Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Interpretasi Tes Wartegg dan Tes Gambar Dalam Psikologi

Interpretasi Tes Wartegg dan Tes Gambar Dalam Psikologi - Pada awalnya, Tes Wartegg adalah sebuah tes psikologi yang dikembangkan oleh Krueger dan Sander dari University of Leipzig. Kemudian, tes ini dikembangkan oleh Ehrig Wartegg dan selanjutnya oleh Marian Kinget. Tujuan dari tes wartegg ini adalah mengeksplorasi (meneliti karakter kepribadian seseorang) terutama dalam hal emosi, imajinasi, dinamisme, kontrol dan reality function, yang dimiliki oleh setiap orang namun dengan intensitas dan interelasi yang berbeda.

Struktur kepribadian tidaklah statis, berubah-ubah dan menentukan sebagian besar perilaku individu. Dengan tes ini dapat dilihat bagaimana cara subyek berfungsi, yaitu apakah normal atau abnormal. Maka bila ada satu atau beberapa komponen yang sangat dominan, menandakan bahwa struktur tidak seimbang, jadi fungsi subyek adalah defektif. Misalnya, fungsi kontrol terlalu kuat maka perilaku akan terhambat dan kreatifitas kurang berkembang, sedangkan bila imajinasi berkembang berlebihan maka kontak dengan realitas dan fungsi sosialnya terganggu. The Drawing Completion Test adalah bentuk pemeriksaan kepribadian dengan menggunakan gambar-gambar yang diperoleh melalui sarana tes. Sarana ini berisi sejumlah elemen grafis kecl yang berdungsi sebagai suatu seri tema-tema formal yang harus dikembangkan menurut cara subyek itu sendri. Jadi gambar-gambar yang dihasilkan dengan cara tersebut diatas kemudian di analisis sesuai dengan sejumlah kriteria, bentuk, dan isi.

Interpretasi Tes Wartegg dan Tes Gambar Dalam Psikologi_
image source: www.pinterest.com
baca juga: Persiapan dan Instruksi Tes Menggambar Orang dalam Psikologi

SEJARAH

Berawal dari para ahli dalam aliran psikologi gestalt di Universitas Leipzig yang dipimpin oleh F. Krueger dan F. Sander. Sender menciptakan teknik “Phantasie Test”, subyek dihadapkan pada materi drawing completion test (DCT), yang menghasilkan sifat struktural khas dari subyek. Keberhasilan Sender mendorong Dr. Ehrig Wartegg untuk melanjutkan penelitian tsb, akhirnya menemukan tes wartegg DCT (drawing completion test)/WZT (Wartegg Zeichen Test) yang dipakai sekarang ini.

Wartegg dikembangkan sekitar tahun 1930 oleh Dr. Ehrig Wartegg dalam karyanya Gestaltung und Character sebagai suatu outline untuk tipologi tes DCT ini. Tes ini terdiri dari 8 karakter item data berupa bentuk/gambar yang ambigu di tiap 8 kotaknya. Sebagai contoh satu titik atau setengah lingkaran. Tugas untuk testee adalah melanjutkan gambar yang sudah ada tersebut menjadi suatu gambar baru. Hasil yang didapat kemudian dievaluasi baik secara grafologis dan simbolis. Masing-masing bidang tertentu yang tampaknya berisi aspek-aspek yang berbeda dari kepribadian. Hal ini penting untuk apa yang sejauh ini oleh subjek tes yang diterima. Seperti juga dengan tes lain dan validitas yang memadai. Namun demikian dapat, dalam konteks terapi psychotherapeutischen atau penjelasan, yang berpengalaman Psychotherapeuten dengan bantuan dari uji titik awal untuk analisis yang lebih dalam mengalami konflik pasien diberikan.

Wartegg Zeihen Test (WZT) adalah sebuah tes proyeksi sederhana yang berupa setengah kertas ukuran A4 dengan delapan buah kotak yang dibatasi garis tebal. Dalam setiap kotak terdapat rangsang-rangsang tertentu yang masing-masing kotaknya akan memberikan kesan spesifik yang berbeda-beda dan tentu saja reaksi yang berbeda pula sesuai dengan kepribadian orang yang tengah diperiksa.

Tujuan Drawing Completion Test
  1. Mengeksplorasi struktur kepribadian dari fungsi dasarnya (emosi, imajinasi, dinamisme, kontrol, dan fungsi realita)
  2. Sejauhmana masalah-masalah yang ada “meluas” dalam diri individu.
  3. Melihat abnormalitas manusia


Aspek Emosi yang Tergali dari Wartegg Zeihen Test (WZT)

Berdasarkan pada dasar teori yang dikemukakan oleh Wartegg, dinyatakan bahwa melalui WZT dapat menggali komponen-komponen skema kepribadian dari seseorang. Aspek-aspek emosi yaitu outgoing dan seclusive sesuai dengan ekstraversi dan introversi. Aspek emosi terutama tergali dari kategori-ketegori respon sebagai berikut:

Outgoing
  1. Animate nature; adalah suatu petunjuk langsung dari integrasi dan penyesuaian diri subjek.
  2. Physiognomy; yaitu segala sesuatu dalam gambar figure manusia yang memberitahu pengamat tentang apa dan siapa figure tersebut, jenis kelamin, usia, pekerjaan dan sifat.
  3. Expansion; yaitu menunjukkan suatu kecenderungan (pada gambar-gambar tertentu) terutama pemandangan alam dan pemandangan kota, interior untuk melampaui batas-batas kotak.
  4. Curves; terutama garis luwes, mengalir dengan bebas berasal dari tonus otot yang santai..
  5. Casualness; adalah cara menggambar yang lepas, informasi, kadang-kadang ada gaya, kadang-kadang ceroboh, yang dapat menaikan atau memperindah atau merusak gambar tergantung dari banyak faktor.

Seclusive
  1. Inanimate Nature; mencakup berbagai benda dari daun, awan, air, setangkai bunga atau gambar buah sampai gambar-gambar yang lebih rumit seperti gambar dahan-dahan, tanaman, belukar, pemandangan alam, atau pemandangan laut.
  2. Atmosphere; adalah suatu gambar yang berasal dari cara mempresentasikan dan pelaksanaan sehingga memunculkan suatu kualitas perasaan dan kualitas suasana gambar.
  3. Soft lines; yaitu gradasi garis-garis lemah berkisar dari moderat halus, halus sampai pada yang sangat lemah dan hampir tidak nampak.
  4. Symetric abstraction; pemberian skor terhadap respon ini didasarkan atas kerumitan dan nilai estetik pola.
  5. Asymetric abstraction; yaitu mencakup gambar-gambar yang memperlihatkan permainan bebas garis-garis dan cahaya serta bayangan.
  6. Shading (both light and dark); mencakup 3 aspek diagnostik yang signifikan yaitu : intensitas, tekstur, dan fungsi.
  7. Parts; karakteristik elemen dari gambar representasional adalah pembedaan antara suatu keseluruhan seperti orang, rumah, pemandangan alam, atau bagian telinga, jendela, roda dan sebagainya.
  8. Scribbles; yaitu coretan-coretan tidak teratur, kacau, garis silang menyilang, atau bentuk-bentuk bayangan kabur.
  9. Schematism; adalah satu bentuk dari nature content, dengan ciri-ciri : perlakuan geometris atau segi empat.

INTRUKSI TES WARTEGG (Drawing Completion Test)

Persiapan:
  • Menyiapkan stopwatch yang siap pakai
  • Menggambar Tes Wartegg di papan tulis
  • Membagikan lembar Tes Wartegg dan sebatang pinsil HB pada Testee


Instruksi:

Kepada Saudara telah dibagikan lembar tes baru

Ambillah lembar tes itu dan isilah dengan bolpen:

Nomor : Nomor pemeriksaan Saudara

Nama : Nama lengkap Saudara

Tgl. Lahir : Tanggal, bulan, dan tahun lahir Saudara

Jenis kelamin : Lingkarilah huruf L atau P sesuai dengan jenis kelami Saudara

Tgl. Pmr : Tanggal hari ini (Tester menyebutkan tanggal , bulan, dan tahun pemeriksaan)

Jika sudah selesai, letakkan alat tulis Saudara dan perhatikanlah ke depan.

Pada lembar tes ini kita lihat ada 8 buah kotak (tunjukkan kepada Testee)

Di dalam setiap kotak terdapat sesuatu yang telah ditentukan, yaitu (sambil ditunjukkan oleh tester satu demi satu dari kiri ke kanan. Tidak usah sisebut semuanya, cukup dua saja)

  • Kotak ini : titik seperti ini
  • Kotak ini : lengkungan seperti ini
  • Kotak ini : garis-garis seperti ini
  • Kotak ini : bujur sangkar seperti ini
  • Kotak ini : garis-garis seperti ini
  • Kotak ini : garis-garis seperti ini
  • Kotak ini : lengkungan titik-titik seperti ini
  • Kotak ini : lengkungan seperti ini

Tugas Saudara adalah menggambar !

Buatlah satu buah gambar di dalam setiap kotak. Apa yang akan digambar di dalam kotak itu, terserah kepada Saudara. Jadi sesuka hati Saudara, namun sesuatu yang telah ditentukan dalam setiap kotak hendaknya menjadi bagian dari gambar Saudara.

Dengan perkataan lain, ada seseorang yang telah mulai menggambar di dalam kotak itu dan Saudara yang harus menyelesaikannya.

Kotak mana yang akan Saudara gambar labih dahulu terserah pula kepada Saudara. Pilihlah kotak yang paling mudah Saudara selesaikan. Tiap kali selesai menggambar sebuah kotak, berilah nomor yang menunjukkan urutan menggambar Saudara.

(Tester memberi contoh di papan tulis dengan urutan yang diacak)

Berilah nomor 1, di luar kotak, yang akan menunjukka bahwa kotak itu yang Saudara gambar pertama.

Berilah nomor 2, di luar kotak, pada kotak yang Saudara gambar berikutnya, demikian seterusnya sesuai dengan keurutan menggambar.

Setelah itu pada bagian lembar tes yang kosong (Tester menunjukkan kepada Testee, apabila tidak terdapat bagian yang kosong dapat menggunakan bagian belakang lembar tes), berilah keterangan tentang gambar itu sesuai dengan urutan menggambarnya, misalnya:
  1. Gambar ____
  2. Gambar ____
  3. Gambar ____, dan seterusnya. (Tester memberi contoh di papan tulis)

Apabila saudara telah selesai menggambar semua kotak, pilihlah satu gambar yang Saudara anggap paling mudah diselesaikan, satu gambar yang Saudara anggap paling sulit diselesaikan, satu gambar yang paling saudara sukai, dan satu gambar yang paling tidak Saudara sukai, dengan menuliskan simbol berikut di belakang keterangan gambar: (Tester mencontohkan di papan tulis)

M = Gambar paling mudah

S = Gambar paling sulit

+ = Gambar yang paling disukai

- = Gambar yang paling tidak disukai

Saudara harus menggunakan pinsil yang kami pinjamkan.

Apakah ada pertanyaan? (Tunggu sebentar)

Waktunya 15 menit (diberitahukan kepada Testee)

…(setelah waktu 15 menit berlalu)…

BERHENTI!! Letakkan pinsil Saudara…

Sekarang letakkan lembar tes tersebut di sisi meja yang kosong.

Sekian artikel tentang Interpretasi Tes Wartegg dan Tes Gambar Dalam Psikologi.

Daftar Pustaka
  • Anastasi, A & Urbina, S. 1998. Psychological Testing: 7th ed.
  • Kinget, Marian. 1952. The Drawing Completion Test: A Projective Technique for The Inverstigation of Personality. New York:Grune & Stratton, Inc
  • Gregory, Robert.J. Psyhcological Testing: 6th edition. Boston: Pearson Education.
  • Widjaja, H. 1987. Proyeksi Kepribadian dalam Gambar Figur Manusia. Bandung:Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran.

Posting Komentar untuk "Interpretasi Tes Wartegg dan Tes Gambar Dalam Psikologi"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email