Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian dan Teori Kepribadian Menurut Para Ahli

Pengertian dan Teori Kepribadian Menurut Para Ahli - Kata personality atau kepribadian berasal dari bahasa Yunani, yaitu prosopon atau persona, yang artinya topeng. Dalam istilah ilmiah, personality diartikan sebagai sesuatu yang relatif permanen, menuntun, mengarahkan, dan mengorganisir aktivitas manusia. Ada beberapa istilah yang digunakan oleh kaum awan terkait dengan personality, yaitu :

1. Personality atau Kepribadian, yaitu penggambaran tingkah laku secara deskriptif tanpa memberi nilai. Misalnya, Rere adalah seorang wanita yang ramah.

2. Character, yaitu penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai, baik secara eksplisit maupun implisit. Misalnya, salah satu hal yang menjadi kekuatan Rere adalah keramahannya yang mengalahkan keramahan wanita lain (implisit). Atau, keramahan Rere dinilai sangat baik oleh teman kantornya (eksplisit).

3. Disposition atau Watak, adalah karakter yang telah dimiliki dan sampai sekarang belum berubah. Misalnya, keramahan Rere sudah muncul sejak ia kanak-kanak.

4. Temperamen, adalah kepribadian yang berkaitan dengan determinan biologik. Misalnya, keramahan Rere terkait dengan temperamen Sanguin yang dimilikinya.

5. Type atau Ciri, mirip dengan sifat, namun dalam stimuli yang sempit dan terbatas. Misalnya, orang yang ramah seperti Rere termasuk pribadi yang ekstrovert.

6. Traits atau Sifat, adalah respon sama terhadap sekelompok stimuli, dan berlangsung dalam waktu yang relatif lama. Misalnya, keramahan Rere memampukannya untuk berani menyapa orang-orang di sekitarnya.

7. Habit, adalah respon yang cenderung berulang untuk stimulus yang sama juga. Misalnya, keramahan Rere ditunjukkan dengan kebiasannya menyapa orang lain.

image source: www.mentorcliq.com
baca juga: Tipologi-Tipologi dalam Psikologi Kepribadian

Memang, tidak ada definisi yang tetap mengenai kepribadian, karena masing-masing tokoh atau ahli memiliki definisi tersendiri sesuai dengan paradigma yang mereka yakini.

Berikut ini adalah beberapa definisi kepribadian menurut beberapa tokoh ahli, yaitu :

1. Hilgard & Marquis, menyatakan kepribadian adalah kemampuan menampilkan diri secara mengesankan. Hal ini berarti kepribadian merupakan nilai bagi stimulus sosial.

2. Stern, menyatakan bahwa kepribadian adalah kehidupan seseorang secara keseluruhan, individual, unik, usaha mencapai tujuan, kemampuan bertahan, membuka diri, dan kemampuan memperoleh pengalaman.

3. Allport, menyatakan bahwa kepribadian adalah organisasi dinamik dalam sistem psikofisiologik yang menentukan model penyesuaiannya yang unik dengan lingkungan.

4. Guilford, menyatakan bahwa kepribadian adalah pola trait atau sifat unik dari seseorang.

5. Pervin,menyatakan bahwakepribadian adalah seluruh karakteristik atau sifat umum yang mengakibatkan pola menetap dalam merespon situasi.

6. Maddy,menyatakan bahwakepribadian adalah seperangkat karakteristik dan kecenderungan stabil yang menentukan perbedaan tingkah laku psikologis (berpikir dan merasa) dalam waktu yang lama.

7. Murray, menyatakan bahwakepribadian adalah lembaga yang mengatur organ tubuh dalam pengubahan kegiatan fungsional, sejak lahir sampai mati.

8. Phares, menyatakan bahwakepribadian adalah pola khas pikiran, perasaan, dan tingkah laku yang membedakan orang satu dengan yang lain.

Dari semua definisi tersebut, ada lima persamaan mengenai definisi kepribadian, yaitu :
  1. Kepribadian menunjuk kepada sifat umum seseorang (pikiran, perasaan, kegiatan) yang berpengaruh terhadap seluruh tingkah laku.
  2. Kepribadian bersifat khas, yang membedakan seseorang dengan orang lain.
  3. Kepribadian berjangka lama, yaitu dapat menjelaskan sifat individu yang tidak mudah berubah sepanjang hidup. Jika kepribadian itu berubah, kemungkinan disebabkan karena suatu peristiwa yang luar biasa. 
  4. Kepribadian bersifat kesatuan, yang dipakai untuk memandang diri sebagai unit tunggal.
  5. Kepribadian dapat berfungsi baik atau buruk, dan berfungsi untuk menjelaskan penyebab dan cara seseorang bertingkah laku.

Teori Kepribadian

Pada bagian sebelumnya telah disebutkan empat paradigma untuk memahami kepribadian. Paradigma tersebut merupakan kerangka pikir bagi tokoh untuk mengemukakan teori mereka. Memang, teori tersebut berbeda satu sama lain. Hal ini disebabkan karena sifat dasar teori yang memperbolehkan seorang teoretikus untuk berspekulasi dari sudut pandang tertentu. Semua teori merupakan refleksi dari latar belakang penemunya, seperti pengalaman masa kecil, pandangan hidup, hubungan interpersonal, dan cara mereka masing-masing memandang dunia. Namun, walaupun berbeda, semua teori tersebut dapat kita pilih dan pilah sesuai kebutuhan, sehingga pada akhirnya teori tersebut akan memberikan manfaat bagi kita. 

Berikut ini akan dipaparkan mengenai teori-teori tersebut :

1. Teori Tipe, yang memahami kepribadian dengan mengelompokkan orang dalam tipe.

Pengertian dan Teori Kepribadian Menurut Para Ahli 2_

2. Teori Ciri Kepribadian. Gordon Allport meneliti ciri kepribadian dengan membuat 17.953 kata yang mengacu pada karakteristik kepribadian. Selain itu, Cattell mengklasifikasikan ciri kepribadian menurut empat cara, yaitu : (a) Umum vs unik. Ciri kepribadian umum menjadi karakteristik semua orang, ciri unik menjadi kekhasan seorang individu ; (b) Permukaan vs sumber. Ciri kepribadian permukaan mudah diamati dalam perilakunya, ciri sumber dapat ditemukan hanya dengan prosedur analisis faktor ; (c) Konsititusi vs lingkungan. Ciri kepribadian konsititusi bergantung pada keturunan, ciri lingkungan bergantung pada lingkungan ; (d) Dinamik vs temperamen. Ciri kepribadian dinamik mendorong seseorang untuk meraih tujuan, ciri temperamen berkaitan dengan aspek emosi pada kegiatan pencapaian tujuan.

3. Teori Psikoanalitik. Dalam memahami kepribadian, Freud menyusun serangkaian keyakinan yang dilakukan dengan pengamatan klinis dan analisis diri mendalam. Freud mengembangkan pemahaman mengenai kepribadian melalui : (a) Pertentangan id-ego-superego ; (b) Cara mengatasi tahap perkembangan psikoseksual ; (c) Penggunaan mekanisme pertahanan diri ketika menghadapi konflik internal.

Dalam waktu satu abad, prinsip Freud ini banyak mengalami perkembangan, perluasan, dan pengujian empiris. Prinsip yang telah mengalami perkembangan itu adalah : Pertama, ketidaksadaran menjadi perantara proses pikiran dan emosi. Kedua, individu berjuang melawan perasaan yang sedang berkonflik. Ketiga, banyak ciri kepribadian stabil, pola hubungan antar pribadi, dan keterkaitan dengan orang lain, tercetak kuat pada masa kanak-kanak. Keempat, individu membentuk gambaran mental mengenai diri sendiri, orang lain, dan hubungan dengan orang lain. Kelima, memahami cara anak mengatasi perasaan psikoseksual awal pada masa perkembangan, akan menentukan cara mereka membentuk hubungan keakraban sebagai remaja dan orang dewasa.

4. Teori Fenomenologi. Dalam memahami kepribadian, teori ini meyakini bahwa individu merespon lingkungan menurut persepsi mereka yang unik. Persepsi ini ditentukan oleh pengalaman, dan makna yang diberikan ke pengalaman tersebut, sebagai upaya untuk mewujudkan potensi tersebut. Tokoh dalam teori ini adalah Abraham Maslow dan Carl Rogers. Para tokoh teori fenomenologi cenderung menggunakan studi kasus, dan wawancara terbuka untuk memahami kepribadian.

5. Teori Pembelajaran Sosial. Teori ini menyatakan bahwa untuk memahami kepribadian seseorang, kita perlu memahami tiga variabel, yaitu : perilaku yang muncul, kondisi internal individu tersebut, dan lingkungan. Dalam lingkungan sosial, seorang individu itu akan mempengaruhi dan dipengaruhi. Lingkungan sosial merupakan tempat terjadinya proses belajar melalui pengamatan, peniruan dan pemodelan atau pencontohan. Tokoh dari teori ini adalah Julian Rotter, Albert Bandura, dan Walter Mischel.


Posting Komentar untuk "Pengertian dan Teori Kepribadian Menurut Para Ahli"

Klik gambar berikut untuk mengunduh artikel ini:

Berlangganan via Email