalui artikel ini diharapkan mampu menjelaskan lingkungan bisnis serta mampu memberikan contoh lingkungan bisnis.

Dalam kehidupan sehar-hari kita perhatikan jutaan orang melakukan kegiatan bisnis. Mereka ada yang berhasil mengembangkan usaha dan memperbesar nilai bisnisnya yang makin lama makin maju tetapi ada pula yang gagal. Bagi mereka yang berhasil, kegiatan bisnis makin menarik dalam kehidupan mereka. Apa yang dimaksud dengan bisnis sudah banyak diungkapkan oleh berbagai ahli. Melihat pada asal katanya bisnis berasal dari bahasa inggris yang berarti: Perusahaan,Urusan atau Usaha. 

A. Bisnis dan Daya Tariknya

Konsep Tujuan Bisnis dan Lingkungan Bisnis Menurut Para Ahli - Pada masa lalu, kegiatan bisnis ini dilakukan pada tingkat keluarga secara tertutup. Keluarga – keluarga pada saat itu menanam tanaman guna memenuhi kebutuhan bahan makanan, membuat pakaian sendiri, membuat rumah sendiri dengan bantuan tetangga dan sebagainya. Kemudian muncul revolusi industry yang membawa perubahan secara drastic dan sangat penting. Adanya mesin uap menikbulkan perubahan pada pertanian menggunakan bajak, dengan tenaga sapi, kerbau, sekarang diganti dengan traktor dan bulldozer yang bertenaga luar biasa. Akhirnya ekonomi bertumbuh pesat dan memberi peluang berkembangnya pabrik-pabrik, perdagangan besar, perdagangan besar, perdagangan eceran dan perusahaan jasa baik perorangan maupun persekutuan dengan menggunakan skill, teknologi dan sistem manajemen yang makin efisien. Semua kebutuhan bisnis ini dipenuhi melalui kegiatan bisnis. Jadi salah satu tujuan utama dari bisnis ialah memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. 

Konsep Tujuan Bisnis dan Lingkungan Bisnis Menurut Para Ahli_
image source: moretelecom.com.au
baca juga: Contoh Format Proposal Business Plan (Rencana Usaha) Lengkap

Tujuan lain dari bisnis adalah memeproleh keuntungan , sehingga mereka berani memikul resiko menanam modal dalam kegiatan bisnis. Dan ada pula bisnis yang mengejar keuntungan, sehingga mereka berani memikul resiko menanam modal dalam kegiatan bisnis.

Akhirnya terjadilah persaingan antara satu bisnis dengan bisnis lainnya. Persaingan yang sehat akan menimbulkan beberapa keuntungan yaitu:
  1. Harga bagi konsumen bis alebih rendah, karena produsen berusah bekerja efisien dan menurunkan harga jual
  2. Bisnis berusaha meningkatkan pelayanan bagi konsumen
  3. Bisnis berusaha menciptakan barang baru dan dengan mutu yang baik
  4. Menghilangkan bisnis yang tidak mampu bekerja secara efisien dan yang memboroskan sumber daya

Dari hasil penjualan barang dan jasa, bisnis memperoleh laba. Hal ini sesuai dengan prinsip ekonomi, yaitu dengan pengorbanan yang minimalmendapat keuntungan yang maksimal. Akan tetapi dinegara kita tidak dibenarkan bisnis mencari keuntungan yang sebesar – besarnya tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat. Misalnya bisnis berusaha mengeduk keuntungan dengan cara menimbun barang, sehingga harga naik, baru barangnya dijual. Usaha bisnis dinegara kita harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat banyak, tidak boleh untuk kepentingan segelintir orang atau sekelompok orang. Laba ini adalah sangat penting baik bagi bisnis sendiri maupun bagi pemerintah, yaitu:
  1. Laba menjadi tujuan dari kegiatan bisnis, agar dapat menjaga kelangsungan bisnisnya.
  2. Laba adalah sebagai insentif atau pendorong untuk bekerja lebih efisien
  3. Laba yang dicapai merupakan ukuran standar perbandingan dengan bisnis lainnya
  4. Laba akan mendapatkan penghasilan bagi pemerintaj, karena makin meningkat laba bisnis, maka meningkat pula penghasilan pemerintah melalui sistem perpajakan.

B. Klasifikasi Bisnis

Ada 9 macam kegiatan bisnis, yaitu:
  1. Usaha pertanian
      Usaha pertanian ini banyak macamnyam seperti usaha peternakan, usaha perkebunan, pertanian, sawah, sayuran, buah-buahan, perikanan dan sebagainya.

  1. Produksi bahan mentah
      Usaha produksi bahan mentah, mislanya yang bergerak dalam bidang kehutanan, pertambangan, juga perikanan air tawar ataupun ikan laut. Usaha menghasilkan bahan mentah ini sangat penting bagi industry lainnya. Jika usaha ini tidak ada, maka usaha industry ini akan mati, dan took-toko juga akan sepi.

  1. Usaha pabrik atau manufaktur
      Banyak kita jumpai disepanjang jalan raya, ataupun lokasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Usaha ini mengolah bahan mentah menjadi bahan baku sampai menjadi hasil jadi. Dan disini bekerja sebagaian besar penduduk, adalah sebagai tenaga kerja.

  1. Usaha konstruksi
      Bergerak dalam bidang pembangunan, seperti pembangunan jalan-jalan, bangunan rumah, gedung pertokoan, rumah sakit, sekolah bangunan perkantoran, pabrik dan berbagai bangunan lainnya. Kegiatan ini sangat penting artinya bagi kemajuan kegiatan perekonomian. Usaha ini mempekerjakan banyak tenang manusia dan menggunakan barang dan jasa berbagai macam, seperti kayu, semen besi, cat dan sebagainya.

  1. Usaha perdagangan besar dan kecil
      Disini bekerja lebih banayk lagi tenang kerja pada took-toko besar maupun kecil yang tersebar diseluruh pelosok tanah air.

  1. Kegiatan transportasi dan komunikasi
      Usaha ini sangat membantu kelancaran kegiatan bisnis. Kegiatan transportasi membantu mengangkut bahan baku dan barang jadi dari produsen ke perdagangan besar, ke perdagangan kecil dank e konumen. Semua kegiatan bisnisakan lumpuhn jika kegiatan trasnportasi ini terhenti. Demikian pula kegiatan komunikasi, seperti telefon, telegraph, radio, tv, pos sangat memudahkan kegiatan transaksi bisnis secara cepat dan efisien.

  1. Usaha finansial, asuransi dan real estate
      Usaha ini memberi kemudahan kegiatan bisnis. Tanpa dunia perbankan, maka kegiatan bisnis secara modern tidak mungkin berkembang karena perbankan memberikan kemungkinan terjadinya kredit dan memberi fasilitas memudahkan terjadinya transaksi. Demikian pula usaha asuransi membentu mengatasi resiko yang mungkin dihadapi oleh bisnis. Real estate membantu membangun perumahan dengan perencanaan pengaturan lingkungan yang sehat kemudian dijual msecara cicilan kepada masyarakat.

  1. Usaha jasa
      Banyak disediakan seperti usaha yang dilakukan dalam bentuk reparasi, tukang cukur, salon kecantikan, guru, dosen, pengacara, dokter dan sebagainya.

  1. Pemerintah
      Merupakan pembeli terbesar dari barang jasa, dan merupakan bisnis yang banyak menyerap tenaga kerja. Disamping itu, pemerintah sangat membantu dalam mengatur kegiatan bisnis dan menjaga kestabilan perekonomian dengan mengeluarkan berbagai peraturan seperti menentukan lokasi perusahaan atau pabrik, mengatur hak cipta, hak paten, melarang barang – barang berbahaya diperdagangkan secara bebas, mengeluarkan izin-izin perdagangan dan sebagainya.

C. Fungsi dasar bisnis
                Dan Steinhoff dalam bukunya The World of Business (1979) halaman 17 menyatakan bahwa untuk dapat menyediakan barang dan jasa bagi kebutuhan masyarakat, diperlukan dulu bahan mentahnya, kemudian diproses dalam pabrik menjadi hasil produksi. Dengan demikian tampak jelas bahwa fungsi dasar bisnis ialah:
    1. Acquiring raw materials (Mencari bahan mentah)
    2. Manufacturing raw materials into product (Merubah bahan mentah menjadi produk)
    3. Distributing products to consumers (Menyalurkan barang ke tangan konsumen)

                   Ada pandangan yang lebih ekstrim yang menyatakan bahwa bisnis dibagi atas dua bagian, yaitu:
    1. Production
    2. Marketing

    Production yaitu berhubungan dengan mencari bahan mentah dan memproses bahan mentah menjadi hasil. Kemudian marketing yaitu mendistribusikan atau memindahkan barang daru satu tempat ke tempat yang lain yang menimbulkan kegunaan waktu dan pemilikan.

    D. Tantangan-tantangan yang dihadapi bisnis
                  Tantangan – tantangan yang dihadapi dalam dunia bisnis adalah :

      1. Tantangan produktifitas
            Dunia bisnis harus meningkatkan produktifitasnya, karena mereka akan menghadapi pasar luas yang makin berkembang. Usaha menigkatkan produktifitas ini dapat dilakukan dengan cara:
      • Memperbaharui mesin-mesin dengan mesin modern, canggih agar hasil produksinya tidak ketinggalan zaman dan efisien dalam melakukan produksi
      • Kembangkan kegiatan Research and Development. Sediakan dana untuk itu agar bias berkembang desain, mutu dan pasar baru dari produk yang dihasilkan.
      • Kembangkan manajemen personalia agar karyawan dapat dimotivasi dalam meningkatkan produksi dan moralnya lebih baik.
      • Libatkan karyawan dalam pengambilan keputusan.

      1. Tantangan kualitas
            Konsumen merasa tidak senang membeli produk yang cepat rusak dan seringkali diperbaiki. Konsumen pun tidak senang dengan perusahaan jasa yang tidak mau memperbaiki servisnya.

      1. Tantangan pasar global
            Persaingan global makin lama makin meningkat. Oleh sebab itu, produktivitas dan kualitas produk harus ditingkatkan agar dapat menghadapi persaingan global tersebut. Jepang memperlihatkan keunggulan dalam hal ini. Ini dimungkinkan karena adanya kerjasama yang mendukung industry Jepang, sehingga memungkinkan industry Jepang melakukan penestrasi pasar global. Untuk semua produk unggulan Jepang seperti mobil, elektronik, film, TV dan sebagainya.
      • The Demographic and Cultural Challenge
            Ini menyangkut pertambahan penduduk dan struktur usia penduduk saat ini dan masa yang akan datang. Dunia bisnis harus mempertimbangkan masalah ini, harus dilakukan antisipasi secermat mungkin, terutama bagi perusahaan yang produknya berhubungan langsung dengan gejala perubahan penduduk tersebut. Demikian pula halnya kebudayaan yang dianut generasi muda mulai berbeda dengan budaya generasi tua. Ada kecenderungan anak muda sekarang, tidak ingin menggunakan paham budaya nenek moyang. Mereka terpengaruh oleh budaya global yang mulai merasuk jiwa generasi muda.

      • The Environmental Challenge
            Tantangan lingkungan terutama menyangkut masalah polusi, air, udara dan suara yang memiliki efek terhadap penyakit. Begitu banyak dana terbuang untuk mencegah dan mengobati penyakit akibat polusi. Demikian pula karyawan perusahaan tidak masuk karena sakit, semua ini mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Ada kecenderungan perusahaan yang tidak menjaga pelestarian lingkungan tidak disenangi dan akan ditinggalkan oleh konsumennya.

      • The Social Responsibility and Ethics Challenge
            Dunia bisnis dihadapkan pada tanggung jawab terhadap masyarakat. Pertama proses produksi harus menjaga kelestarian lingkungan. Kemudian produk yang dihasilkan harus bermanfaat bagi konsumen, jangan sampai membahayakan konsumen.

      • The Technology Challenge
            Teknologi adalah hasil perkembangan ilmu pengetahuan, yang membuat proses produksi makin lama makin canggih. Dunia bisnis mengeluarkan banyak biaya untuk melakukan penelitian terhadap kemungkinan perkembangan teknologi baru dan dampak sebuah teknologi baru yang ada sekarang ini.  

      Sekian artikel tentang Konsep Tujuan Bisnis dan Lingkungan Bisnis Menurut Para Ahli. Semoga bermanfaat. 
       
      Daftar Pustaka
      • Griffin, Ricky W and Ebert, Ronald J, 2006. Business, 8th edition, Pearson Education Inc, New Jersey 
      • Madura, Jeff. 2007. Introduction to Business. 4th edition. South-Western College Publishing, USA

      Posting Komentar untuk "Konsep Tujuan Bisnis dan Lingkungan Bisnis Menurut Para Ahli"