Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Konsep Dasar dan Hal yang Relevan Mengenai Kepribadian Manusia

Kepribadian berasal dari bahasa inggris “Personality” yang artinya kepribadian, sedangkan personality itu sendiri berasal dari bahasa yunani kuno, dari kata “Prosopon” atau “Persona” yang artinya topeng. Dimana topeng digunakan artis-artis/aktor yang sedang berperan diatas panggung, dimana topeng digunakan untuk menggambarkan sosok dengan sifat atau karakter tertentu.Pada kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari dimasyarakat tidak setiap manusia berprilaku atau membawakan dirinya sebagaimana adanya. Tetapi terkadang manusia berprilaku menggunakan tutup muka atau topeng.

Hal tersebut diatas sesuai dengan pendapat Carl Gustav Jung (dalam Prawira, 2013), dimana manusia sepanjang hidupnya selalu mengenakan topeng seperti itu untuk menutupi kehidupan bhatiniyahnya. Ia mengatakan bahwa manusia hampir tidak pernah berlaku wajar sesuai dengan hakikat dirinya sendiri. Selama manusia terus menerus menggunakan topeng yang tidak semestinya, ia tidak pernah akan mencapai kepuasan diri. Untuk melepaskan topeng tersebut membutuhkan waktu yang lama.Orang yang terus menerus menyembunyikan jatidirinya dalam kurun waktu yang lama akan berakibat melupakan jati dirinya yang sebenanya, parahnya orang tersebut sampai hampir tidak mengetahui bakat, kelebihan dan kelemahannya sehingga menjadi tidak tenang.

Konsep Dasar dan Hal yang Relevan Mengenai Kepribadian Manusia_

Konsep awal pengertian personality dalam masyarakat umum adalah tingkah laku yang diperlihatkan ke tengah-tengah masyarakat umum dan lingkungan sosial.Istilah personality semakin berkembang dan pada saatnya lebih bersifat internal yang memandu secara permanen, mengarahkan, dan mengorganisasikan segala aktivitas manusia dalam kehidupan yang nyata didunia. Sedangkan menurut Gordon. W. Allport (dalam Prawira, 2013) menyatakan bahwa kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu secara khas. Istilah “Organisasi dinamis” menunjukan integrasi atau saling berkaitan antar berbagai aspek kepribadian. Kepribadian merupakan sesuatu yang terorganisasi dan terpola. akan tetapi, kepribadian bukan suatu organisasi yang statis, melainkan tumbuh secara teratur dan mengalami perubahan.Adapun istilah psikofisik menekankan pentingnya aspek psikologis dan fisik dari kepribadian. Kepribadian bukanlah topeng yang secara tetap dikenakan seseorang. Dan bukan perilaku sederhana, melainkan menunjukkan orang dibalik perilakunya atau organisme dibalik tindakannya.

Pengertian Personality Ditinjau dari Sudut Etimologi

Pengertian personality (kepribadian) ditinjau dari sudut pandang etimologi, berasal dari kata persona yang artinya topeng (mask). Topeng tersebut dahulu selalu dikenakan orang yang bermain dalam sandiwara. Setelah berkembangnya istilah-istilah tentang persona, selanjutnya dibuatlah definisi tentang personality, yaitu perwujudan lahiriah dan bukan keadaan pribadi yang sebenarnya, merupakan sifat-sifat khusus yang dimiliki seseorang. Dapat juga mengandung pengertian suatu prestise dan martabat. Personal dapat pula mengandung pengertian suatu warga negara yang bebas (bukan budak). Menurut pengertian bahasa latin klasik arti personality yaitu wakil yang mewakili suatu kelompok atau lembaga. Dalam hubungannya dengan hal ini timbul istilah dalam bahasa latin, yaitu persona non grata yang artinya suatu tindakan “tidak mengakui” dan tidak “menyukai” wakil suatu negara oleh suatu negara/pemerintahan. Untuk mengakomodir berbagai macam pengertian personality itu sendiri, kemudian dibuatlah istilah Person in grammar yang merupakan usaha untuk membedakan pengertian-pengertian personayang dipakai dalam drama dengan istilah yang digunakan dalam tata bahasa.

Pengertian Personality Ditinjau dari Bidang Teologi

Menurut bidang teologi, kepribadian merupakan suatu yang arahnya tampak tegas menunjukkan persamaan antara persona dengan the inner (true) self. Perubahan arti kata tersebut yang kesemuanya berarti mask, topeng, suatu yang lahiriah, menjadi yang ruhaniah, yang substansials, yag esesnsial, dan yang inner nature. Kepribadian menerangkan masing-masing aspek dari kepribadian yang menegaskan bahwa tuhan (a deity) berkedudukan sebagai Causa Prima (sebab pertama) dan causa Finalis (sebab terakhir dari pribadi manusia. Dari pengertian ini kedudukan manusia menjadi lebih jelas, yaitu berada dibawah kedudukan tuhan.

Pengertian Personality Ditinjau dari Bidang Filsafat

Ditinjau dari bidang filsafat, pengertian personality (kepribadian) telah dikemukakan oleh ahli-ahli filsafat, diantaranya Boethius, Thomas Aquinas, Aristoteles, Leibnez, dan Herman Lotze. Dimana Boethius mengatakan bahwa secara metafisis pengertian kepribadian ialah substansi individu pada hakikatnya bersifat rasional. Menurut thomas Aquinas perkataan person sebagai satu realitas tertinggi dalam alam ini. Tidak ada suatu yang lebih bagi kita yang lebih tinggi martabatnya, kecuali makhluk yang mempunya rational individuality. Pandangan Aquinas tersebut disokong oleh pendahulunya seperti Aristoteles, Leibneiz, dan John Locke. Sementara Lotze mengemukakan pengertian personality merupakan kesempurnaan ideal yang hanya dapat dimiliki oleh tuhan dan yang ingin dicapaindalam taraf-taraf tertentu oleh manusia.

Pengertian Personality ditinjau dari Bidang Hukum

Yustinian, seorang ahli hukum bangsa romawi mengatakan bahwa seseorang dikatakan mempunya martabat sebagai person jika orang tersebut bukan budak, melainkan lahir merdeka. Sementara istilah a person dipergunakan untuk menyebut seorang budak dalam pengertian sebenarnya. Pendapat Yustinian ini ditentang oleh kaum beragama yang mengatakan bahwa setiap orang, setiap manusia itu, adalh person. Sering bergulirnya waktu, pemikiran manusia bergeser dan berkembang sesuai dengan perkembangan ajaran agama. Manusia menurut ajaran agama dipandang berdasarkan nilai –nilai moral etis sehingga agama menuntut hak-hak yang sam bagi setiap individu. Bagi kaum beragama seorang person itu ialah setiap makhluk yang memiliki kehidupan, intelegensi, kemauan, tiap-tiap individu berdiri sendiri, dan mereka. Dari pengertian ini muncul definisi tentang manusia yaitu makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri khas setiap pribadi memiliki status yang sama dimuka hukum yang tersermin dalam hak-hak asasi manusia seperti hak hidup, hak kemerdekaan, hak milik, dan hak mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan. Pernyataan ini sesuai dengan yang tertuang dalam ketentuan hukum modern seperti yang kita rasakan saat ini.

Pengertian Pesonality Ditinjau dari Bidang Sosiologi

Menurut bidang ilmu sosiologi, personality (kepribadian) manusia merupakan integrasi dari sifat-sifat yang menentukan peranan dan status seseorang dalam masyarakat. Oleh karena itu, kepribadian juga dapat didefinisikan sebagai peranan efektif sosial seseorang dalam kehidupannya. May yang dikenal sebagai seorang ahli yang telah banayk mengemukakan istilah berkaitan dengan masalah-masalah sosial, mengemukakan bahwa personality sebagai nilai rangsang sosial, menurutnya yang disebut dengan pribadi seseorang sebenarnya merupakan pola yang dibuat terhadap rangsang lingkungannya, baik bersumber pada individu maupun masyarakat sekitarnya.

Pengertian Personality Ditinjau dari Bidang Psikologi

Gordon. W allport mengemukakan berbagai macam definisi personality yang ditinjau dari berbagai macam sudut pandang berlainan, seperti ditinjau dari sudut etimologi, sudut pandang teologi, filsafat, hukum, sosiologi, dan psikologi.Dari berbagai macam pengertian personality dari bidang psikologi, setidaknya ada 4 definisi dapat dikemukan disini :

1. Definisi Personality menurut Omnibus (Omnibus Definition)

Disebut Omnibus Definition karena Personality (kepribadian) manusia merupakan suatu perwujudan yang kompleks dengan unsur-unsur psikis yang meliputi,intelegensi, kemauan, perasaan, dan sebagainya serta aspek-aspek fisis, Kesuluruhan aspek sebagai integritas organis dengan segala daya kemampuan adaptasi. Menurut paham ini yang dinamakan pribadi adalah sejumlah unsur-unsur psikis dan fisis, dan mengabaikan gejala mental.. Ahli-halinya Prince, warren dan charmichael, Mac Curdy.

2. Definisi Personality menurut Hierarkinya (Hierarchical Definition)

William James mengungkapkan bahwa Hierachichal kepribadian dipandang sebagai suatu aspek kejiwaan dari beberapa jenis tingkatan integritas atau organisasi dari aspek-aspek, seperti jasmaniah, rohaniah, yang seakan-akan sebagai pusat kehidupan pribadi. Ada 4 tingkat unsur yang disebut self, material self yang meliputi jasmaniah, social self yaitu kesadaran adanya relasi antar individu didalam kehidupan manusia, spritual self menyatakan setiap kecenderungan =kecenderungan yang tidak selaras, the self of self (the pure ego) yaitu kesadaran diri sendiri. Ahlinya antara lain Mac Dougalls, Bridges, Hider, Blondes, dll

3. Definisi Personality menurut ahli Biologi dan penganut Behaviourisme

Cenderung memandang personality sebagai gejala-gejala evolusi, sebagai usaha organisme untuk mempertahankan hidupnya (survive).Ahlinya Knof, berpendapat bahwa personality sebenarnya adalah integritas keseluruhan kebiasaan-kebiasaan yang mencerminkan sifat penyesuaian individu yang bersangkutan terhadap lingkungannya.

4. Definisi Personality menurut Azas Perbedaan Antar Individu

Schoen yang pernah menuliskan bahwa jika semua warga masyarakat bertindak sama, berfikir sama, merasa sama, kepribadian sebenarnya tidak pernah ada. Oleh karena itu menurut aliran ini asas yang paling menonjol adalah mengenai eksitensi pribadi dan kepribadian adalah adanya perbedaan-perbedaan individu (distinctivenes).

Mengingat banyaknya definisi-definisi tentang kepribadian itu sendiri dari ahli-ahli yang melihat dari sudut pandang yang berbeda-beda, tetapi ada satu usaha untuk memahami kepribadian dari sumber aslinya yaitu Psyche/jiwa.Belum adanya batasan formal yang diakui oleh ahli psikologi kepribadian sampai saat ini, sehingga ahli membuat definisi sesuai dengan paeadigma yang diyakini dan fokus analisis teori psikologi kepribadian yang sedang dikembangkan.Menilik banyaknya definisi dari para ahli, jika dikritisi secara cermat, tampaknya ada persamaan seputar definisi kepribadian yaitu:Kepribadian bersifat umum, kepribadian bersifat khas, kepribadian berjangka lama, kepribadian bersifat kesatuan, kepribadian bisa berfungsi baik atau buruk.

Istilah-Istilah sepadan dengan Personality

  1. Temprament (tempramen) adalah kepribadian yang berkaitan erat dengan determinan biologi atau fisiologi, disposisi hereditas. 
  2. character (karakter) adalah penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (benar-salah, baik buruk), baik secara implisit maupun eksplisit. 
  3. Disposition (watak) adalah karakter yang telah lama dimiliki dan sampai sekarang belum berubah. 
  4. Type-attribute (ciri) adalah mirip dengan sifat, tetapi dalam kelompok stimuli yang lebih terbatas 
  5. Traits (sifat) adalah respons yang senada terhadap sekelompok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu yang relatif lama 
  6. Habit (kebiasaan) adalah respon yang sama cenderung berulang untuk stimulus yang sama pula. 


Macam-Macam Psikologi Kepribadian

Kalau orang mengadakan orientasi dalam lapangan psikologi kepribadian ini, maka akan nyata bahwa yang dijumpai bukanlah satu teori saja, bukanlah suatu psikologi kepribadian, melainkan bermacam-macam teori, bermacam-macam psikologi kepribadian. Karena itu untuk mendapatkan ikhtisar, kiranya perlu dicoba untuk mengemukakan penggolongan=penggolongan itu. Antara lain dapat dikemukakan seperti yang tersebut sebagai berikut:

  1. Arus dasar jalan yang ditempuh atau metode yang dipergunakan dalam menyusun sesuatu teori dalam psikologi kepribadian itu, dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: (a) Teori-teori yang disusun atas dasar pemikiran spekulatif, seperti misalnya teori-teori plato, Kant, dan teori-teori yang disusun terutama oleh para ahli filsafat.(b). Teori-teori yang disusun atas dasar data-data dari hasil penyeledikan empiris atau eksperimental, seperti teori-teori Heymans, Freud, Jung, Adler, eysenck, Rogers,dll.
  2. Arus dasar komponen kepribadian yang dipakai sebagai landasan atau titik tolak dalam penyusunan perumusan-perumusan teoritis, dapat kita temukan adanya: (a). Teori-teori konstitusional, seperti teori-teorinya mazhab Italia, mazhab perancis, Kretschmer, Sheldon, dan lain-lain. (b). Teori-teori Temprament, sepertinteori Kant, eumman, Enselhans, Ewald, dll. (c). Teori-teori ketidaksadaran, seperti Teori-teori Freud, Jung, Adler dan pengikut mereka lainnnya. (d). Teori-teori Faktor, seperti teori dari eysenck, Cattell, dan lainnya. (e). Teori-teori kebudayaan, seperti teori spranger.
  3. Kecuali yang telah dikemukakan diatas, ada satu dasar penggolongan-penggolongan yang kirannya sangat berguna, yaitu penggolongan atas dasar cara pendekatan (Approach), atas dasar cara pendekatan ini dapat dibedakan dua kelompok teori yaitu: (a). Teori yang mempunyai pendekatan tipologi, seperti teori Heymans, Ewald,dll. (b). Teori yang mempunyai cara pendekatan penafsiran, seperti seperti misalnya teori dari Klages, Allport, Rogers, Freud, Jung, Murphy, dan lainnya.

Perkembangan Psikologi Kepribadian

Latar Belakang Sejarah Perkembangan Psikologi Kepribadian

Usaha-usaha untuk menyusun teori dalam psikologi kepribadian ini, seperti telah diuraikan sebelumnya, telah dilakukan sejak lama dilakukan orang. Hasil-hasil dari usaha-usaha tersebut ada yang nilai ilmiahnya masih jauh dari memadai, dan karenanya dapat disebut usaha-usaha yang masih bersifat prailmiah, dan ada yang nilai ilmiahnya setelah lebih memadai.

1. Usaha-usaha Yang Bersifat Prailmiah
Diantara usaha-usaha tersebut, yang terkenal adalah : Chirologi, Astrologi, Grafologi, Phisiogonomi, Phrenologi, Onychologi. (a). Chirologi (ilmu gurat tangan, Jawa=rajah), dasar pemikiran dari pengetahuan ini adalah kenyataan bahwa gurat-gurat tangan orang tidak ada yang sama antar yang satu dengan yang lain. (b) Astrologi (ilmu perbintangan), dasar pemikiran pada pengetahuan ini adalah adanya pengaruh kosmis terhadap manusia. Pada waktu seseorang dilahirkan, dia ada dalam posisi tertentu terhadap benda-benda angkasa. (c). Grafologi (Ilmu tentang tulisan tangan), dasar pemikiran pengetahuan ini adalah segala gerakan yang dilakukan oleh manusia itu merupakan ekspresi dari pada kehidupan jiwannya, jadi juga gerakan menulis. (d). Physiognomi (Ilmu tentang wajah) pngetahuan ini berusaha memahami kepribadian atas dasar keadaan wajahnya. (e). Phrenologi (ilmu tentang tengkorak) pengetahuan ini bermaksud memahami kepribadian atas dasar keadaan tengkoraknya. (f). Onychology (ilmu tentang kuku, dasar pemngetahuan ini berusaha memahami kepribadian dari bentuk kuku manusia.

2. Usaha-usaha yang Lebih Tinggi Nilainya
Ajaran tentang cairan badaniah ini, yang kemudian menjadi sangat terkenal dan sangat besar pengaruhnya terhadap ahli-ahli yang lebih kemudian dirumuskan oleh Hipocrates dan selanjutnya disempurnakan oleh Gelanus. Pendapat Hipocrates terpengaruh oleh kosmologi Empedokles, yang menganggap bahwa alam semesta beserta isinyaini tersusun dari empat unsur yaitu, tanah, air, api, dan udara. Dengan sifat-sifat yang didukungnya yaitu, basah kering, dingin dan panas, maka Hipocrates berpendapat bahwa dalam diri seseorang terdapat empat macam sifat tersebut yang didukung oleh keadaan konstitusional yang berupa cairanyang ada dalam tubuh manusia, yaitu (1) sifat kering terdapat dalam Chole (empedu kuning). (2) sifat basah terdapat dalam melanchole (empedu hitam). (3). Sifat dingin terdapat dalam phlegma (lendir). (4). Sifat panas terdapat dalam sanguis (darah). Selanjutnya pendapat Gelanus, menyempurnakan ajaran Hippocrates.


Posting Komentar untuk "Konsep Dasar dan Hal yang Relevan Mengenai Kepribadian Manusia"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email