Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Statistika, Fungsi, dan Kaitan dengan Psikologi

Pengertian Statistika, Fungsi, dan Kaitan Satistika dengan Bidang Psikologi - Artikel ini membahas mengenai Apa itu Statistika; Fungsi dan Kaitan Statistika dengan bidang Psikologi, dan Operasi Matematika yang banyak digunakan dalam perhitungan Statistika. Melalui artikel ini diharapkan dapat mengetahui Apa itu Statistika serta Fungsi dan Kaitannya dengan bidang Psikologi

Apa itu Statistika?

Dalam pengertian sehari-hari, terminologi ‘statistik’ dan ‘statistika’ seringkali dianggap sebagai satu hal yang sama, suatu fakta atau angka yang didapat dari prosedur matematika. Pada kenyataannya, dua terminologi tersebut memiliki definisi dan konteks pemakaian yang berbeda, seperti yang dijelaskan berikut ini.

Terminologi ‘statistik’ mewakili fakta  dan angka yang memberikan informasi dalam jumlah besar ke dalam angka yang sederhana, sehingga bersifat informatif dan dapat menyingkat waktu. Statistik dapat dijumpai di sekitar kita  seperti: pendapatan rata-rata; tingkat kejahatan; tingkat kelahiran; rata-rata curah hujan, dan sebagainya. Di lain pihak, terminologi ‘statistika’ merupakan istilah yang digunakan untuk merujuk pada serangkaian prosedur matematika untuk mengolah, menyajikan, menganalisa dan menyimpulkan data atau informasi dalam jumlah besar ke dalam angka yang sederhana (statistik). Dengan demikian, dapat disimpulkan secara sederhana: statistika adalah prosedur matematika yang akan menghasilkan statistik.

Pengertian Statistika, Fungsi, dan Kaitan dengan Psikologi_
image source: ec.europa.eu
baca juga: Pengertian Statistik, Komponen Utama, Fungsi, dan Kajian Statistik

Peranan Statistika dalam bidang Psikologi

Penelitian dalam bidang psikologi (dan bidang lainnya) melibatkan proses pengumpulan informasi dalam usahanya untuk memahami ‘perilaku manusia’. Sebagai contoh, untuk mengetahui apakah kekerasan di TV memiliki efek pada perilaku anak-anak, peneliti perlu untuk mengumpulkan berbagai macam informasi perilaku anak-anak tersebut yang berkaitan dengan tayangan kekerasan di TV. Kumpulan informasi seperti nilai IQ, skor kepribadian, nilai waktu reaksi, dan sebagainya yang terkumpul umumnya dalam jumlah yang besar. Sehingga diperlukan peranan statistika untuk membantu para peneliti memahami informasi-informasi tersebut.
Secara khusus, statistika memiliki dua tujuan umum:
  1. Statistika digunakan untuk mengatur dan meringkas informasi sehingga peneliti dapat melihat apa yang terjadi dalam penelitian yang dilakukan dan dapat menyampaikan hasil yang didapat kepada orang lain sehingga mudah dimengerti.
  2. Statistika membantu peneliti untuk menjawab pertanyaan umum yang menjadi pertanyaan dasar penelitian dengan menentukan apakah kesimpulan yang dibuat berdasarkan data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari pikiran (mind) dan perilaku (behavior). Dalam penelitian di bidang psikologi, peneliti berusaha untuk mencari tahu: Apa itu mind dan behavior; Bagaimana mind dan behavior berfungsi; serta Apa yang menyebabkannya. Sebagai sains, psikologi mensyaratkan pengetahuan yang dihasilkan harus didapat melalui penelitian empiris yang sistematik, purposif dan terencana. Hal inilah yang dibantu untuk dicapai oleh statiska. Prosedur statistik membantu memastikan bahwa informasi atau data yang didapat melalui pengamatan disajikan dan diinterpretasikan dengan akurat dan informatif.

Dalam istilah yang agak dibesar-besarkan, statistik membantu peneliti menghasilkan keteraturan dari kekacauan. Selain itu, statistik menyediakan seperangkat teknik standar yang diakui dan dipahami seluruh komunitas ilmiah, sehingga metode statistik yang digunakan oleh salah satu peneliti juga akan dipahami peneliti lain, yang secara akurat dapat menafsirkan  analisis statistik yang digunakan, bagaimana analisis tersebut dilakukan dan apa ditandai oleh hasil yang didapatkan. Secara spesifik, Statistika adalah Metoda kuantitatif yang bisa membantu memahami berbagai gejala atau fenomena. Statistika digunakan untuk menyederhanakan data; melihat hubungan dan perbedaan; serta memberi arti suatu gejala atau fenomena melalui pengukuran.

Dengan alasan-alasan tersebut di atas, maka statistika dianggap dapat digunakan oleh akademisi dan praktisi di bidang psikologi untuk memahami literatur modern yang dihasilkan dalam bidang psikologi maupun bidang-bidang lainnya.

Terminologi Penting dalam Statistika

Ada beberapa terminologi penting yang sering digunakan dalam statistika, antara lain:
  • Populasi: Keseluruhan individu yang menjadi target studi
  • Sampel: Sekumpulan individu yang dipilih dari populasi, yang dianggap mewakili populasi dalam studi yang akan dilakukan. Dalam penelitian, sampel adalah obyek yang akan dikenakan pengukuran
  • Variabel: karakteristik atau kondisi yang dapat mengalami perubahan atau memiliki nilai-nilai yang berbeda untuk tiap individunya
  • Data (plural): hasil-hasil pengukuran atau observasi
  • Datum (singular): sebuah hasil pengukuran atau observa dan seringkali disebut skor
  • Data Set: sekumpulan hasil pengukuran atau observasi.
  • Parameter: karakteristik atau nilai yang mendeskripsikan populasi
  • Statistik: karakteristik atau nilai yang mendeskripsikan sampel.
CONTOH:
  • Populasi 1000 orang mahasiswa psikologi memiliki populasi parameter: 
rata-rata usia = 22th; rata-rata IQ = 112; 65% wanita,  35% pria
  • statistik sampel (A, B, C, D dan E):
rata-rata usia = 20 th; rata-rata IQ 105; 60% wanita, 40% pria.

Kategori Pengolahan Data dalam Statistika

Dalam statistika modern dikenal dua pengelompokkan teknik statistika, yaitu descriptive statistics dan inferential statistics. Secara singkat, kedua pengelompokkan tersebut didefinikan sebagai:

  • Descriptive statistics adalah proses mengumpulkan, mengelompokan, menyimpulkan dan mempresentasikan data.
CONTOH:
Dari hasil survey yang dilakukan Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (DCD) di Amerika pada tahun 2004, diketahui bahwa rata-rata berat badan wanita mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun 1960, dimana pada tahun 1960 berat badan wanita Amerika memiliki rata-rata 140,2 pon sementara pada tahun 2004 rata-rata berat badan wanita Amerika mencapai 191 pon.
Rata-rata berat badan wanita Amerika tersebut merupakan contoh data descriptive statistics, karena memberikan ‘deskripsi’ berat badan dari banyak orang dengan menggunakan satu ‘nilai’ saja.

  • Inferential statistics adalah proses generalisasi data terhadap populasi, melakukan estimasi dan uji hipotesa, menentukan hubungan antar variabel, serta membuat prediksi

CONTOH:
CDC melakukan pengukuran berat badan terhadap sejumlah wanita dari beberapa tempat yang dianggap merepresentasikan keseluruhan wanita yang ada di Amerika tanpat melakukan pengukuran terhadap seluruh wanita di Amerika. Hasil pengukuran berat badan sejumlah wanita tersebut kemudian digunakan untuk ‘memperkirakan’ berat badan seluruh wanita di Amerika. Maka, teknik statistika yang digunakan disebut sebagai inferential statistics, karena berdasarkan data yang diambil dari hanya sejumlah wanita (sampel) ditarik kesimpulan (perkiraan) terhadap berat badan wanita Amerika secara keseluruhan

Soal Latihan
  1. Seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh dari minuman berelektrolit pada ketahanan fisik remaja di Jakarta saat berolah raga. 30 orang remaja dipilih dan diintruksikan untuk melakukan latihan ketahanan pada treadmil. Separuh di antaranya diberikan minuman berelektrolit, sisanya diberikan air mineral.
    a. Tentukan Sampel dan Populasib. Rata-rata waktu remaja Jakarta dapat melakukan latihan ketahan treadmil merupakan contoh dari?
    b. Rata-rata waktu 15 orang remaja yang melakukan latihan ketahan treadmil dan diberikan minuman berelektrolit adalah contoh dari?
  1. Dalam proses daftar ulang mahasiswa baru Universitas Mercu Buana dilakukan pengukuran tinggi badan terhadap seluruh mahasiswa baru, dan diketahui mahasiswa baru pria UMB memiliki rata-rata tinggi badan 175 cm, dan mahasiswa baru wanita UMB memiliki rata-rata tinggi badan 165 cm. Rata-rata tinggi badan mahasiswa baru UMB pria dan wanita itu disebut sebagai ………………………….
  1. Dari keseluruhan mahasiswa baru UMB yang melakukan daftar ulang, dipilih secara acak 50 orang pria dan 50 orang wanita untuk dilakukan pengukuran tinggi badan. Didapatkan informasi dari 50 orang mahasiswa baru pria UMB memiliki tinggi badan rata-rata 173 cm dan dari 50 orang mahasiswa baru wanita UMB mmeiliki tinggi badan rata-rata 166 cm. Dengan demikian diperkirakan mahasiwa baru pria UMB memiliki tinggi badan sekitar 173 cm dan mahasiswa baru wanita UMB memiliki tinggi badan sekitar 166 cm. Perkiraan tersebut termasuk sebagai …………………………….

Operasi Matematika dalam Statistika

Simbol dan Notasi Matematika
              Penambahan   
-                 Pengurangan
x; ()           Perkalian
÷; /             Pembagian
>                Lebih besar dari
<                Lebih kecil atau kurang dari
                Lebih besar atau sama dengan
≤                Lebih kecil atau sama dengan
                Tidak sama dengan
Σ                Sigma atau ‘dijumlahkan semuanya’

Urutan Operasi Matematika

Dalam menyelesaikan suatu operasi matematika (baik operasi matematika sederhana, maupun operasi matematika kompleks), ada aturan atau urutan atau tahapan sebagai konsensus ahli-ahli matematika yang perlu diperhatikan dalam penyelesaian operasi matematika:

CONTOH:
(6 + 2) – (4 x 3) + 6 =
                  22
  • Selesaikan terlebih dahulu operasi matematika yang berada dalam kurung
8 – 12 + 6 =
       22
  • Selesaikan operasi kuadrat
8 – 12 + 6 =
       4
  • Selesaikan operasi perkalian dan pembagian, dari kiri ke kanan
8 – 3 + 6 =
  • Selesaikan operasi penambahan dan pengurangan paling akhir dari kiri ke kanan
5 + 6 = 11

Persamaan Matematika dengan Variabel yang Tidak Diketahui

1. Penambahan
    CONTOH:
          X + 7 = 18
    X + 7 – 7 = 18 – 7
                X = 11

    2. Pengurangan
      CONTOH:
              X – 13 = 27
      X – 13 + 13 = 27 + 13
                      X = 40

      3. Perkalian

        CONTOH:
              X x 5 = 20
         X x 5 / 5 = 20 / 5
                    X = 4

        4. Pembagian
          CONTOH:
                X / 5 = 40
          X / 5 x 5 = 40 x 5
                     X = 200

          5. Multiple Operations

          CONTOH:
                4X + 6 = 18
          4X + 6 – 6 = 18 – 6
                      4X = 12
                 4X / 4 = 12 / 4
                        X = 3


          Soal Latihan

          Selesaikanlah operasi-operasi matematika berikut ini:
          1. 5(2) – 12/3 + 2 =
          2. (10 + 5) / 2 + 9 =
          3. (54 – 16) + (9 – 3) =
                             2              3
          1. 9(-5) + 4(6) =
          2. - 8 – 16 =
          3. A + 16 = 25
          A =
          1. 30 – 5B = 90
          B =
          1. C/11 = 5
          C =
          1. 5D – 100 = - 155
          D =
          1. (E + 10) (F – 5) = 0
          E =

          Simbol-simbol

          bi          Koefisien regresi (unstandardized)
          df         Degrees of freedom (derajat kebebasan)
          ei          error pada orang (data) ke i
          F          F-ratio (uji statistika pada Anova )
          H          uji statistika Kruskal–Wallis
          k           jumlah tingkatan pada sebuah variabel (jumlah treatmen), atau jumlah predictor pada       model regresi
          ln          Natural logarithm (logaritma natural)
          MS       The mean squared error (Mean Square), rata-rata variabilitas pada data.
          N, n      Besaran populasi atau sampel
          P          Probabilitas atau peluang
          r           Koefisien korelas Pearson’s
          rs         Koefisien (jenjang) korelasi Spearman’s
          rb, rpb   Koefisien korelasi Biserial dan koefisien korelasi point–biserial
          R          Koefisien multiple correlation
          R2        Koefisien (proporsi data yang dijelaskan oleh model)
          s2         Variansi data sampel
          s           standard deviation data sampel
          SS        The sum of squares, atau sum of squared errors
          SSA      The sum of squares untuk variabel A
          SSM     The model sum of squares (variabilitas yang dijelaskan oleh model fitted terhadap            data
          SSR     The residual sum of squares (variabilitas yang tidak dapat dijelaskan model, contoh:        error pada Mo atau Modus)
          SST      The total sum of squares (total variabilitas dalam data)
          t           Uji statistika untuk Student’s t-test
          T          Uji statistika untuk Wilcoxon’s matched-pairs signed-rank test
          U          Uji statistika untuk Mann–Whitney test
          Ws       Uji statistika untuk Wilcoxon’s rank-sum test
           _  _
          X; x      Nilai rata-rata untuk sample
          z           poin data yang terdapat pada unit standard deviation

          Sekian artikel tentang Pengertian Statistika, Fungsi, dan Kaitan Satistika dengan Bidang Psikologi. Semoga bermanfaat.

          Daftar Pustaka

          • Gravetter, F.J. & Wallnau, L.B. 2009. Statistics for the Behavioral Sciences.
          • Field, A.P. (2009). Discovering Statistics using SPSS: Introducing Statistical Methods
          • Howell, D.C. 2012. Statistical Method for Psychology.
          • Nolan, S.A. & Heinzen, T.E, 2012. Statistics for the Behavioral Sciences. Second Edition.

          Posting Komentar untuk "Pengertian Statistika, Fungsi, dan Kaitan dengan Psikologi"

          Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

          Berlangganan via Email