Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian dan Metode Penelitian Kuantitatif dalam Psikologi

Pengertian dan Metode Penelitian Kuantitatif dalam Ruang Lingkup Psikologi - Definisi dari penelitian kuantitatif adalah penelitian yang melibatkan serangkaian pengukuran numerikal. Penelitian kuantitatif berbeda dengan penelitian kualitatif, dimana penelitian kualitatif menggunakan deskripsi verbal sebagai alat penelitiannya. Pertanyaannya kemudian adalah, mengapa perlu menggunakan metode?. Metode diperlukan untuk membedakan dengan opini orang awam yang kebanyakan hanya menggunakan akal sehat. Metode juga diperlukan untuk menjaga apabila sewaktu waktu ada peneliti lain yang bisa menambahkan konsep keilmuan yang lain terhadap hasil riset yang sudah kita lakukan sebelumnya.

Data yang didapatkan selama penelitian disajikan dalam bentuk angka, statistik dan sebagainya yang kemudian dianalisa dan disimpulkan. Jadi penelitian kuantitatif adalah penelitian yang bersifat deduktif, yakni dari khusus ke umum atau bersifat menggenaralisasi data-data yang didapatkan di lapangan kepada sebuah kesi(pulan umum

Pengertian dan Metode Penelitian Kuantitatif dalam Psikologi_
image source: upfrontanalytics.com
baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Metode Penelitian Kuantitatif

Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Ciri-Ciri Metode Kuantitatif

Tujuan Penelitian Kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan dengan fenomena alam. Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, untuk menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan hubungan antarvariabel, dan ada pula yang bersifat mengembangkan konsep, mengembangkan pemahaman atau mendeskripsikan banyak hal, baik itu dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu social.

Terdapat beberapa ciri-ciri yang dapat dilihat dari desain penelitian kuantitatif, seperti :

  1. Cara samplingnya berlandaskan pada asas random.
  2. Instrumen sudah dipersiapkan sebelumnya dan di lapangan tinggal pakai.
  3. Jenis data yang diperoleh dengan instrumen-instrumen sebagian besar berupa angka atau yang diangkakan.
  4. Teknik pengumpulan datanya memungkinkan diperoleh data dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang relatif singkat.
  5. Teknik analisis yang dominan adalah teknik statistik.
  6. Sifat dasar analisis penelitian deduktif dan sifat penyimpulan mengarah ke generalisasi.


Penggunaan Metode Kuantitatif

Metode kuantitatif dapat digunakan apabila :

  1. Bila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas.
  2. Bila peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi.
  3. Bila ingin diketahui pengaruh perlakuan/treatment tertentu terhadap yang lain.
  4. Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitian.
  5. Bila peneliti ingin mendapatkan data yang akurat, berdasarkan fenomena yang empiris dan dapat diukur.
  6. Bila ingin menguji terhadap adanya keragu-raguan tentang validitas pengetahuan, teori dan produk tertentu.


Terdapat sebuah cara untuk dapat membedakan metode kuantitatif dengan metode lainnya secara mudah. Metode kuantitatif memiliki tiga unsure penting, yakni eksperimen, pemberian pertanyaan, dan observasi. Eksperimen melibatkan manipulasi beberapa variabel dan aspek. Pengukurannya merupakan pengukuran atas efek yang terjadi akibat manipulasi. Pemberian pertanyaan melibatkan sekumpulan orang yang diajukan sejumlah pertanyaan mengenai perilaku, nilai, dan sikap. Sementara observasi meliputi pengamatan pada perilaku individu. terjadi pada efek dari manipulasi yang diberikan pada kelompok. Sebelum membahas ciri penelitian kuantitatif lebih jauh, terdapat sebuah konstruk dalam metode kuantitatif yang kerap dilupakan. Konstruk ini bernama modeling dan artificial inteliigent. Berikut adalah penjelasan mengenai ciri metode kuantitatif.

1. Eksperimen
Eksperimen dalam penelitian kuantitatif dapat memiliki beragam bentuk. Eksperimen dalam penelitian kuantitatif berarti ada aspek situasi yang dimanipulasi oleh eksperimenter. Pengukurannya dilakukan pada konsekuensi yang terjadi akibat manipulasi yang dilakukan.

2. Quasi-Eksperimen
Quasi eksperimental adalah eksperimen yang tidak melibatkan manipulasi salah satu aspek variabel. Pengukurannya terjadi pada kelompok yang sebelumnya telahdibagi kedalam beberapa grup yang memang sudah ditentukan oleh eksperimenter.

3. Pemberian pertanyaan
Setidaknya terdapat tiga format dalam konteks member pertanyaan di penelitian kuantitatif. Dan setidaknya terdapat tiga cara yang dapat digunakan peneliti dalam mempresentasikan dan mendaptkn respon terkait daftar pertanyaan yang akan dibeirkan kepada responden. Metode tersebut adalah:

a) Wawancara tidak terstruktur : maksudnya adalah pewawancara tidak menyiapkan detail list pertanyaan terkait tema tertentu. Pola ini menekankan pada eksplorasi jawaban dari responden. Pewawancara juga tidak terganggu apabila wawancaranya menyimpang dari tema yang telah ditentukan. Pola ini biasanya dipakai untuk memproduksi data pada analisis konten.

b) Wawancara Semi-terstruktur : wawancara tipe ini dilakukan apabila pewawancara telah memiliki ide yang lebih jelas mengenai apa yang ingin ditanyakan pada respondennya. Pada umumnya, pada wawancara tipe ini, alur wawancara akan dibiarkan mengalir namun pewawancara tetap konsisten pada daftar pertanyaannya, sehingga ketika ada kesempatan untuk bertanya seputar tema yang ingin dibahas, maka pewawancara akan bertanya hal yang ingin ia tanyakan.

c) Wawancara terstruktur : Tipe ini dipakai apabila pewawancara memiliki pengetahuan yang jelas mengenai kemungkinan jawaban yang akan diberikan oleh responden. Biasanya akan dibuat dalam range. Contohnya: Sangat Setuju - Setuju - Ragu ragu - Tidak setuju - Sangat Tidak Setuju. Terdapat banyak keuntungan dari wawancara tipe ini, salah satunya adalah responden dapat mengisi sendiri kuesioner yang diberikan. Kuesioner tipe ini biasanya dipakai dalam penelitian psikologi social dan riset pasar.

4. Metode Observasi
Perbedaan penelitian kuantitatif dengan kualitatif terletak pada bagaimana satu set informasi ditangkap dan kemudian diolah. Penelitian kuantitatif juga disebut sering mereduksi makna karena metodenya yang dianggap mensimplifikasi subjek dan generalisasi yang dilakukan. Di lain sisi, metode kualitatif kerap dianggap tidak menggunakan metode karena menitikberatkan pada pemaknaan subjektif responden sehingga gagal mencapai ide mengenai bagaimana memahami manusia.

Sekian artikel tentang Pengertian dan Metode Penelitian Kuantitatif dalam Ruang Lingkup Psikologi.

Daftar Pustaka:
  • Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Posting Komentar untuk "Pengertian dan Metode Penelitian Kuantitatif dalam Psikologi"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email