Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Teknik Wawancara Kerja yang Baik dan Benar 100% Diterima

Tips Teknik Wawancara Kerja yang Baik dan Benar 100% DiterimaWawancara merupakan salah satu metode yang cukup handal dan sering digunakan dalam rangka menggali data dan informasi yang dibutuhkan untuk tujuan pemeriksaan psikologis. Secara umum, wawancara memiliki karakteristik yang hampir sama dengan interaksi sosial yang akrab, percakapan, diskusi ataupun presentasi, namun memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Tips Teknik Wawancara Kerja yang Baik dan Benar 100% Diterima_
image source: www.iconfinder.com
baca juga: Pengertian, Kegunaan, dan Tujuan Wawancara Beserta Contoh

TUBUH WAWANCARA

1. Panduan Wawancara
Biasanya terjadi kecenderungan, saat pikiran anda sudah memiliki tujuan wawancara, anda akan mulai mencatat beberapa pertanyaan. Nyatanya jauh lebih baik jika memulai wawancara dengan sebuah panduan wawancara, sebuah garis besar yang disusun secara seksama, menacngkup garis besar topik dan subtopik yang akan dibahas selama wawancara. Panduan wawancara bukanlah daftar pertanyaan. Sebuah panduan akan membantu anda mengembangkan bagian tertentu dalam pertanyaan penyelidikan.

Struktur ini dapat menjamin cakupan dari semua topic penting dan mencegah melupakan hal penting selama wawancara. Panduang juga dapat menyarankan pertanyaan menyelidik dan membedakan informasi yang relevan dan tidak. Hal ini akan membantu dalam pencatatan jawaban dan memudahkan ingatan dikemudian hari.

2. Urutan Garis Besar
Panduan wawancara adalah sebuah garis besar, tinjauan tentang uraian dasar-dasar yang menetapkan struktur yang jelas dan sistematis pada wawancara yang telah melalui pengkajian selama bertahun-tahun. Urutan garis besar sangat berguna untuk wawancara.

Sebuah urutan topik secara alami akan mengikuti pembagian suatu permasalahan atau isu pokok. Ada enam kata kunci dalam panduan jurnalis secara tradisional – siapa, apa, kapan, dimana, bagaimana dan mengapa – yang sangat berguna pada beragam jenis wawancara.

Sebuah urutan waktu memperlakukan topik atau bagian topik dalam urutan kronologis. Sebuah urutan ruang dapat mengatur topik melalui pembagian divisi ruang: kiri ke kanan, atas ke bawah, utara ke selatan atau lingkungan.

Sebuah urutan sebab-akibat mengeksplorasi sebab dan akibat. Misalnya seorang pewawancara mungkin memulai dengan penyebab atau apa yang menyebabkan lalu berlanjut pada efeknya, atau berdiskusi tentang efek kemudian pindah ke kemungkinan penyebab.

Sebuah urutan solusi-masalah terdiri atas sebuah tahap masalah dan tahap solusi. Anda mungkin mendiskusikan nilai anda dengan dosen pengajar dengan mengidentifikasi nilai anda sedang bermasalah dan kemudian mencari solusi untuk meningkatkan nilai ujian.

Mengembangkan Panduan Wawancara

Dalam mengembangkan panduan wawancara ada beberapa langkah yang harus dilakukan :
  1. Tentukan informasi utama apa yang anda ingingkan.
  2. Siapkan kemungkinan subtopik dibawah setiap topik utama.
  3. Tentukan jika ada subtopik.
Hal yang tidak biasa adalah membuat lebih dari satu urutan garis besar dalam sebuah wawancara.

Perencanaan Wawancara

1. Wawancara Tidak Terencana
Panduan wawancara mungkin sudah cukup atau anda dapat mengubah semua atau sebagian pertanyaan. Wawancara tidak terencana menjadi sangat tepat ketika wawancara berlangsung singkat, terdapat perbedaan yang signifikan antara responden dan informasi, responden sulit untuk ditemui atau menanggapi atau memiliki ingatan yang buruk atau waktu persiapan yang sedikit.

Sebuah wawancara tidak terencana memberi anda kebebasan yang tidak terbatas untuk menggali jawaban dan beradaptasi dengan responden dan situasi yang berbeda karena ini merupakan jadwal wawancara yang paling fleksibel. Namun, wawancara tipe ini membutuhkan keterampilan yang cukup tinggi dan sulit untuk meniru dari satu wawancara ke yang lain. anda mungkin kesulitan mengontrol batas waktu dan bias pewawancara mungkin menyusup ke pertanyaan yang tidak direncanakan.

2. Wawancara Cukup Terencana
Wawancara cukup terencana berisi semua pertanyaan besar dengan kemungkinan pertanyaan menyelidik dibawah masing-masing pertanyaan. Kalimat dan frase dalam panduan menjadi inti pertanyaan. Layaknya wawancara tidak terencana, wawancara cukup terencana juga memungkinkan kebebasan untuk menggali jawaban dan beradaptasi dengan responden yang berbeda, tetapi juga memberlakukan tingkatan struktur, menggunakan alat bantu seperti perekam, dan lebih mudah untuk melakukan dan mereplikasi wawancara.

Anda tidak perlu membuat setiap pertanyaan secara langsung ditempat, namun pertanyaan tersebut telah dipikirkan sebelumnya dan dikemukakan secara cermat. Hal ini dapat mengurangi tekanan selama wawancara.

3. Wawancara Sangat Terencana
Wawancara sangat terencana menggunakan pertanyaan yang telah disiapkan secara sama persis seperti yang tertulis saat wawancara berlangsung. Hal ini dapat memastikan tidak ada perubahan kata, pertanyaan menyelidik atau penyimpangan dari jadwal. Wawancara sangat terencana sangat mudah untuk ditiru dan dilakukan, panjang waktu dapat ditentukan secara tepat, dan mencegah kedua pihak untuk tidak keluar dari daerah-daerah yang tidak relevan atau menghabiskan waktu terlalu banyak pada satu atau dua waktu tertentu. Fleksibiltas dan adaptasi bukanlah pilihan, tetapi pertanyaan yang menyelidik harus direncanakan dengan tepat.

4. Wawancara Sangat Terencana dengan Standarisasi
Wawancara sangat terencana dengan standarisasi adalah wawancara yang benar-benar terencana dan terstruktur. Semua pertanyaan dan pilihan jawaban yang dinyatakan dalam kata-kata identik kepada responden yang kemudian memilih jawaban yang telah disediakan. Wawancara sangat terencana dengan standarisasi sangat mudah untuk dilakukan, direkam, disimpulkan, dan direplikasi, bahkan seorang pewawancara baru pun dapat melakukannya. Namun sifat informasinya terbatas, dan hanya dapat menyelidik dari pilhan jawaban. Adanya bias dari pewawancara dapat lebih buruk dari bias yang kebetulan yang ditemukan seperti dalam wawancara tidak terencana atau wawancara cukup terencana.

Setiap rencana wawancara memiliki keunikan dan kekurangan. Tugas anda adalah memilih rencana yang paling sesuai dengan kebutuhan anda, keahlian, jenis informasi yang diinginkan dan situasi.

5. Kombinasi Perencanaan
Pertimbangkan strategi kombinasi perencanaan. Sebagai contoh, menggunakan pendekatan wawancara tidak terencana selama rentang waktu pembukaan, gunakan pendekatan wawancara cukup terencana jika diperlukan untuk mendeteksi dan beradaptasi dengan responden, dan wawancara sanagat terencana dapat digunakan untuk memudahkan informasi kuantitatif seperti data demografis usia, jenis kelamin, agama, pendidikan formal, status perkawinan, dan keanggotaan organisasi.

Urutan Pertanyaan

1. Urutan Lorong
Urutan lorong kadang disebut benang manik-manik, adalah serangkaian pertanyaan serupa, baik terbuka atau tertutup. Setiap pertanyaan dapat mencakup topic yang berbeda, meminta sedikit informasi spesifik atau menilai sikap yang berbeda atau perasaan.lihat gambar, ini adalah urutan lorong.

Urutan lorong biasanya ada dalam poling, survey, wawancara jurnalistik, dan wawancara media yang dibentuk untuk memperoleh informasi, sikap, reaksi, dan perhatian. Ketika pertanyaan disudahi secara alami (mungkin rangkaian pertanyaan bipolar), informasi dapat mudah direkam dan diatur.

2. Urutan Saluran
Sebuah urutan saluran dimulai secara luas, pertanyaan pembuka-penutup, dan diproses dengan pertanyaan yang lebih ketat.

Urutan saluran dimulai dengan pertanyaan terbuka dan sangat tepat digunakan pada responden yang akrab terhadap topik, merasa bebas untuk berbicara tentang hal itu, ingin mengungkapkan perasaan mereka, dan termotivasi untuk mengungkapkan dan menjelaskan sikap.

3. Urutan Saluran Terbalik
Urutan saluran terbalik dimulai dengan pertanyaan tertutup dan berlanjut ke pertanyaan terbuka. Hal ini sangat berguna saat and perlu memotivasi responden unuk mnanggapi atau responden terlibat secara emosional dalam suatu masalah atau situasi dan tidak dapat segera membalas dalam pertanyaan terbuka.

4. Urutan Kombinasi
Kadang situasi memaksa kita untuk melakukan kombinasi urutan pertanyaan. Misalnya, urutan jam pasir dimulai dengan pertanyaan terbuka, lanjutkan ke pertanyaan tertutup, dan berakhir dengan pertanyaan terbuka. Ini adalah kombinasi yang memungkinkan anda untuk mempersempit fokus anda dan melanjutkan untuk membukanya sekali lagi ketika responden atau topik itu memungkinkannya.

Ada urutan kombinasi kedua yang menempatkan urutan saluran dari atas ke atas, yang biasa disebut dengan urutan berlian. Urutan ini memungkinkan pewawancara memulai dengan pertanyaan tertutup dan melanjutkan untuk membuak pertanyaan.

5. Urutan Bentuk Quintamensional
Desain quintamensional efektif menilai sikap dan keyakinan. George Gallup, perancang jajak pendapat terkenal, mengembangkan urutan desain quintamensional untuk menilai intensitas pendapat dan sikap. Hal ini merupakan cara pendekatan lima langkah dilanjutkan dari kesadaran responden tentang isu hingga sikap yang tidak dipengaruhi oleh pewawancara, sikap spesifik, alasan sikap, dan intensitas sikap.

MEMBUKA WAWANCARA

Sebuah pembukaan yang buruk dapat menyebabkan iklim defensif dengan tanggapan yang dangkal, tidak jelas dan tidak akurat. Jika tidak puas dengan pembukaan, pihak lain mungkin mengatidakan tidak, berjalan kaki, menutup pintu atau menutup telephone.

Fungsi utama dari pembukaan adalah untuk memotivasi kedua belah pihak agar berpartisipasi secara sukarela untuk berkomunikasi secara bebas dan akurat. Motivasi adalah prosuk bersama dari pewawancara dan yang diwawancarai, sehingga setiap pembukaan harus seperti dialog, bukan monolog.

Proses Dua Langkah

1. Membangun Hubungan Kesesuaian
Kesesuaian adalah proses membangun dan mempertahankan hubungan antara pewawancara dan responden dengan menciptakan perasaan baik dan kepercayaan. Pertimbangkan bumbu pertanyaan pribadi dan perbincangan kecil dengan selera humor berbeda. Jangan memperpanjang tahap hubungan : ketika tahu kapan saatnya untuk berhenti bicara dan cukup.

2. Orientasi kepada Pihak Lain
Orientasi merupakan langkah penting kedua dalam pembukaan. Anda dapat menjelaskan tujuan, batas waktu, sifat wawancara, bagaimana informasi akan digunakan dan mengapa serta bagaimana anda memilih pihak tersebut untuk wawancara. Pelajari setiap situasi dengan hati-hati pada tingkatan dan sifat orientasi.

Jangan berasumsi bahwa anda dan pihak lain memiliki banyak kesamaan yang merupakan sebuah cara yang penting untuk keberhasilan wawancara. Yakinlah bahwa ada kesamaan orientasi, sehingga masing-masing pihak tahu yang diharapkan selama wawancara.

Keseuaian hubungan dan orientasi sering bercampur dan mengurangi ketidakpastian relasional. Pada akhir pembukaan, kedua belah pihak harus menyadari pentingnya kesamaan, keinginan masing-masing untuk ambil bagian dalam wawancara, derajat kehangatan, keramahan, bagaimana pembagian kontrol dan tingkat kepercayaan.

Teknik Pembukaan Verbal

1. Sebutkan Tujuan
Teknik ini menjlaskan alasana anda melakukan wawancara. Kadang terdapat kesempatan ketika menyatakan tujuan rinci akan membuat pencapaiannya sulit ini adalah kasus pada beberapa survei, penelitian dan wawancara penjualan. Anda mungkin harus menahan tujuan tertentu sampai nanti dalam wawancara untuk mendapatkan kejujuran, jawaban lengah, untuk memotivasi responden mengambil bagian atau untuk menghindari defensif.

2. Meringkas Sebuah Masalah
Teknik ini sangat tepat ketika responden tidak meyadari permasalahan, samar-samar menyadari hal itu, atau tidak menyadari secara terperinci. Pastikan ringkasan menginformasikan responden, tetapi tidak tertuang kedalam tubuh wawancara.

3. Jelaskan Bagaimana Sebuah Masalah Ditemukan
Teknik ini menjelaskan bagaimana masalah terdeteksi dan oleh siapa. Bersikaplah jujur dan spesifik dalam mengungkap sumber-sumber informasi tanpa menempatkan responden pada posisi defensif karena tuduhan yang jelas atau tersirat.

4. Menawarkan Sebuah Insentif atau Hadiah
Sebuah insentif mungkin akan efektif jika menarik bagi responden, dan harus cukup signifikan untuk membuat perbedaan dan tepat untuk situasi wawancara.

5. Permintaan Saran atau Bantuan
Pembukaan wawancara ini umumnya terjadi karena kebutuhan bantuan yang diperlukan pewawancara. Pastikan kebutuhan itu jelas, tepat dan responden dapat terpuaskan. Jangan menggunakan teknik pembukaan ini sebagai teknik untuk tujuan lain, seperti jaringan, menaikkan status atau meningkatkan ego seseorang.

6. Mengenal Posisi Responden
Teknik ini mengidentifikasi posisi responden tentang isu atau masalah. Sebuah tidaktik atau referensi yang tidak bersahabat tentang posisi responden dapat menciptakan sikap defensif atau antagonis dari pihak lain.

7. Mengacu pada Orang yang Mengirim Anda
Rujukan adalah sarana yang sangat baik untuk berhubungan dengan pihak lain secara positif. Jangan menggunakan nama seseorang tanpa izin untuk melakukannya dan pastikan nama orang yang mengutus anda. Cari tahu apakah responden menghormati dan menyukai orang yang akan anda sebut namanya.

8.Lihat Organisasi Anda

Seringkali anda harus mengacu pada organisasi (perusahaan, rumah sakit, instansi pemerintah, agama, kelompok) yang anda wakili untuk memberikan identitas. Sadari bahwa beberapa pihak dalam wawancara tidak akan menyukai organisasi anda, terutama jika organisasi yang anda wakili mungkin melakukan publikasi negatif, tuntutan hukum, penegak hukum atau penyelidikan hukum.

9. Meminta Jangka Waktu Tertentu
Anda dapat meminta sejumlah waktu tertentu. Jadilah realistis dalam permintaan anda dan pada akhir periode ini baik untuk menyelesaikan tugas atau mulai untuk menutup wawancara. Berikan responden kesempatan untuk melanjutkan wawancara atau untuk menghentikannya, mungkin mengatur pertemuan lain : “punya waktu sebentar?” adalah hal yang paling sering digunakan dan disalahgunakan dalam membuka wawancara. Anda tidak dapat duduk dalam satu detik, apalagi melakukan wawancara.

10. Bertanya
Sebuah akhir-terbuka, mudah untuk menjawab dapat membentuk hubungan atau mulai untuk mengarahkan responden

11. Gunakan Kombinasi
Kebanyakan pembuka menggunakan beragam strategi. Ciptakan sebuah pembuka yang paling tepat untuk semua jenis wawancara dan situasi dan hindari penggunaan pembukaan yang umum atau tidak tepat. Libatkan responden dalam pembukaan, dorong responden untuk berperan aktif dari awal. Jangan bersikap standar.

Pembukaan Komunikasi Non Verbal

Teknik pembukaan verbal biasanya diiringi oleh tindakan komunikasi nonverbal yang sesuai. Komunikasi nonverbal sangat kritis dalam menciptakan kesan menancaokan legitimasi anda.

1. Territorial
Tunggu hingga pihak lain mengizinkan anda untuk masuk ke wilayahnya. Jaga kontak mata anda tanpa memberi kesan intimidasi.

2. Wajah, Penampilan dan Busana
Penampilan dan busana anda memberi peran dalam memberi kesan pertama yang baik.

3. Sentuhan
Menyentuh pihak lain biasanya tepat dilakukan ketika kedua belah pihak telah mengenal dan saling akrab.

4. Membaca Komunkasi Non Verbal
Menurut teori komunikasi interpersonal, penting bagi kita melihat petunjuk hal nonverbal. Jangan memandang remeh pentingnya komunikasi verbal dan nonverbal disetiap pembukaan, tetapi jangan juga terlalu lama membaca tindakan nonverbal yang sederhana atau selalu berusaha membaca setiap situasi secara sama rata.

MENUTUP WAWANCARA

Penutupan merupakan bagian terpenting dalam sebuah wawancara karena tidak hanya memberi efek kesuksesan wawancara, tetapi juga hubungan anatar semua pihak dan situasi, atmosfer, kerjasama, dan ekspetasi kontak dimasa depan. Penutupan adalah sesuatu yang diucapkan pada akhir wawancara, sebagai sebuah cara untuk mengakhiri sebuah interaksi.

Penutupan cenderung merupakan tanda nonverbal sebelum terjadi pertukaran beragam kata. Mark Knapp dan rekan, dalam penelitian klasik mereka tentang “leave takin” (perpisahan) dalam interaksi interpersonal, menggambarkan beragam aksi variasi nonverbal dalam penutupan, kadang berlangsung sangat halus.

Pedoman Menutup Wawancara
  1. Penutupan seperti pembukaan, adalah sebuah dialog bukan monolog.
  2. Jadilah jujur dan tulus dalam menutup dan jangan membuat janji yang tiak dapat anda tepati.
  3. Jaga kecepatan wawancara dengan hati-hati jadi anda tidak terlalu tergesa-gesa dalam menutup wawancara.
  4. Berhati-hati bahwa pihak lain akan memperhatikan dan mengartikan semua yang anda katakana dan lakukan dan semua yang tidak anda lakukan, sampai anda tidak terlihat dan terdengar dari panca inderanya.
  5. Biarkan pintu terbuka dan mungkin tentukan kapan anda akan menghubungi lagi.
  6. Jangan mengenalkan topik baru atau ide atau kebutuhan akan sesuatu saat wawancara secara fakta atau psikologis telah berada diakhir.

Teknik Menutup Wawancara

1. Penawaran menjawab pertanyaan
Tuluslah dalam menjawab pertanyaan dan beri pihak lain kesempatan untuk bertanya. Jangan memberi jawaban yang mengarahkan pada pertanyaan lain dan tutup wawancara.

2. Gunakan pertanyaan penerimaan
Pastikan permintaan anda dikomunikasikan secara tulus dan benar untuk mengetahui kekurangan dalam pertanyaan, informasi atau pemahan seputar topik.

3. Nyatakan penyelesaian dari tujuan utama
Jelaskan bahwa tujuan anda telah selesai

4. Buat pertanyaan pribadi
Pertanyaan pribadi merupakan salah satu langkah tepat untuk mengakhiri wawancara dan meningkatkan hubungan. Mereka harus tulus dan memberi responden cukup waktu untuk menunjukkan perhatian.

5. Buat pertanyaan professional
Pertanyaan professional bersifat lebih formal dari pertanyaan pribadi, mereka juga harus tulus dan memperlihatkan ketertarikan yang besar.

6. Tanda waktu habis
Teknik ini merupakan salah satu yang efektif ketika batas waktu telah ditentukan sebelumnya atau saat pembukaan. Jadi, berterima kasihlah dan hindari impresi nahwa anda melakukan wawancara berdasarkan garis besar.

7. Jelaskan alasan penutupan
Jelaskan secara jujur kenapa wawancara telah selesai. Alasan yang mengada-ada atau terdengar palsu dapat merusak wawancara dan hubungan.

8. Ungkapkan terima kasih atau kepuasan
Ucapan terima kasih atau kepuasan merupakan ungkapan penutup yang umum karena anda telah menerima sesuatu informasi, bantuan, evaluasi, sebuah cerita, penjualan, posisi, penerimaan, waktu. Bersikaplah tulus.

9. Atur pertemuan berikutnya
Jika diperlukan, buatlah pertemuan berikutnya atau jelaskan apa yang akan terjadi kedepannya, termasuk hari, tanggal, waktu, topik, konten atau tujuan

10. Ringkasan wawancara
Kesimpulan penutupan sangat umum untuk wawancara informasi, penampilan, konsultasi dan penjualan. Pastikan bahwa kesimpulan akurat dan mencangkup area besar dari informasi, analisis dan kesepakatan.

Hal-Hal yang Sebaiknya Dilakukan dan Dihindari dalam Wawancara Kerja

Hal-Hal yang Sebaiknya Dilakukan dan Dihindari dalam Wawancara Kerja_

Posting Komentar untuk "Tips Teknik Wawancara Kerja yang Baik dan Benar 100% Diterima"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email