Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Konsep Tes Kraeplin, Administrasi, Skoring dan Hasil Skor

Konsep Tes Kraeplin, Administrasi, Skoring dan Hasil Skor - Tes Kraepelin adalah sebuah alat ukur yang diciptakan oleh seorang psikiater Jerman abad 19, bernama Emil Kraepelin. Mula-mula tes ini bertujuan untuk mengidentifikasi abnormalitas individu. Akan tetapi dalam perkembangannya, tes ini digunakan pula di kalangan angkatan bersenjata dan perusahaan, dalam rangka seleksi dan penempatan tenaga kerja.

Menurut Anastasi (1997), tes Kraepelin merupakan salah satu ‘Speed Test’, dimana waktu yang diberikan terbatas dan tidak akan cukup untuk menyelesaikan semua soal. Dengan demikian, pada tes ini testee memang tidak diharapkan untuk dapat menyelesaikan sepenuhnya setiap deret. Yang diharapkan adalah kita dapat melihat kecepatan kerja testee. Selain kecepatan kerja, factor lain yang dapat dilihat adalah ketelitian, konsentrasi dan stabilitas kerja.

Namun demikian dalam pengerjaan tes, ada beberapa aspek psikologis pada testee yang dapat mempengaruhinya ketika mengerjakan tes, antara lain:
Konsep Tes Kraeplin, Administrasi, Skoring dan Hasil Skor_
image source: www.slideshare.net
baca juga: Konsep Bakat dan Perkembangan Pengukuran Tes Bakat

BENTUK TES KRAEPLIN

Bentuk tes berupa satu lembar kertas kuarto ganda memanjang bolak-balik terdiri atas 4 halaman. Halaman 1 untuk menuliskan identitas subjek, contoh tes dan skoring. Halaman 2 dan 3 berisi soal.

Tes berupa angka-angka sederhana dalam bentuk satuan (0 – 9) yang tersusun secara acak sebanyak 60 angka secara vertical pada tiap lajur. Testee diminta untuk menjumlahkan angka-angka secara berurutan dari bawah ke atas untuk dua angka yang berdekatan tanpa angka yang dilewati.

ADMINISTRASI TES KRAEPLIN

Peralatan yang diperlukan dalam pelaksanaan tes:
  • Lembar soal tes, yang terdiri dari 45 lajur angka vertical (kolom), biasanya yang dikerjakan hanya 40 lajur angka
  • Stopwatch
  • Alat tulis (sediakan cadangan)
  • Alas menulis /meja yang memadai
  • Papan tulis atau flip chart untuk menjelaskan cara pengerjaan tes

Instruksi Tes

Dalam tes ini Anda akan menemukan kolom-kolom yang terdiri dari angka-angka. Tugas Anda adalah:
  1. Menjumlahkan setiap angka dengan angka di atasnya. Penjumlahan dilakukan dari bawah ke atas. (tunjukkan pada testee)
  2. Dari hasil penjumlahan dua angka tersebut, Anda hanya menuliskan angka satuannya saja. Angka satuan tersebuut ditulis di sebelah kanan kolom, tepat di antara kedua angka yang Anda jumlahkan (contohkan).
  3. Bila Anda melakukan kesalahan dalam menjumlahkan atau menulis, Anda tidak perlu menghapus angka yang salah. Cukup dengan mencoret angka yang salah tersebut dan dibetulkan di sampingnya. (contohkan)
  4. Setelah beberapa saat, Anda akan mendengar aba-aba ‘‘Pindah’’, maka Anda harus pindah ke kolom di sebelah kanannya. Mulailah lagi menjumlahkan angka-angka pada kolom itu dari bawah ke atas. 
  5. Demikian seterusnya.
  6. ‘‘Apakah ada yang ingin ditanyakan?’’
  7. Silakan mengerjakan tes dengan secepat dan seteliti mungkin.
  8. Sebagai latihan, mari kita kerjakan contoh yang terdapat pada halaman depan lembar tes. Dimulai dari kolom paling kiri. ‘‘Dimulai!’’ (setelah 30 detik beri aba-aba). ‘‘Pindah!’’ (setelah 30 detik) ‘‘Selesai! Silakan letakkan alat tulis Anda’’ 
  9. Periksa hasil pengerjaan contoh testee, pastikan testee mengerjakan dengan cara yang benar.

Instruksi lanjutan:

‘‘Silakan buka kertas di hadapan Anda.’’ (setelah semua membuka lembar tes), ‘‘Siap?’’ ‘‘Dimulai dari sekarang!’’

ASPEK PENGUKURAN 
TES KRAEPLIN

Aspek yang diukur pada tes kraeplin adalah performance seseorang, yang mencakup aspek kecepatan kerja, ketelitian kerja, konsistensi kerja (ritme) dan ketahanan kerja. Tes ini dapat disajikan secara individual maupun klasikal. Waktu keseluruhan yang diperlukan kurang lebih 25 - 30 menit. Perinciannya adalah sebagai berikut:
  • Pengisian identitas subjek 3 menit
  • Instruksi + 5 menit
  • Latihan mengisi soal 1 menit
  • Mengerjakan soal 20 menit (setiap kolom diberi waktu 30 detik)
Setiap 30 detik ada aba-aba untuk segera pindah untuk mengerjakan kolom yang berikutnya, sampai 40 kali kolom (Tes Kraeplin versi UI).

Tes ini digunakan untuk semua kepentingan yang memerlukan pengukuran terhadap aspek kecepatan kerja, ketelitian kerja, keajegan kerja dan ketahanan kerja. Biasanya sangat sering digunakan untuk kepentingan seleksi, promosi dan mutasi dalam bidang kerja dan jabatan (psikologi industri). Selain itu, bidang psikologi lainnya juga menggunakan alat tes ini, seperti psikologi pendidikan, klinis dan bidang lain yang disesuaikan dengan kepentingannya.

Beberapa indikasi yang dapat menjadi contoh catatan adalah:
Hasil penjumlahan angka yang sangat rendah dapat menjadi indikasi gejala depresi (ketiadaan motivasi mengerjakan tes)
Terlalu banyak kesalahan hitung dapat menjadi indikasi distraksi mental
Penurunan grafik secara curam, dapat mengindikasikan hilangnya ingatan sesaat pada saat tes
Rentang yang terlalu besar antara puncak tertinggi dan terendah dapat menjadi indikasi gangguan emosional.

Sebagai tes bakat, tes ini bertujuan mengukur performa optimal seseorang. Dengan demikian, penekanan pada scoring dan interpretasi lebih didasarkan pada hasil tes secara obyektif.

SKORING TES KRAEPLIN

Tahapan dalam scoring tes Kraeplin adalah:
  1. Membuat garis sambungan dari puncak-puncak tertinggi sehingga membentuk grafik 
  2. Membuat garis timbang: (Puncak tertinggi + Puncak terendah) : 2. Tujuannya adalah melihat konsistensi dan stabilitas emosi. 
  3. a. Fluktuatif = lebih dari 8 / 9
    b. Bila fluktuasi kurang dari angka tersebut dapat dikatakan cenderung stabil 
  4. Memeriksa tempo / kecepatan kerja; kecepatan testee mengerjakan kolom setiap menit
    2 x (banyaknya angka di atas garis timbang – angka di bawah garis timbang)
    ______________________________________________________________
    40 (banyaknya kolom) 
  5. Memeriksa ketelitian: Menjumlahkan banyaknya kesalahan dan jumlah lompatan (kolom yang terlewatkan). Kemudian hasilnya dicek dengan norma sehingga diperoleh skor ketelitian kerja.
  6. Mencari skor ketahanan kerja dapat dilihat dari stabilitas kerja, lihat fluktuasinya
  7. Lihat pada norma untuk kategorinya.

Performa yang baik dihasilkan oleh individu yang mampu menghasilkan unjuk kerja yang cepat, teliti dan stabil.

Sekian artikel Konsep Tes Kraeplin, Administrasi, Skoring dan Hasil Skor.

DAFTAR PUSTAKA
  • Anastasi, Anne & Urbina, Susana .2007. Tes Psikologi, Edisi Ketujuh (Terjemahan). Jakarta : PT Indeks.
  • Nur’aeni. 2012. Tes Psikologi: Tes Inteligensi dan Tes Bakat. Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Purwokerto Press

Posting Komentar untuk "Konsep Tes Kraeplin, Administrasi, Skoring dan Hasil Skor"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email