Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Paradigma dalam Memahami Kepribadian Menurut Para Ahli

Paradigma dalam Memahami Kepribadian Menurut Para Ahli - Munculnya Blog Psikologi dalam sejarah ilmu pengetahuan adalah sebagai usaha untuk memahami manusia secara utuh. Salah satu cara untuk memahami manusia adalah dengan memahami tentang kepribadian manusia itu sendiri. Pemahaman mengenai kepribadian manusia tentu saja dipengaruhi oleh paradigma tertentu yang dipakai sebagai acuan.

Paradigma dalam Memahami Kepribadian Menurut Para Ahli_
image source: www.123rf.com
baca juga: Pengertian dan Teori Kepribadian Menurut Para Ahli

Ada empat paradigma yang paling banyak dipakai sebagai acuan : 

1. Paradigma Psikoanalisis. Paradigma ini memiliki dua asumsi dasar, yaitu bahwa manusia adalah bagian dari dunia binatang dan manusia adalah bagian dari sistem energi. Kunci utama dalam memahami manusia adalah dengan mengenali insting seksual dan agresi. Tokoh yang mengembangkan teori Psikoanalisis pertama kali adalah Sigmund Freud, dan kemudian banyak tokoh lain mengembangkan teori tersebut, seperti Jung, Adler, Anna Freud, Horney, Erich Fromm, dan Sullivan. Masing-masing teori mencoba mendeskripsikan kepribadian seperti struktur, dinamika, dan perkembangan elemen pendukungnya. Sehingga, kemungkinan adanya penyimpangan tingkah laku dan cara mengatasinya dapat ditelaah dari penjelasan tersebut.

2. Paradigma Traits. Secara historis, paradigma Traits, Kognitif, dan Behaviorisme berasal dari satu pendekatan yaitu Psikologi Eksperimen. Tokoh pelopor Psikologi Eksperimen adalah Wilhelm Wundt. Wundt meyakini bahwa untuk memahami tingkah laku harus mengetahui unsur terkecil yang menyebabkan terjadinya tingkah laku tersebut. Pendekatan inilah yang pada akhirnya dikenal sebagai Psikologi Strukturalisme. Namun kemudian, pendekatan strukturalisme ini mendapat tentangan dari pendekatan : (a) Fungsionalisme, meyakini bahwa memahami jiwa itu melalui fungsi jiwa bukan dari elemen atau unsur. Tokoh pendekatan ini adalah William James. Pendekatan ini menjelaskan mengenai habit, ingatan, berpikir, motivasi, atau fungsi jiwa lainnya, dimana semua potensi itu dimiliki manusia. Potensi tersebut kemudian diaktualisasikan dalam wujud kepribadian. Potensi aktual dalam kepribadian ini yang menunjukkan bahwa tidak ada dua orang yang memiliki kepribadian sama. Paradigma Traits ini yang mengkategorikan orang dalam tipe tertentu. Tokoh teori Traits ini adalah William James, Murray, Maslow, Cattell, Eysenck, dan Allport ; (b) Gestalt, meyakini bahwa memahami jiwa itu bukan hanya melihat dari unsur yang terpisah, tetapi secara kesatuan ; dan (c) Behaviorisme, yakni suatu pendekatan yang mengembangkan metode observasi dalam memahami objek perilaku yang dapat diamati.

3. Paradigma Kognitif. Paradigma ini berawal dari Teori Gestalt, dengan tokohnya adalah Max Wertheimer. Teori Gestalt berasumsi bahwa manusia adalah sebagai pemroses informasi. Paradigma kognitif berasumsi bahwa untuk memahami tingkah laku diperlukan adanya pikiran, keyakinan, ingatan, motivasi, perasaan. Tokoh dan para ahli dalam paradigma ini adalah Kurt Lewin, George Kelly, Rogers, Bandura. 

4. Paradigma Behaviorisme. Paradigma ini terbentuk karena tradisi kondisioning. Asumsi dari teori ini adalah bahwa manusia adalah mesin. Paradigma ini terkait dengan Teori Belajar, dimana tingkah laku manusia itu merupakan hasil belajar dari lingkungan. Tokoh dari pendekatan ini adalah Skinnner, Pavlov, dan Watson.


Posting Komentar untuk "Paradigma dalam Memahami Kepribadian Menurut Para Ahli"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email