Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah, Perkembangan, dan Reliabilitas Validitas Tes WB

Sejarah, Perkembangan, dan Reliabilitas Validitas Tes WB - Hal utama yang mendorong David Wechsler untuk menciptakan suatu tes kecerdasan (sebagaimana dikutip oleh Budiman & Emil) adalah bahwa pada masa tersebut tidak tersedia suatu tes kecerdasan yang khusus dirancang untuk orang dewasa. Pada umumnya menggunakan tes kecerdasan untuk anak-anak dengan menambahkan soal-soal yang lebih sulit, sehingga tidak cukup menarik bagi orang dewasa dan pemeriksa mengalami kesulitan untuk menciptakan hubungan yang baik (rapport) dengan OP. Selain itu penekanan unsur kecepatan (speed test) cenderung merugikan orang-orang tua. Norma untuk orang dewasa juga belum tersedia, karena kelompok baku (standardization sample) tidak melibatkan orang dewasa yang cukup representatif.

Sejarah, Perkembangan, dan Reliabilitas Validitas Tes WB 2_

Pada tahun 1939 David Wechsler (Marnat, 1984) mengkombinasikan sebelas sub-tes yang diberi nama Wechsler Bellevue Intelligence Scale (WBIS), juga dikenal dengan nama WB-Form I. Sub tes tersebut diambil dari:


Pada tahun 1955 Wechsler mengadakan perubahan dan perbaikan dan terbitlah Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS). Pada tahun 1981 WAIS direvisi dan dikenal dengan nama WAIS-R, merupakan revisi terakhir yang diterbitkan oleh The Psychological Corporation (Marnat, 1984). Skala ini tetap terdiri dari sebelas subtes yang dimaksudkan untuk mengukur berbagai macam kernampuan yang berbeda pada masing-masing subtesnya. Namun tidak satu subtes pun yang dimaksudkan sebagai ukuran murni terhadap salah satu kemampuan intelektual, melainkan masing-masing subtes merupakan bagian dari suatu kombinasi berbagai kecakapan

Perbedaan WB, WAIS dan WAIS-R

Urutan Penyajian WB WAIS WAIS-R
1 Information Information Information
2 Comprehension Comprehension Pic. completion
3 Digit span arithmetic Digit span
4 arithmetic similarities Pic arrangement
5 similarities Digit span Vocabulary
6 Vocabulary Vocabulary Block design
7 Pic arrangement Digit symbol arithmetic
8 Pic. completion Pic. completion Object assembly
9 Block design Block design Comprehension
10 Object assembly Pic arrangement Digit symbol
11 Digit symbol Object assembly similarities

Sementara itu pada th. 1949 dikembangkan Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC) untuk anak-anak usia 5 tahun ke atas, dan mengalami revisi pada 1974 yang dikenal dengan WISC-R.

Pada tahun 1967 dimunculkan Wechsler Preschool and Primary Scale of intellejence (WPPSI) untuk mengukur inteligensi anak-anak usia 4 sampai dengan 6,5 tahun.

Cohen pada th. 1957, Kaufman (untuk WISC-R) pada tahun 1979, serta Silverstein pada th. 1982 mengemukakan hasil temuan mereka tentang faktor lain berikut:


Faktor Kelompok Subtes yang saling berkorelasi
Faktor Pengertian Verbal (Verbal Comprehension) Vocabulary, Comprehension, Similarities dan Information
Faktor Organisasi Perseptual (Perceptual Organization) Obj. Assembly, Block Design, Pic. Completion
Faktor Memori (Freedom from Distractibility) Digit Span dan Arithmetic

Hasil yang konsisten menunjukkan bahwa ada satu faktor umum yang dapat ditarik dari analisis faktor terhadap subtes WAIS, yang mempunyai konsekuensi bahwa "apabila dilakukan interpretasi terhadap profit WB individual, maka analisis per-subtes harus mempertimbangkan faktor umum tersebut". Artinya, beda antar subtes dan rata-rata skor semua subtes haruslah cukup signifikan untuk diartikan secara terpisah sebagai suatu kemampuan khusus, dan inipun masih mempertimbangkan kelompok subtes yang merupakan faktor kemampuan pengertian verbal, organisasi perseptual atau kebebasan dari distractibility.

Reliabilitas dan Validitas Tes WB

Hasil pengujian reliabilitas menunjukkan korelasi tinggi pada keseluruhan skala Wechsler :
  • Kooefisien reliabilitas Full Scale IQ sebesar 0,97
  • Kooefisien reliabilitas Verbal IQ sebesar 0,96
  • Kooefisien reliabilitas Performance IQ sebesar 0,94

Telah dilakukan inter-korelasi dari 11 subtes WAIS, yang hasilnya pada umumnya mengkonfirmasikan bahwa ada satu faktor umum (g-faktor) yang berkorelasi positif dengan semua subtes, namun ada juga faktor-faktor lain yang dihasilkan berdasarkan analisis faktor (Lavinia, 1993 dan Suprapti SM, 1993) seperti yang dikemukakan oleh Cohen, Kaufman dan Silverstein.

Cohen menyatakan bahwa WAIS mengandung :
  • Verbal comprehension, (merupakan interkorelasi dari subtes vocabulary, information, comprehension dan similarities).
  • Perceptual organization, (saling berkorelasinya subtes block design, object assembly)
  • Perceptual organization, (saling berkorelasinya subtes block design, object assembly) 
  • Memory, (merupakan korelasi antar arithmetic dan digit span).

Kaufman dan Silverstein menemukan hal yang serupa, namun berbeda dengan memory factor dari Cohen, Kaufman menekankan Freedom, from distractibility sebagai faktor primer yang bekerja pada subtes arithmetic, digit span dan coding. Kaufman juga menambahkan bahwa perceptual organization juga penting bagi subtes picture completion, picture arrangement dan mazes.

Sementara untuk pengujian validitas isi dan konstruk jarang dilakukan, kebanyakan validitas diambil dari perbandingan hasil dari 2 tes prestasi, misalnya :
  • Wechsler Scale berkorelasi sebesar 0,85 dengan Standford Binet (verbal IQ > FIQ & PIQ)
  • PIQ berkorelasi tinggi dengan tes-tes yang menguji kemampuan visual ruang dan koordinasi mata-tangan (mis. dengan Minnesota Paperform Board Test 0,72 untuk kelompok usia 16 th dan 0,70 untuk Raven Progressive Matrices.
  • WAIS dengan prestasi akademis berkorelasi sekitar 0,50 (Matarazzo, 1972).
  • FIQ (WISC-R) dan Standford-Binet berkorelasi 0,82 dan 0,68 dengan Mc. Carthy Scales of Children's Abilities, 0,76 dengan Wide Range Achievement Test dan sekitar 0,39 dengan nilai-nilai sekolah.

Posting Komentar untuk "Sejarah, Perkembangan, dan Reliabilitas Validitas Tes WB"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email