Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian dan Elemen Wawancara Menurut Para Ahli

Pengertian dan Elemen Wawancara Menurut Para Ahli - Wawancara melibatkan proses interaksi antara dua pihak dimana salah satunya memiliki tujuan tertentu.

Stewart & Cash (2000) menjelaskan pengertian wawancara sebagai berikut :

Interviewing is an interactional communication process between two parties, at least one of whom has a predetermined and serious purpose, that involves the asking and answering question

Dalam pengertian diatas dijelaskan bahwa wawacara adalah proses komunikasi yang terjadi antara dua pihak dimana salah satu pihak tersebut memiliki tujuan tertentu, yang melibatkan proses tanya jawab.

Melalui pengertian tersebut, terdapat beberapa kata kunci yang menjelaskan pengertian wawacara, yaitu :
  • Proses interaksional 
  • Melibatkan 2 pihak 
  • Memiliki tujuan 
  • Melibatkan tanya - jawab 

Pengertian dan Elemen Wawancara Menurut Para Ahli_
image source: www.wamda.com
baca juga: Macam-Macam Wawancara dan Penjelasannya Menurut Para Ahli

Essential Elements of Interview : Interactional

Dalam wawancara terdapat beberapa elemen esensial yang terjadi dalam prosesnya, pertama adalah interaksional. Dalam wawancara terjadi interaksi, dimana melibatkan pertukaran (sharing and exchanging), dalam hal : peran, tanggung jawab, perasaan, beliefs, motives dan informasi. Jika salah satu pihak sepenuhnya berbicara dan pihak lain hanya sepenuhnya mendengarkan, maka hal ini bukanlah wawancara.

Interaksi dalam wawancara tidak selalu terjadi sejajar atau equal, misalnya pada wawancara jurnalis, konseling dll, dimana interviewee melakukan lebih banyak bicara daripada interviewer.

Kesuksesan dalam wawancara melibatkan dua pihak. Misalnya dalam interview kerja atau seleksi, interviewer memikirkan pertanyaan yang menantang untuk dapat menggali informasi dari interviewee. Sementara itu, interviewee dituntut untuk dapat memberikan jawaban atau informasi yang cukup atas pertanyaan yang diajukan. interviewee juga perlu memikirkan jawaban yang cermat dengan analisis yang baik untuk menampilkan ide / pemikirannya, beliefs, dll.

Saat interview, pertanyaan ataupun jawaban yang ditampilkan mencerminkan :

  • Motives (security, belonging, freedom, ambition, etc)
  • Beliefs (social, economic, political, etc)
  • Feelings (pride, fear, angry, etc)
  • Information (facts, data, opinion)


Interaksi saat wawancara terjadi melalui kata-kata dan non verbal gesture. Misalnya bagaimana sikap, cara duduk, cara bicara interviewee dalam menjawab pertanyaan. Demikian pula sebaliknya dengan interviewer. Misalnya interviewer yang seringkali melihat jam ataupun bicara dengan gugup tentunya akan memberikan arti tersendiri bagi interviewee sehingga proses wawancara menjadi kurang nyaman.

Essential Element of Interviews : Process

Stewart & Cash (2000) menjelaskan wawancara sebagai sebuah proses :

A process is a dynamic, ever changing interaction of variables with a degree of system or structure (Stewart & Cash, 2000)

Interview tidak terjadi statis tetapi DINAMIS, dimana terjadi pertukaran peran, informasi, feelings, motives etc menghasilkan reaksi dan insight dari masing-masing pihak. Misalnya, pada awalnya interviewer yang banyak bertanya kepada interviewee. Dalam penjelasan atau jawaban yang diberikan interviewee, ia bukan hanya dapat memberikan jawaban yang sifatnya informative tetapi juga meyakinkan interviewer mengenai beliefs, nilai, yang diyakini. Hal sebaliknya juga bisa terjadi, dimana interviewer yang memberikan informasi dan mempersuasi. Salah satu contohnya dalam telemarketing, dimana interviewer (sales penelepon) yang awalnya bertanya mengenai data interviewee kemudian memberikan informasi mengenai produk ataupun hal lainnya.

Essential Element of Interviews : Parties

Dalam Interview melibatkan 2 pihak atau lebih :

  • Interviewer > pewawancara
  • Interviewee > orang yang diwawancara


Dalam wawancara dapat dilakukan secara individual (one on one) ataupun kelompok / panel (satu internewee dan beberapa interviewer). Terkait dengan proses dinamis, dalam wawancara juga dapat terjadi pertukaran peran diantara keduanya

Essential Element of Interviews : Question

Dalam beberapa interview seperti survey, market research, dan journalist interview melibatkan tanya-jawab yang konsisten. Namun dalam bentuk interview yang lain misalnya dalam konseling, rekrutmen kerja, bukan hanya tanya jawab tetapi juga bersifat informatif (information sharing).

Pertanyaan dalam wawancara dapat bersifat :
  • Terbuka (open question)
  • Tertutup (Closed question)
  • Perpaduan keduanya

Dalam menyampaikan pertanyaan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan :
  • Rapport yang baik sehingga memudahkan interviewer dalam menggali informasi melalui wawancara, terutama apabila wawancara dilakukan untuk isu sensitive
  • Pertanyaan umum pada awal / permulaan wawancara dapat berfungsi untuk menjalin rapport. Sementara itu pertanyaan tentang isu sensitive atau personal baru ditanyakan setelah proses wawancara dirasa cukup dalam.
  • Interviewer perlu peka terhadap setiap jawaban yang diberikan interviewee dan melakukan probing atau menggali lebih dalam dari jawaban yang diberikan.

Wawancara Sebagai Tes

Dalam pemeriksaan psikologi, wawancara memegang peranan penting. Saat pemeriksaan psikologi, psikolog pemeriksa tentu melakukan wawancara awal dengan klien untuk mengetahui keluhan atau masalah yang dihadapi sehingga dapat memberikan layanan psikologis yang tepat.

Wawancara juga berfungsi untuk konfirmasi terhadap tes yang dilakukan. Pada asesmen psikologi, melalui wawancara, psikologi pemeriksa dapat menggali lebih dalam data klien yang diperiksa.

Sebagai metode tes, persamaan wawancara dengan tes (Kaplan & Saccuzzo, 2012) :
  • Metode mengumpulkan data
  • Digunakan untuk membuat prediksi
  • Dievaluasi dalam istilah reliabilitas
  • Dievaluasi dalam istilah validitas
  • Dalam kelompok atau individual
  • Terstruktur atau tidak terstruktur

Sementara itu dalam riset, fungsi Interview dalam Riset & Psikologi
  • Pre elementary study
  • Sebagai komponen yang saling melengkapi dalam tes
  • Konfirmasi dari jawaban dalam tes objektif

Penting !! Psikologi TIDAK HANYA berpatokan pada ALAT TES, teknik observasi dan wawancara yang baik untuk menggali informasi lebih banyak dan lebih dalam serta memperkaya hasil tes.


Sekian artikel tentang Pengertian dan Elemen Wawancara Menurut Para Ahli.

Posting Komentar untuk "Pengertian dan Elemen Wawancara Menurut Para Ahli"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email