Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknik Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kualitatif

Teknik Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kualitatif - Dalam artikel ini dibahas bagaimana pengambilan subjek atau pengambilan sampel juga pengumpulan data dalam penelitian kualitatif. Melalui artikel ini diharapkan mampu memahami dan bisa mempraktikkan bagaimana Pengambilan Subjek Dalam Penelitian Kualitatif.

Subjek Penelitian

Teknik Pengambilan Sample
  • Random sampling: simple random sampling, systematic random sampling, stratified random sampling, cluster sampling, multi-stage sampling.
  • Non-Random sampling: accidental sampling, quota sampling, purposeful sampling 

Random Sampling
  • Simple random sampling: mengedepankan prinsip bahwa semua individu memiliki kesempatan yang sama. Contoh: teknik pengundian 
  • Systematic Random sampling: unsur populasi yang dipilih menjadi sample adalah berdasarkan urutan ke –X. urutan ke –X ditentukan secara random.
  • Cluster sampling: teknik sampling yang dilakukan terhadap unit sampling yang merupakan suatu kelompok (cluster). Anggota kelompok (cluster) tidak harus bersifat homogen. Setiap anggota kelompok dari kelompok cluster yang terpilih akan diambil sebagai sample
  • Stratified Random Sampling: teknik ini digunakan untuk sample dalam populasi yang berstrata.
  • Multi-stage sampling: teknik sampling yang paling tinggi ke tingkat yang paling rendah.

Non-Random Sampling
  • Accidental Sampling: “prinsip ketidaksengajaan”. Peneliti ingin meneliti seberapa sso sering melakukan kunjungan ke mall. Maka peneliti bisa memilih pengunjung mana saja yang kebetulan lewat di hadapan peneliti.
  • Quota sampling: jumlah sample yang dipilih berdasarkan kuota yang ditentukan oleh peneliti. 
  • Puposeful sampling: sampling yang berdasarkan kepada ciri-ciri yang dimiliki oleh subjek yang dipilih karena ciri-ciri tersebut sesuai dengna tujuan penelitian yang dilakukan.
    Cresswell (2008) mengemukakan sembilan strategi sampling dalam teknik pu roseful yang dapat dipilih. 

Teknik Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kualitatif_
image source: online-metrics.com
baca juga: Karakteristik Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

9 Strategi Pengambilan Sample

Sembilan strategi ini dipilih berdasarkan pertimbangan waktu pengambilan sample dilakukan, apakah sebelum pengumpulan data atau setelah pengumpulan data. Selain pertimbangan lainya adalah pertimbangan permasalahan yang diangkat dan pertanyaan yang akan dijawab.
  • Sampling dengan variasi maksimal 
  • Sampling dengan kasus ekstrim 
  • Sampling yang bersifat tipikal 
  • Sampling yang bersifat homogen 
  • Sampling yang bersifat kritis 
  • Sampling yang bersifat oportunis 
  • Sampling bola sajlu 
  • Sampling yang bersifat kuat atau lemah (confirming dan disconfirming) 


Contoh sampling:
  • Contoh sampling variasi maksimal: peneliti hendak melakukan penelitian mengenai stress kerja pada pekerja transportasi umum. Peneliti menggunakan strategi sampling dengan variasi maksimal sebagai tekniknya. Hal yang pertama harus dilakukan adalah melakukan identifikasi karakteristik pekerja sektor transortasi umum, kemudian peneliti melakukan teknik purposeful terhadap tiga jenis transportasi umu, seperti sopir bus, masinis kereta, nahkoda kapal yang dapat memberikan perspektif berbeda mengenai stres kerja. 
  • Kasus ekstreem: dukun cilik ponari. Berawal dari tragedi di sambar petir, ponari memiliki kekuatan untuk menyembuhkan segala macam penyakit. Jika peneliti ingin melakukan penelitian dengna strategi sampling, maka penleiti harus terjun langsung dan bergabung menjadi satu bagian dari individu tersebut. Peneliti tinggal bersama ponari dan keluarganya untuk mendapatkan perspektif yang tepat dan akurat. 
  • Contoh sampling bersifat khas: bedanya dengan sampling dengan kasus ekstrim adalah:kasusnya unik tidak biasa tetapi bukan merupakan kasus yang ekstrim. Objeka atau lokasi penelitian dipilih karena secara tipikal dapat mewakili fenomena yang diteliti. Howard Becker dan beberapa rekannya tertarik untuk mempelajari tentang bagaimana mahasiswa kedokteran disosialisasika ke dalam profesi. Mereka melakukan research di Fakultas Kedokteran Kansas (bukan di fakultas kedokteran yang lebih bergengsi lainnya) membuat hal ini menjadi unik dan khas.
  • Contoh sampling suatu teori: memberikan pemahaman lebih terhadap suatu konsep atau teori.
  • Contoh sampling yang bersifat homogen: Memilih subjek penelitian yang memiliki kesamaan sifat atau karakteristik antara subjek penelitian dengan kelompoknya atau populasinya. Contoh: Keturunan Tionghoa yang tinggal di Pecinan, masih mempertahankan budaya yang diturunkan dari generasi sebelumnya. 
  • Contoh sampling yang bersifat kritis: kekerasan pada lingkungan sekolah , dan peneliti tertarik untuk melakukan penelitian untuk menggambarkan suatu kasus yang mengilustrasikan situasi secara dramatis. Dalam situasi ini peneliti harus sangat berhati-hati karena dapat membahayakan keselamatan peneliti itu sendiri 
  • Contoh sampling yang bersifat oportunis: Peneliti ingin meneliti mahasiswi yang berkuliah sambil bekerja paruh waktu. Pada awal penelitian, peneliti menggunakan strategi maximal sampling bervariasi untuk menentukan subjek penelitian yang dipilih. Setelah penelitian berlangsung dan proses pengambilan data sudah selesai dilakukan, tiba-tiba ditemukan ada beberapa subjek penelitian yang sedang hamil, sehingga subjek tersebut harus membagi waktunya untuk kuliah, bekerja paruh waktu dan menjaga kehamilannya. Dengan kondisi tersebut menarik peneliti untuk meneliti lebih lanjut ini disebut penelitian opportunistic sampling. 
  • Contoh sampling bola salju: ketika seorang penelitian, ternyata fenomena yang diteliti berkembang menjadi lebih luas, sehingga subjek penelitian pun bertambah. Karena subjek penelitian sebelumnya sudah tidak dapat memberikan informasi yang sesuai, peneliti meminta rujukan kepada subjek sebelumnya atau orang lain kepada subjek baru yang dapat memberikan informasi secara lebih lengkap.
  • Contoh sampling yang memperkuat atau memperlemah: Prosedur cross-check hasil temuan yang diperoleh dari sumber atau subjek penelitian. Untuk itu diperlukan subjek ataupun informan yang berfungsi sebagai individu yang memperkuat atau justru memperlemah temuan atau data yang diperoleh sebelumnya. Dalam penelitian kualitatif, biasanya cross-check dilakukan dengan bantuan informan dari subjek penelitian. Informan yang dipilih adalah orang yang mengenal subjek dengna baik dan mengetahui karakteristik yang diteliti dari subjek penelitian. 

Metode pengumpulan data kualitatif:

A. WAWANCARA

Wawancara adalah percakapan yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (Interviewer- R) dan yang diwawancarai (Interviewee- E). Wawancara merupaka percakapan antara dua orang yang salah satunya bertujuan untuk menggali dan mendapatkan informasi untuk suatu tujuan tertentu. Bentuk-bentuk wawancara:

a. Wawancara terstruktur: terkesan kaku seperti interogasi dan pertukaran informasi sangat minimal.

Ciri-ciri wawancara terstruktur:

  1. Daftar pertanyaan dan kategori jawaban telah disiapkan (sudah ada guidline dan pewawancara tinggal membacakan pertanyaan)
  2. Kecepatan wawancara terkendali: karena jumlah pertanyaan beserta pilihan jawaban sudah tersedia dan kemungkinan jawaban yang akan diperoleh sudah dapat diprediksi, maka waktu dan kecepatan wawancara dapat terkendali.
  3. Tidak ada fleksibilitas (pertanyaan atau jawaban), pertanyaan dan jawaban tambahan tidak ada di lapangan. 
  4. Mengikuti pedoman (dalam urutan pertanyaan, penggunaan kata, tidak ada improvisasi)
  5. Tujuan wawancara biasanya untuk mendapatkan penjelasan tentang suatu fenomena dan bukan untuk memahami fenomena tersebut 

b. Wawancara Semi-terstruktur, dengan ciri-ciri:
  1. Pertanyaan terbuka, namun ada batasan tema dan alur pembicaraan.
  2. Kecepatan wawancara dapat diprediksi 
  3. Fleksibel tetap terkontrol 
  4. Ada pedoman wawancara yang dijadikan patokan dalam alur, urutan an penggunaan kata 
  5. Tujuan wawancara adalah untuk memahami suatu fenomena 

c. Wawancara tidak terstruktur, ciri-cirinya:
  1. Pertanyaan sangat terbuka 
  2. Kecepatan wawancara sulit diprediksi 
  3. Sangat fleksibel 
  4. Pedoman wawancara sangat longgar. Wawancara tidak terstruktur masih tetap diperlukan pedoman wawancara, hanya saja dalam wawancara semi terstruktur tidak terdapat topik-topik yang mengontrol alur pembicaraan, yang ada hanya tema sentral. 

Pertanyaan-pertanyaan dalam wawancara:
  • Terbuka- tertutup 
  • Primer- Sekunder: Pertanyaan Primer lebih bersifat umum untuk mengungkapkan data berdasarkan topik-topik bahasan. Pertanyaan sekunder pertanyaan lanjutan dari primer yang berfungsi memberikan penjelasan lebih lanjut atau sebagai tambahan informasi.
  • Pertanyaan Netral-pertanyaan mengarahkan 
Contoh:

Pertanyaan Netral Pertanyaan Mengarahkan
Pertanyaan Terbuka Tertutup Terbuka Tertutup
Bagaimana pendapat anda mengenai maraknya tawuran antar sekolah? Apakah anda setuju dengan maraknya tawuran antar sekolah? Siswa yang kurang mendapatkan perhatian orangtua, sering kali terlibat tawuran. Bagaimana pendapat anda tetang pernyataan tersebut? Tentunya anda tidak setuju dengan pendapat saya yang mengatakan bahwa siswa yang kurang mendapat perhatian orangtua, seringkali terlibat tawuran antar sekolah, bukan?

B. OBERVASI

Observasi adalah proses melihat, mengamati, dan mencermati serta “merekam” perilaku secara sistematis untuk suatu tujuan tertentu.

Metode Observasi:

1. Anecdotal Record: observasi yang hanya membawa kertas kosong mencatat perilaku yang unik dan hanya muncul sekali
Kelebihan Metode Anecdotal Record Kelemahan Metode Anecdotal Record
Pemahaman yangl ebih tepat tentang perilaku subjek mudah diperoleh dan dijelaskan. Yang berdampak daengan memudahkan peneliti menarik tema-tema umum dan kesimpulan umum dari perilaku yang muncul Dibutuhkan waktu yang cukup banyak, sulit diterapkan pada subjek yang komunal, peneliti harus jeli bahwa perilaku yang muncul pasti memiliki kaitan dengan perilaku yang lain. Contoh: Anak dinyatakan agresif (parsial) padahal anak melakukan perilaku agresif karena untuk membela dirinya sebelum ia dilukai (keseluruhan).

Tipe-tipe anecdotal record:

a. Tipe evaluasi: perilaku yang dimunculkan oleh subjek penelitian akan diinterpretasikan oleh peneliti dalam bentuk evaluasi. Sehingga hasil akhirnya bersifat dikotomi baik- buruk, rajin-malas.

Contoh: Ingin melihat motivasi sekolah siswa A, peneliti menggunakan bantuan dari satpam penjaga pintu untuk mencatat waktu kedatangan A selama seminggu. Setelah seminggu observasi, waktu tersebut dirata-ratakan dan diperoleh penurunan waktu kedatangan. Hasil evaluasi didapatkan bahwa A memiliki motivasi yang rendah.

b. Tipe interpretatif: Peneliti melakukan interpretasi terhadap perilaku berdasarkan kecenderungan-kecenderungan, kemungkinan atau sebab akibat.

Contoh: A terlihat sangat emosional, mudah tersinggung kepada adiknya. Kemarahannya terlalu berlebihan. Dalam 2 hari ini A tidak terlihat melakukan sholat padahal setiap hari ia selalu sholat tepat waktu. Dari kecenderungan yang ada , peneliti melakukan intepretasi bahwa A mengalami menstruasi.

c. Tipe deskripsi umum: Tipe anecdotal record yang berisi tentang catatan perilakuk subjek beserta situasinya dalam bentuk pernyataan umum.

Contoh: ketika sedang ujian akhir semester, A kebingungan dan sering kali menengok ke samping kiri dan kanan. Ia terlihat gelisah dan tampak kesulitan dalam menjawab soal ujian.

d. Tipe deskripsi khusus: Contoh: ketika sedang ujian akhir semester, A kebingungan dan sering kali menengok ke samping kiri dan kanan. Ia terlihat gelisah dan tampak kesulitan dalam menjawab soal ujian. Suatu saat ketika pengawas ujian lengah, ia tiba-tiba mengeluarkan selembar kertas berisi tulisan dari bawah mejanya yang kemudian diselipkan di sela-sela lembar soal ujian. A terlihat lebih tenang dan tidak emnengok ke samping kanandan kirinya. Tetapi pandangannya lebih sering melihat kepada pengawas ujian untuk memastikan apakah dirinya sedang diperhatikan atau tidak.

2. Behavioral checklist

3. Participantion Charts: kegiatan atau aktivitas berkelompok atau dilakukan secara bersama-sama untuk melihat seberapa banyak/ sering keterlibatan atau keaktifan dari subjek yang diobservasi

4. Behavioral Tallying: mengkuantifikasikan perilaku yang muncul dai anak dalam suatu rentang waktu yang ditentukan. Misal: observasi perillaku agresif anak hiperaktif.

C. STUDI DOKUMENTASI

Dokumen Pribadi (Diary, Surat Pribadi, autobiografi)

D. DOKUMEN RESMI:

  • internal: memo, pengumuman, instruksi , aturan suatu lembaga
  • eksternal: koran, buletin, majalah.

Sumber lainnya: hasil karya subjek (lukisan, puisi, karya seni), hasil periksa medis, piagam, hasil tes psikologi dsb

E. FGD

Sekian artikel tentang Teknik Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kualitatif. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka
  • Alsa, A. (2003), Pendekatan kuantitatif & kualitatif serta kombinasinya dalam penelitian psikologi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  • Alwasilah, C. (2003), Dasar-dasar merancang dan melakukan penelitian kualitatif, Jakarta: Pustaka Jaya
  • Creswell, W.J. (1994), Research design: qualitative & quantitative approaches, California: Sage Publications, Inc.
  • Chun, S., Lee, Y. (2008). The Experience of Posttraumatic Growth for People with Spinal Cord Injury. Journal of Qualitative Health Research (18). 877. 
  • Moleong, J.L. (2004), Metodologi penelitian kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya
  • Parker, I. (2005), Qualitative psychology: introducing radical research, UK: Open University Press
  • Poerwandari, K. (2009), Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia, Depok: LPSP3, Fakultas Psikolgi UI
  • Sugiyono (2008), Memahami penelitian kualitatif, Bandung: Alfabeta
Tags:
  • teknik pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif
  • pengumpulan data dalam penelitian kualitatif
  • metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif
  • dalam penelitian kualitatif diusahakan pengumpulan data secara
  • teknik pengambilan sampel dalam penelitian kuantitatif
  • cara pengambilan sampel dalam penelitian kuantitatif
  • teknik pengumpulan data pada penelitian kualitatif
  • cara menentukan subjek penelitian kuantitatif

Posting Komentar untuk "Teknik Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kualitatif"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email