Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Humanistic Psychoanalysis Menurut Erich Fromm

Pengertian Humanistic Psychoanalysis Menurut Erich FrommFromm mengembangkan system terapi yang dinamakannya psikoanalisis humanistic yang menekankan aspek interpersonal dari hubungan terapeutik. Klien mengikuti terapi untuk mencari kepuasan dari kebutuhan dasar kemanusiaannya. Terapi harus dibangun melalui hubungan pribadi, komunikasi yang tepat, dan penuh konsentrasi dan kasih saying. Hal ini akan mengembalikan perasaan klien sebagai manusia yang independen.

Pemikiran Fromm tidak bisa lepas dari latar belakang kehidupannya yang dimulai dari lingkungan keluarga hingga menjadi mahasiswa. Fromm sangat dipengaruhi oleh tulisan Karl Max, terutama oleh karyanya yang pertama, The Economic and philosophical Manuscripts yang ditulis pada tahun 1944. Fromm membandingkan ide-ide Freud dan Marx, menyelidiki kontradiksinya dan melakukan percobaan yang sintesis. Meskipun Fromm dapat disebut sebagai seorang teoritikus kepribadian Marxian, ia sendiri lebih suka disebut humanis dialetik yaitu perjuangan manusia yang tidak pernah menyerah untuk memperoleh martabat dan kebebasan, dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia.

Pengertian Humanistic Psychoanalysis Menurut Erich Fromm_

Biografi Singkat Erich Fromm

Eric fromm, seorang ahli psikologi, filsafat dan sosiologi, dilahirkan pada 23 maret 1900 difranfurt Main jerman. Ayahnya seorang pengusaha berkebangsaan yahudi, ibunya mengurus rumah tangga yang berkebangsaan sama dengan ayahnya, fromm adalah anak tunggal sejak kecil ia tertarik dengan cerita-cerita penyelamatan seperti adam dan hawa, Abraham dan sebagainya. Kehidupan keluarga fromm tidak harmonis, disatu pihak, perhatian besar terhadap nilai nilai spiritual yang didapat dari ibunya berbenturan dengan kesuksesan material ayahnya. Fromm menggambarakan situasi keluarganya menegangkan. Ayahnya suka murung dan cemas sedangkan ibunya depresi berat. Masa kanak dan remaja merupakan laboratorium yang hidup bagi observasi terhadap tingkah laku neurotis.
Pada usia 12 tahun, fromm melihat seorang wanita muda, sahabat keluarganya yang pandadan cantik melakukan tindak bunuh diri, fromm sangat tergoncang jiwa terhadap peristiwa ini. Dalam usia 12 ketika mau terjadi perang dunia 1, dia melihat suatu kebencian melanda negrinya. Dengan cemas mereka melihat orang orang jerman yang dicambuki, saudaranya yang lebih tua meninggal diparit parit perlindungan. Dari pengalaman yang membingungkan ini fromm mengembangkan perhatian yang sangat besar terhadap masalah fundamental kehidupan dan masyarakat.

Dia mulai belajar kodrat dan sumber tingkah laku manusia yang irasional.dia pun merasakan bahwa pengaruh perang dunia 1 ini dari sosio-ekonomi, politik dan historis terhadap kepribadian manusia sangat besar. Di Universitas Heidelberg ia mempelajri psikologi, filsafat dan politik. Dia mempelajari karaya karya besar herberdt Spencer, Karl Max, dan Max Webe, Darwin dan Frued. Setelah mendapat gelar Ph.D, ia mengikuti pendidikan psikoanalitis dalam analisis frued yang ortodoks di Munchen dan institut fur Phicoanalisis di berlin, pada tahun1925 ia praktek psikoanalisis sebagai pengikut Frued. Namun secara berangsur angsur ia mulai tidak sependapat dengan Frued yang dinilai mengabaikan pengaruh faktor sosial ekonomi dan terhdap pikiran manusia.

Pada tahun1934 dia pergi ke Amerika serikat dan menetap disana akan tetapi dia tidak disambut baik oleh kalangan pengikut psikoaanalisis yang masih ortodoks. Selanjutnya pada tahun tahun berikutnya ia mengembangkan teori tentang kepribadian dalam bukunya yang sangat terkenal escape From freedem. Dia menjelaskan bagaimana masyarakat modern dan ideologi membentuk karakter sossial individu. Jadi menurut Fromm kepribadian ditentukan oleh kekuatan sosial yang mempengaruhi individu pada masa anak anak. Juga merupakan kekuatan historis yang mempengaruhi perkembangan manusia. Dia mengatakan “ kita adalah orang orang yang harus menjadi sesuai keperluan keperluan masyarakat dimana kita hidup. Selanjutnya ia juga mengatakan kekuatan sosial dan kultural sangat penting, maka perlu menganalisis struktur masyarakat supaya kita memahami struktur individu. mempertajam dan memperluas tenaga dan pikiran objektifitasnya. sebaliknya masyarakat adalah tidak sehat bila menciptakan permusuhan, kecurigaan, ketidak percayaan dalam anggotanya. fromm yakin bahwa manusia memiliki suatu perjuangan yang melekat pada dirinya sendiri untuk kesatuan dan kesejahteraan emosional, suatu kecenderungan bawaan hidup produktif untuk keharmonisan dan cinta.

Perkembangan, Struktur, Dinamika Kepribadian menurut Erich Fromm.

Perkembangan Kepribadian Menurut Erich Fromm

Erick Fromm berpendapat bahwa kepribadian adalah produk kebudayaan. Kesehatan jiwa adalah bagaimana masyarakat menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan dasar semua individu, bukan sebaliknya.faktor kuncinya adalah bagaimana masyarakat memuaskan kebutuha-kebutuhan manusia. Dikatakan oleh fromm, bukan menurut kodratnya manusia muncul sebagai akibat evolusi dari binatang.yang hakiki dalam eksistensi manusia adalah kenyataan bahwa ia muncul dari kerajaan binatang, dari adaptasi naluri,bahwa ia telah mengatasi alam, meskipun ia tidak pernah meninggalkannya.akan tetapi, ada perbedaan antara manusia dan binatang. Ini terletak pada kemampuan manusia akan kesadaran diri,pikiran,dan daya khayalnya. Sadar akan dirinya berarti sadar akan kesepian dan keterasingan (alienasi) dan ketidak berdayaannya di hadapan alam masyarakat.kebutuhan manusia yang paling dalam ialah mengatasi keterasingannya dan bagaimana mencari kesatuan,mengatasi hidup baik secara individual maupun menemukan kebersatuan.

Suatu masyarakat dikatakan sehat bila membiarkan anggotanya mengembangkan cinta satu sama lain, menjadi produktif dan kreatif, mempertajam dan memperluas tenaga dan pikiran objektifitasnya. sebaliknya masyarakat adalah tidak sehat bila menciptakan permusuhan, kecurigaan, ketidak percayaan dalam anggotanya. fromm yakin bahwa manusia memiliki suatu perjuangan yang melekat pada dirinya sendiri untuk kesatuan dan kesejahteraan emosional, suatu kecenderungan bawaan hidup produktif untuk keharmonisan dan cinta.

Struktur Kepribadian Menurut Erich Fromm

Dalam formulasi proses perkembangan individu, fromm memusatkan pada kondisi social dan cultural unik yang mempengaruhi proses perkembangan karakter dan pemuasan kebutuhan dasar serta eksistensi manusia.ini berbeda dari freud yang menekankan factor biologi. Fromm tertarik pada aspek cultural.fromm menyebut kepribadian yang sehat adalah yang berorientasi produktif dan yang tidak sehat adalah yang berorientasi non produktif.

1. Orientasi Produktif
Tipe karakter yang mengutamakan kehidupan (Biophilous Character Type). Dalam pandangan fromm, orang tipe ini mencintai kehidupan dan ingin membentuk atau mempengaruhi orang lain dengan cinta,dengan akal dan contoh.Fromm percaya bahwa tipe ini hanya dapat menggunakan kekuatan atau kekuasaan jika mereka bebas dan independen dari control orang lain.tipe ini mampu menciptakan cinta yang dewasa. Berikut ini adalah aspek-aspek kepribadian yang sehat dengan orientasi produktif menurut fromm.

Cinta yang produktif,merupakan suatu hubungan manusia yang bebas dan sederajat dimana patner-patner dapat mempertahankan individualitas mereka. Diri tidak berkurang dalam cinta produktif, melainkan diperluas, dibiarkan terbuka sepenuhnya. Suatu perasaan relasional tercapai tetapi identitas dan kemerdekaan seseorang terpelihara.cinta yang produktif menyangkut empat sifat yaitu: perhatian,tanggung jawab, respek dan pengetahuan. Mencintai berarti bersungguh-sungguh memperhatikan kesejahteraan mereka, serta membantu pertumbuhan dan perkembangan mereka. Cinta yang produktif merupakan suatu kegiatan bukan suatu nafsu.cinta produktif ini tidak terbatas pada cinta erotis, tetapi mungkin cinta persaudaraan atau cinta keibuan.

Pikiran yang produktif, meliputi kecerdasan, pertimbangan dan objektifitas. Pemikir yang produktif didorong oleh perhatian yang kuat terhadap objek pikiran. Pikiran yang produktif berfokus pada seluruh gejala dengan mempelajarinya, bukan pada kepingan-kepingan dan potongan-potongan gejala yang terpisah. Menurut fromm semua penemuan dan wawasan yang hebat melibatkan pikiran objektif dimana para pemikir didorong oleh ketelitian, respek dan perhatian untuk menilai secara objektif seluruh permasalahan yang ada. Kebahagiaan,merupakan suatu bagian integral dan hasil kehidupan yang berkenaan dengan orientasi produktif.kebahagiaan bukan semata-mata suatu perasaan atau keadaan yang menyenangkan, melainkan juga suatu kondisi yang meningkatkat seluruh organism menghasilkan perubahan gaya hidup, kesehatan fisik, dan pemenuhan potensi seseorang. Suara Hati, merupakan sendi yang penting dalam menggerakkan manusia menurut orientasi produktif. Fromm membedakan suara hati dalam dua tipe, yaitu suara hati otoriter dan suara hati humanistis.

2. Orientasi non-Produktif
Fromm meembagi orientasi non produktif ke dalam lima tipe karakter manusia, yaitu: a). Tipe Karakter Menerima(Receptive Character Type).dalam pandangan fromm,tipe karakter menerima adalah orang yang percaya sumber segala kepuasan terletak diluar diri mereka sendiri.Kebayakan karakter demikian periang dan bersahabat. Ketika menghadap situasi sulit, mereka menjadi putus asa dan bergantung pada orang lain dan tidak pada sumber intelektual mereka sendiri untuk memecahkan masalahnya. b).Tipe Karakter Eksploitatif(Exploitative Character type).Orang yang bertipe eksploitatif adalah mereka yang percaya bahwa semua kepuasan terletak pada diri mereka sendiri.mereka tidak menunggu secara pasif, melainkan aktif dalam meraih apa yang mereka inginkan dari oaring lain dengan memaksa auat kelicikan. Fromm percaya bahwa individu dengan tipe eksploitatif melakukan relasi yang tidak produktif terhadap sesame. Akibatnya, mereka mengeksploitasi orang lain untuk mencapai tujuannya. c).Tipe karakter Penimbun(Hoarding Character Type). Tipe karakter ini memiliki kepercayaan kecil akan kebaikan di dunia luar. Sebagai konsekuensinya, mereka berhubungan dengan dunia luar dengan cara yang negative, umumnya dengan menarik diri (withdrawal) dari orang lain. d).Tipe Karakter Nekrophilia (Necrophilious Character Type).Necrophilia merupakan satu karakter turunan dari karakter anal yang berbahaya, kalauHoarding character memperlihatkan perilaku dekstruktif yang pasif dan dalam bentuk menarik diri, necrophilia memperlihatkan perilaku dekstruktif dengan mengeksploitasi dan merusak orang lain atau benda- benda, serta alam lingkungan. Mereka adalah tipe orang yang tertarik dan berpenampilan pada segala bentuk kematian. Mereka senang berbicara soal penyiksaan, kematian dan penguburan. Lebih jauh mereka sangat terikat dengan kekuatan dan kekuasaan. e).Tipe Karakter Pasar (Marketing Character Type). Fromm mengatakan bahwa orientasi ini hanya berkembang pada masyarakat industri. Dalam masyarakat demikian, orang belajar untuk memperlakukan diri mereka sendiri dan orang lain seperti komoditi dengan satu nilai tukar tertentu dalam satu interaksi parallel dalam ekonomi ilusi.

Dinamika Kepribadian Menurut Erich Fromm

Manusia tidak dapat menyatu dengan alam, mereka terisolasi dan kesepian. Agar dapat bertahan hidup manusia harus menyatu dengan yang lain. Keinginan akan perpaduan antarpribadi adalah perjuangan yang paling kuat dalam diri manusia. Ini merupakan kekuatan yang membuat bangsa manusia tetap tinggal bersama sebagai kelompok, family dan masyarakat. Sumbangan Fromm dalam menggali kebutuhan naluriah yang mendasar dalam perspektif psikoanalisis adalah sebagai berikut :

1. Kebutuhan Relasional (Need For Relatedness).
Manusia yang menyadari hilangnya ikatan utama dengan alam dan ikatan satu sama lain menjadikan manusia menemukan keserasian baru yang lebih manusiawi sebagai ganti pramanusiawi yang sudah hilang dan tidak bisa diperoleh kembali. Sebagai akibatnya, manusia harus mencari ikatan-ikatan baru dengan orang lain dan menemukan suatu perasaan hubungan dengan mereka untuk menggantikan ikatan-ikatan yang hilang dengan alam. Menurut Fromm, pemuasan kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain sangat penting untuk kesehatan psikologis.

2. Kebutuhan akan Identitas (Need for Identity).
Manusia sebagai individu yang unik membutuhkan perasaan identitas. Masing –masing individu memiliki tingkat kesadaran diri dan pengetahuan tentang kemampuannya. Cara yang sehat untuk memuaskan kebutuhan identitas yaitu dengan individualitas, suatu proses di mana seseorang mencapai perasaan tertentu tentang identitas diri. Orang yang perasaan individualitasnya berkembang dengan baik akan dapat mengontrol kehidupannya sendiri.

3. Kebutuhan akan Transendensi (Need for Trancendence).
Kebutuhan transendensi merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk mengatasi peranan pasif sebagai ciptaan. Cara sehat untuk mengatasi keadaan binatang yang pasif salah satunya ialah mencipta. Jadi, manusia bertindak aktif dan kreatif untuk menguasasai alam.

4. Kebutuhan Berakar (Need for Rootedness).
Menurut Fromm, akar-akar baru harus dibangun untuk menggantikan ikatan-ikatan sebelumnya dengan alam. Kebutuhan tersebut dapat dicapai secara positif atau negatif. Cara yang yang positif adalah dengan membangun perasaaan persaudaraan dengan sesama umat manusia, yaitu dalam masyarakat.

5. Kebutuhan akan Kerangka Orientasi (frame of Orientation and Devotion).
Pencarian perasaan diri yang unik adalah suatu pencarian atau konteks di mana seseorang menginterpretasikan semua gejala dunia. Dasar ideal krangka orientasi adalah pikiran, yaitu sarana yang digunakan seseorang untuk mengembangkan gambaran realistis dan objektif tentang dunia.

Mekanisme Melarikan Diri dari Kebebasan

Menurut Fromm, normalitas adalah keadaan optimal dari pertumbuhan (kemandirian) dan kebahagiaan (kebersamaan) dari individu. Pada dasarnya asa dua cara untuk memperoleh makna dan kebersamaan dalam diantaranya:
  1. Mencapai kebebasan positif yakni berusaha menyatu dengan orang lain, tanpa mengorbankan kebebasan dan integritas pribadi. Oleh Fromm disebut pendekatan humanistic, yang membuat orang tidak merasa kesepian dan tertekan, karena semua menjadi saudara dari yang lain.
  2. Memperoleh rasa aman dengan meninggalkan kebebasan dan menyerahkan bulat-bulat individualitas dan intergritas diri kepada sesuatu (bisa orang atau lembaga) yang dapat memberi rasa aman. Cara memperoleh rasa aman dengan berlindung di bawah kekuatan lain tersebut Fromm mekanisme pelarian. Ada tiga mekanisme pelarian yang terpenting, yakni otoritarianisme, destruktif, dan konfomitas.
    A). Otoritarianisme (authorianism) Kecenderungan untuk menyerahkan kemandirian diri dan mengabungkannya dengan seseorang atau sesuatu diluar dirinya, untuk memperoleh kekuatan yang dirasakan tidak dimilikinya.
    B). Perusakan (destructiveness) Destruktif berakar pada perasaan kesepian, isolasi, dan tak berdaya. Destruktif mencari kekuatan tidak melalui membangun hubungan dengan pihak luar, tetapi melalui usah membalas/merusak kekuatan orang lain, dan individu.
    C). Penyesuaian (conformity) Bentuk pelarian dari perasaan kesepian dari isolasi berupa penyerahan individualitas dan menjadi apa saja yang di inginkan kekuatan dari luar.


Posting Komentar untuk "Pengertian Humanistic Psychoanalysis Menurut Erich Fromm"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email